<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079</id><updated>2011-11-03T07:05:05.457-07:00</updated><category term='berbagi hati'/><category term='Resensi Buku'/><category term='puisikupuisimu'/><category term='esai..oh..esai'/><category term='sepenggal cerita'/><title type='text'>**Berteduh di Bawah Pelangi**</title><subtitle type='html'>dalam rinai hujan pelangi tiba,
senja beranjak ke peraduannya.
di bawah pelangi kata,
kutemukan kau di sana..</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-3841198406536326354</id><published>2011-11-03T06:51:00.000-07:00</published><updated>2011-11-03T07:05:05.497-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='esai..oh..esai'/><title type='text'>Bahasa Indonesia di Bulan Bahasa</title><content type='html'>Bulan Oktober dikenal sebagai bulan bahasa. Momen ini dirayakan sebagai tugu penghormatan dan kebanggaan atas Bahasa Indonesia. Adalah Bahasa Indonesia yang sejak tahun 1928 dalam Sumpah Pemuda dijadikan sebagai bahasa persatuan. Masih kita ingat bahwa terdapat tiga poin yang disepakati dalam kumpulan pemuda terpelajar se-Indonesia saat itu. Yakni bertanah air satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia. Bisa kita bayangkan situasi saat itu, perwakilan pemuda negeri dari berbagai suku seperti Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Madura, dan lain-lain bermusyawarah untuk menyepakati salah satu hal vital bagi sebuah bangsa. Jauh sebelum panji kemerdekaan berkibar, para pemuda bervisi ke depan itu sudah merancang bahasa yang kelak akan digunakan sebagai tonggak komunikasi negara. Dengan latar belakang budaya yang berbeda, para pemuda yang dominan lahir dari keluarga bangsawan itu berkomunikasi dengan bahasa Belanda. Karena saat itu, baik dalam pendidikan dan pergaulan mereka menggunakan bahasa Belanda sebagai pengantarnya. Sedangkan bahasa suku hanya digunakan untuk membangun keakraban di keluarga atau dengan masyarakat awam.  Setelah peristiwa Sumpah Pemuda, pada Kongres Bahasa Indonesia II di Medan tahun 1954 ditetapkanlah bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Pemilihan dan penetapan ini tak luput dari adu mulut dan bersitegang. Karena saat itu hingga kini pun bahasa melayu adalah bahasa pergaulan ketiga yang kerap digunakan setelah bahasa Jawa dan Sunda. Dapat kita lihat jumlah penduduk Jawa yang merajai sebagian besar penduduk Indonesia. Namun dengan hati legowo, kemufakatan ini dapat dicapai.Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional ini merupakan usulan Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Dalam pidatonya pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan bahwa, “Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan.”Pemilihan bahasa Melayu ini sangat diperhitungkan secara matang. Salah satu pertimbangannya adalah ia sudah digunakan sejak masa kerajaan Hindu-budha masih berkuasa. Dapat dilihat dalam Prasasti Kedukan Bukit (638 M) di Palembang yang menggunakan bahasa Melayu meski ditulis dalam huruf Pallawa. Bahasa Melayu pun menjadi linguis franca (bahasa pergaulan) saat kafilah dagang dari Gujarat dan Cina singgah di nusantara. Sejak zaman majapahit, ia menjadi bahasa pergaulan di Nusantara (Indonesia, Malaysia, Thailand, Filippina, dan sebagainya) hingga Asia Tenggara.Bahasa Indonesia adalah dialek baku dari bahasa Melayu khususnya bahasa Melayu Riau sebagaimana diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam Kongres Bahasa Indonesia I tahun 1939 di Solo, Jawa Tengah, “Jang dinamakan ‘Bahasa Indonesia’ jaitoe bahasa Melajoe jang soenggoehpoen pokoknja berasal dari ‘Melajoe Riaoe’, akan tetapi jang soedah ditambah, dioebah ataoe dikoerangi menoeroet keperloean zaman dan alam baharoe, hingga bahasa itoe laloe moedah dipakai oleh rakjat di seloeroeh Indonesia; pembaharoean bahasa Melajoe hingga menjadi bahasa Indonesia itoe haroes dilakoekan oleh kaoem ahli jang beralam baharoe, ialah alam kebangsaan Indonesia.”.Peran bahasa amatlah vital bagi sebuah negara. Ia adalah tiang konektivitas dalam menjalankan pemerintahan dalam sebuah negara. Memilikinya merupakan pokok utama dalam perkembangan suatu bangsa baik itu di bidang pendidikan, politik, pertahanan dan keamanan. Selepas pengikraran bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan perkembangan kebangkitan bangsa mulai menggeliat. Bahasa Indonesia dibagi menjadi dua fungsi yaitu sebagai bahasa negara dan bahasa nasional. Pada UUD 1945 pasal 36 bab XV disebutkan bahwa bahasa Negara adalah bahasa Indonesia. Bahasa negara berfungsi sebagai bahasa resmi dalam pemerintahan, bahasa pengantar dalam pendidikan, alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, serta alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan bahasa nasional digunakan dalam pergaulan antarsuku sebagai kebanggaan dan identitas nasional. Bahasa ini diaplikasikan agar tercipta satu kepaduan dan konektivitas yang sama. Dapat kita bayangkan jika tak ada bahasa penghubung, percakapan maka suku Bugis dan Jawa takkan mencapai titik temu.Sempat terdengar wacana, bahwa bahasa Indonesia akan diusung dalam pemilihan bahasa ASEAN. Di satu sisi kita patut berbangga. Namun di sisi lain, adakah bahasa persatuan kita ini mampu untuk unggul dari bahasa dari naegara lain? Dibandingkan negara seperti Jepang, Korea, Cina, India yang memiliki keunggulan dengan mampunya mempertahankan bahasa dan hurufnya yang otentik. Sedngkan indonesia lebih memilih untuk menggunakan huruf latin dan seakan mengubur huruf Pallawa yang notabene salah satu kekayaan bangsa yang patut dibanggakan.Penggunaan bahasa gaul atau lebih yang kini populer dengan bahasa Alay serta sikap antipati generasi muda kini terhadap karya sastra Indonesia perlu menjadi renungan. Padahal disanalah dapat kita akrabi dan jelajahi kekayaan literasi Indonesia. Mejamurnya novel remaja seperti chicklit, teenlit seakan menggeser kesohoran Sutan Takdir Alisyahbana, Marah Rusli, Buya Hamka, Idrus, Abdul Moeis, dan penulis seangkatannya. Pun ketidaktegasan pemerintah memberlakukan SBI (Sekolah Berstandar Internasional) menyampaikan bahasa asing sebagai pengantar pendidikan. Bukankah sudah jelas dalam UUD 1945 bahwa bahasa negara adalah bahasa Indonesia, yang salah satu fungsinya adalah sebagai pengantar dalam pendidikan? Bila dibiarkan bergulir seperti ini, maka merupakan sebuah keniscayaan jika kecintaan bangsa terhadap bahasa Indonesia kian terkikis. Sikap positif itulah yang harus dibangun oleh kita, generasi muda Indonesia. Karena masa depan Bahasa Indonesia sebagai penentu eksistensi bangsa ada di tangan kita. Pada pertengahan 1800-an, Alfred Russel Wallace menuliskan di bukunya Malay Archipelago bahwa, “Penghuni Malaka telah memiliki suatu bahasa tersendiri yang bersumber dari cara berbicara yang paling elegan dari negara-negara lain, sehingga bahasa orang Melayu adalah yang paling indah, tepat, dan dipuji di seluruh dunia Timur. Bahasa mereka adalah bahasa yang digunakan di seluruh Hindia Belanda.” Jika bangsa asing pun begitu memuja kebudayaan kita, mengapa kita tidak? Selamat merayakan bulan bahasa!Galamedia, 21 Oktober 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-3841198406536326354?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/3841198406536326354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=3841198406536326354' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/3841198406536326354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/3841198406536326354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/11/bahasa-indonesia-di-bulan-bahasa.html' title='Bahasa Indonesia di Bulan Bahasa'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-6650646485620000262</id><published>2011-10-13T08:18:00.000-07:00</published><updated>2011-10-13T08:21:02.129-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Kisah-Kisah Sufisme Penyegar Jiwa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Ho28bPaDzkg/TpcAaW8TXZI/AAAAAAAAADw/cLTlfvR9i9E/s1600/melepas-dahaga-dg-cawan-tua.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="217" width="153" src="http://2.bp.blogspot.com/-Ho28bPaDzkg/TpcAaW8TXZI/AAAAAAAAADw/cLTlfvR9i9E/s320/melepas-dahaga-dg-cawan-tua.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Buku          : Melepas Dahaga dengan Cawan Tua : Hikmah-hikmah Islami Klasik untuk  Generasi Modern&lt;br /&gt;Penulis  : Topik Mulyana&lt;br /&gt;Penerbit  :  Grafindo Media Pratama, Juli 2011&lt;br /&gt;Halaman  : 224 halaman&lt;br /&gt;ISBN   : 978-602-84-5855-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melepas Dahaga dengan Cawan Tua : Hikmah-hikmah Islami Klasik untuk Generasi Modern hadir ditengah keringnya jiwa manusia postmodernisme kini. Postmodernisme yang kaya akan unsur materialisme, hedonisme, dan kapitalisme seakan tersegarkan oleh kumpulan prosa karya Topik Mulyana ini. Penulis menawarkan 10 prosa sufisme yang mencerahkan dan sarat akan nilai-nilai agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah “Tiga Pengendara Motor” kita diingatkan akan sebuah hadist Rasulullah. Pernah suatu masa ada 3 orang lelaki yang terperangkap dalam gua batu. Mereka berusaha mendorong batu penghadangnya namun tak mampu jua. Jalan terakhir, mereka memohon kepada Tuhan agar berkenan menyelamatkan. Mereka berupaya untuk “melobi” Tuhan dengan mengutarakan satu amalan pamungkas masing-masing. Antara lain bakti pada orang tua, tetap memberi di kala sempit, dan menghindari zina meski berkesempatan melakukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam kisah ini penulis mengadaptasi ke cerita modern. Setingnya berubah menjadi basement sebuah hotel yang diguncang gempa. Tiga orang pengendara motor terperangkap di antara reruntuhan bangunan. Dalam keadaan terdesak, akhirnya pun berniat “menego” Tuhan. Lelaki pertama mengaku taat menggunakan helm dan tak pernah melanggar rambu jalanan. Lelaki  kedua yang meski dalam keadaan sibuk luar biasa ia tak pernah mengendarai motor di trotoar, dan lelaki terakhir sukses menahan amarah saat seorang menyerempetnya di jalan. Kisah ini mengajarkan kita hanya untuk pamrih pada Tuhan saja. Toh, tanpa kita minta pun Tuhan akan membalas kebaikan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah menarik lain digambarkan dalam “Guratan”. Sudah menjadi hukum alam bahwa setiap amal kebaikan akan mendapatkan balasan yang baik pula. Dikisahkan seorang bernama Bun, seorang editor penerbitan buku islami tak sengaja membuat guratan pada mobil yang terparkir. Selidik punya selidik mobil tersebut ternyata milik seorang profesor. Karena saat itu Bun sedang dikejar waktu, maka ia menyelipkan nama dan nomor kontaknya pada wipper mobil. Tindakan tersebut ia lakukan sebagai tanggung jawab atas perbuatannya. Sesuatu yang mungkin jarang kita jumpai saat ini (Hal. 65).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian ia dihubungi sang pemilik mobil. Dengan niat purna ia bersedia bertanggung jawab atas kelalaiannya. Akhirnya Bun didapuk menjadi sopir pribadi sang profesor selama satu minggu. Berkelindanlah perjalanan Bun dan sang profesor dari mulai mengantarnya seminar hingga berkencan. Sempat professor itu menawarinya wanita  sebagai “teman” untuk kesepiannya. Namun ia menolak (Hal. 76). Di akhir cerita, penulis memberi daya kejut yang indah untuk tokohnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam “The Photograph”, mengingatkan bahwa setiap gerik-gerak kita selalu ada yang mengawasi. Tokohnya pun mencitrakan hasrat manusia terhadap dunia tak kunjung surut dan selalu tak merasa cukup. Seorang bernama Amar gandrung dengan yang namanya fotografi. Mulai dari kamera handphone hingga kamera digital dikoleksinya untuk memenuhi hasrat memotret yang kian menggelegak. Sampai pada akhirya ia berhasil menabung untuk membeli kamera DSLR yang lebih canggih. Melalui kenalan dan koneksinya, ia bergabung dengan grup mencinta potret memotret itu. Berkenalanlah ia dengan Adelita. (Hal.181)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adelita seorang yang cantik dan menawan. Ia sudah mengenal fotografi dari sekolah dasar. Kekaguman Amar memuncak saat ia bertandang ke rumahnya. Aneka hasil jepretan menempel di ruangan dengan artistik yang luar biasa. Belum lagi koleksi kamera canggih dan alat cetak modern pun ia miliki. Amar semakin tercengang saat Adelita tak hanya memamerkan koleksinya. Lebih dari itu, Amar mulai tergoda. Kalau saja tak ada pesan singkat dari istrinya mungkin sudah terjadi hal yang nikmat namun maksiat. (Hal. 189)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kotak Infak” berkisah tentang dua buah rencana Tuhan yang saling menjalin. Sebuah mesjid di sebuah desa sedang mengadakan pembenahan. Rekonstruksi tersebut memakan biaya yang lumayan wah. Namun dengan kesadaran penuh para panitia tak mau menjadi peminta sumbangan di jalanan. Meski awalnya mereka sempat tergiur untuk melakukannya, namun sekuat tenaga mereka kembali meluruskan niat. Menurut mereka, niat yang baik seharusnya tak terkotori dengan proses yang kurang baik. (Hal. 101)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain tempat, seorang bernama Gugun Gunira, seorang penulis autobiografi khusus pejabat daerah hendak menghibahkan motor barunya. Motor besar itu adalah pemberian seorang pejabat daerah yang telah ia buatkan buku autobiografi. Kabar terakhir menyebutkan bahwa sang pejabat terlilit kasus korupsi. Karena ia khawatir ada harta haram dalam motor tersebut, Gugun nekad menyedekahkan motornya saja (Hal.115). Di &lt;br /&gt;akhir cerita kedua rencana itu menjadi sinergi kebaikan yang menguatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti cerita modern biasa yang hanya memberi arti di permukaan, “Melepas Dahaga dengan Cawan Tua” berhasil membuat jejak nan dalam bagi pembacanya. Membaca kumpulan cerita sufisme ini layak menjadi momen muhasabah diri di tengah geliat postmodernisme masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galamedia, 13 Oktober 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-6650646485620000262?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/6650646485620000262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=6650646485620000262' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/6650646485620000262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/6650646485620000262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/10/kisah-kisah-sufisme-penyegar-jiwa.html' title='Kisah-Kisah Sufisme Penyegar Jiwa'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Ho28bPaDzkg/TpcAaW8TXZI/AAAAAAAAADw/cLTlfvR9i9E/s72-c/melepas-dahaga-dg-cawan-tua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-5456183089519732216</id><published>2011-10-05T07:43:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:43:27.710-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisikupuisimu'/><title type='text'>Yellow</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Rembulan tlah purna bersinar di mega-mega kelabu.aku masih bersandar di pilar-pilar bunga menghitung gugurnya daun bohinian yang kuning menua.rasakan setiap detak arloji tua menghela setiap nafas-nafas ringkih menanti sang pejagal tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kulelehkan dosa-dosa pada sela-sela bulir airamata.yang entah kapan habisnya.borokku mengkristal serupa  koral sukar terkikiskan.Hanya Dia yang bisa sembuhkan luka-luka kusta.bernanah.&lt;br /&gt;Laiknya daun kuning menua.Hanya pada-Nya segala muara..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-5456183089519732216?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/5456183089519732216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=5456183089519732216' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/5456183089519732216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/5456183089519732216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2009/02/ada-yang-mau-kasih-judul.html' title='Yellow'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-7330915264989390358</id><published>2011-10-05T07:39:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:39:35.263-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisikupuisimu'/><title type='text'>Flamboyan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/SY-1l4qlgoI/AAAAAAAAABc/1ghI-fetPSc/s1600-h/flamboyan-besar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 264px; height: 173px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/SY-1l4qlgoI/AAAAAAAAABc/1ghI-fetPSc/s320/flamboyan-besar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300654948909154946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku jatuh cinta pada cahaya matamu.yang beningnya&lt;br /&gt;bagai pualam tempat ku berkaca.merekah-rekah dalam&lt;br /&gt;taman bunga hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun saat angin terasa dingin di batin.kutatap&lt;br /&gt;arloji berkarat yang detiknya memburu jantungku.kamu berlalu&lt;br /&gt;seiring gugurnya bunga dalam tubuh flamboyan itu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-7330915264989390358?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/7330915264989390358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=7330915264989390358' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/7330915264989390358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/7330915264989390358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2009/02/flamboyan.html' title='Flamboyan'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/SY-1l4qlgoI/AAAAAAAAABc/1ghI-fetPSc/s72-c/flamboyan-besar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-8055100825638627563</id><published>2011-10-05T06:07:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T06:07:37.283-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Alarm Pengingat Keberadaan Tuhan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-9pwxl-rdl2Y/ToxV1ZcfPOI/AAAAAAAAADo/Ij58q311ydM/s1600/9789792798722.jpg" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="134" src="http://3.bp.blogspot.com/-9pwxl-rdl2Y/ToxV1ZcfPOI/AAAAAAAAADo/Ij58q311ydM/s320/9789792798722.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Judul Buku : Kang Soleh Naik Becak Menuju Surga&lt;br /&gt;Penulis   : Rudi Setiawan&lt;br /&gt;Penerbit : Elex Media Komputindo, 2011&lt;br /&gt;Halaman  : 114 Halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjamurnya buku-buku motivasi islam akhir-akhir ini menandakan kebutuhan pengisian iman kita yang kerontang. Aktivitas yang menumpuk, masalah yang menggunung serta keterbatasan waktu untuk mendalami ilmu agama, membuat jurang pemisah antara kita dengan Sang Pencipta. Kita seolah sudah dilalaikan dengan dunia hingga khilaf kepada Pemilik dunia sesungguhnya. Buku ini bagai alarm yang mengingatkan kita untuk menuju kedamaian dan ketenangan tiada tara. Ketenangan abadi yang diperoleh dengan mengingat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Soleh Naik Becak Menuju Surga berkisah tentang optimisme dan kesyukuran dalam menjalani hidup (hal. 6). Seorang bernama Soleh berprofesi sebagai penarik becak. Ketika tiba meninggalnya, ia ditemui malaikat untuk dihisab. Terjadilah proses hitung-menghitung amal.  Tenyata keputusannya ia beruntung dapat masuk surga. Keanehan ini dirasakan oleh seorang ulama kesohor, pemimpin yang jujur, dan seorang dermawan kaya yang meninggal bersamaan. Mereka harus menerima kenyataan masuk neraka. Maka lahirlah pertanyaan mengapa orang miskin seperti Soleh lolos masuk jannah Allah sedang mereka yang notabene “kaya amal” malah masuk neraka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keagungan Tuhan atas segala ciptaannya, penulis lagukan dalam kisah “Rembulan di Langit Doha”. Merupakan diari perjalanan penulis di sebuah kota bernama Doha. Suatu malam ia melihat rembulan yang begitu bulat dan terang menggantung di langit. Inilah yang membawanya pada rasa takjub Nabi Ibrahim yang menyangka bahwa bulan adalah Tuhan. Berbagai fenomena alam menunjukan eksistensi Tuhan, namun masih saja manusia tak mau beriman (hal. 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah satir menggelitik ditampilkan penulis dalam “Dialog Imajiner Mbah Surip dan Mbah Marijan”. Kedua sepuh yang terkenal dengan lagu nyentrik dan kuncen gunung Merapi ini didapuk menjadi tokoh untuk memberi peringatan kepada manusia. Keduanya dikisahkan sedang menyicipi keindahan surga. Kemudian terlibat obrolan yang intinya merasa manusia begitu pongah. Kebanyakan manusia dengan mudahnya men-judge seseorang syirik dan merasa dirinya paling baik (Hal. 31). Seperti yang dilakukan Alm. Mbah Marijan terhadap gunung Merapi dianggap sebagai membangkangan terhadap Keesaan Tuhan. Padahal kesetiaannya mengemban amanah kuncen untuk menjaga kelestarian alam merupakan amal yang patut dibanggakan? Dalam istilah agamanya, habluminal’alamin (hubungan baik dengan alam) justru melengkapi akan habluminallah dan habluminannas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu kisah pencarian cinta sejati dikupas dalam “Energi Cinta Jalaludin Rumi”. Tokoh dalam kisah ini gelisah karena belumlah menemukan cinta yang ia damba. Ia selami samudra ilmu hingga akhirnya terdampar dalam percakapan dengan seorang Jalaludin Rumi. Dari beberapa guru yang ia singgahi, Rumi-lah yang berhasil memberi penawar dahaga pencarian cintanya. Hingga pada akhirnya tokoh berujar, “Aku menangis membayangkan semua kesia-siaan yang kulakukan. Ya Allah, anugrahilah aku setetes Cinta. Agar aku bisa mencintai-Mu dengan Cinta yang sesungguhnya” (hal. 51). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan waktu subuh dipaparkan dalam “Hulu Subuh di Terminal Hat Yai”. Penulis yang tengah melancong ke daerah Thailand ini begitu syahdu mehamparkan fenomena subuh yang agung. Waktu subuh adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Karena malaikat siap-siap naik ke langit setelah malamnya ia turun ke bumi menyapa hamba-hamba-Nya yang mendirikan sholat (hal.89-90).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini memuat 12 kisah inspiratif yang penulis buat dengan bahasa yang ringan dan mudah dicerna. Kisah yang disajikan pun tak ubahnya cerita pendek, bahkan ada beberapa cerpen didalamnya. Seperti kisah “Subali dan Sarmi” yang menceritakan Subali seorang penjahat kelas kakap dan Sarmi, pelacur yang telah malang melintang di dunia gelap. Kedua tokoh tersebut ibarat replika manusia yang telah lama tercebur dalam lumpur dosa. Namun hati tetap tak bisa mungkir dari kegelisahan jiwa. Akhirnya sebuah titik terang mereka rengkuh dengan susah payah. Sebuah jalan taubat kepada Tuhan ditempuh untuk mencapai kebahagiaan hakiki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini sejatinya adalah kumpulan cerita inspiratif. Cerita dengan genre motivasi islami. Namun, sayangnya ada beberapa cerita yang sepertinya keluar dari jalur. Mungkin maksud penulis adalah menuangkan kisah kesehariannya. Namun sayangnya malah melantur dan keluar dari rel tema. Seperti pada cerita “Pengembaraan Jaka Umboro”. Memang dalam cerita dikisahkan bahwa Jaka Umboro bermaksud untuk memberantas kebatilan. Namun isinya lebih banyak tentang pertikaian dan diwarnai aksi silat. Penulis seakan melempar kita pada suasana konflik novel silat “Wiro Sableng” atau “Si Buta dari Gua Hantu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau pada kisah “Seorang Arab Badui dan Keledai”. Cerita yang utarakan dibiarkan menggantung atau entah penulis sengaja membuatnya seperti itu. Lagi-lagi label motivasi menjadi bias. Ketidaksenadaan ini membuat cerita motivasi yang diusung dari awal buyar.Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, kumpulan kisah inspirasi islami ini tetap memiliki energi untuk mengingatkan  kita untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galamedia, September 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-8055100825638627563?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/8055100825638627563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=8055100825638627563' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/8055100825638627563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/8055100825638627563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/10/alarm-pengingat-keberadaan-tuhan.html' title='Alarm Pengingat Keberadaan Tuhan'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-9pwxl-rdl2Y/ToxV1ZcfPOI/AAAAAAAAADo/Ij58q311ydM/s72-c/9789792798722.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-5666527710497038764</id><published>2011-10-05T06:00:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:33:26.897-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepenggal cerita'/><title type='text'>Membakar Kapal Bersamamu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-cuqXpYqZ4ZU/ToxUTduB9LI/AAAAAAAAADg/tZSymRglTuU/s1600/%255Bwallcoo.com%255D_addaeji_010176.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-cuqXpYqZ4ZU/ToxUTduB9LI/AAAAAAAAADg/tZSymRglTuU/s320/%255Bwallcoo.com%255D_addaeji_010176.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Surabaya!”&lt;br /&gt;“Jadi?”. Aku mencari keyakinan itu di matamu.&lt;br /&gt;“Iya, aku akan menjemputnya disana.”&lt;br /&gt;Kau masih mematung dengan buku ber-cover marun di tanganmu. Pengunjung sedang tak banyak. Makanya aku membersamaimu. Aku pandang lekat wajahmu. Wanita yang kukenal baru beberapa minggu. Namun rasa ini, sulit kudefinisikan. &lt;br /&gt;“Mas, ada buku tafsir Al-Misbah ga?”&lt;br /&gt;Aku berlalu darimu saat seorang ibu berjilbab kuning itu bertanya. Beberapa jenak aku meninggalkanmu mematung disana. Masih dengan buku marun-mu. Beberapa pengunjung mengerumun pada rak yang sama.  &lt;br /&gt;Tiga minggu lalu di deretan rak itu aku mengenalmu. Gadis dengan jilbab urakan. Beralasan mengisi waktu selama panggilan kerja setiap hari kau ke toko buku ini. Bodohnya tak ada satu pun buku yang kau beli. Kau anggap toko ini bagai perpustakaan saja. Tiap hari melahap buku yang berbeda. Kau terlihat bahagia karenanya. Aku pun bahagia bisa melihatmu. Hingga aku mengenalmu, kini.&lt;br /&gt;“Seminggu yang lalu email-nya kukirim. Baru kemarin dibalas.” Kau menyandarkan punggungmu di rak buku. Kulakukan hal serupa.&lt;br /&gt;“Kenapa ngga Bandung aja sih?”&lt;br /&gt;“Aku mau bakar kapal!”. Kau seolah berkata pada buku. Lalu tatapanmu terhunus tepat di ulu hatiku. “Aku mau mandiri. Jauh dari orang tua. Sepertimu!”&lt;br /&gt;Aku tak tahu apa daya tarikmu. Jujur, kau memang berbeda. Dingin tapi menghangatkan. Apa sepertinya aku yang meriang? Hah sudahlah! Matamu masih terpaku pada buku itu. Dapatkah kau membaca hatiku?&lt;br /&gt;“Kalo ada yang mau membakar kapal bersamamu bagaimana?”. Kau mengeryitkan kening. “Maukah kau membakar kapal yang lebih besar bersamaku?”. Aku ragu menatapmu. Aku takut tatapanmu kali ini lebih tajam dari sembilu. &lt;br /&gt;Mungkin kau akan bertanya mengapa bisa? Jangan tanyakan itu padaku. Hanya Tuhan dan doa ibuku yang tahu. Aku masih menanti jawabanmu. Berharap kau akan mengerti semua ini.&lt;br /&gt;“Kita baru kenal tiga minggu, kan?”. Aku tak mau menyimpulkan reaksimu. Tahukah kau, aku merapal doa terbaikku?&lt;br /&gt;“Mas, buku “Menjemput Rezeki dengan Menikah” sebelah mana ya?”. Perempuan berjilbab panjang itu tiba-tiba menghampiriku. Aku berlalu. Kau masih di situ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 7 Syawal 1431 H&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-5666527710497038764?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/5666527710497038764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=5666527710497038764' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/5666527710497038764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/5666527710497038764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/10/membakar-kapal-bersamamu.html' title='Membakar Kapal Bersamamu'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-cuqXpYqZ4ZU/ToxUTduB9LI/AAAAAAAAADg/tZSymRglTuU/s72-c/%255Bwallcoo.com%255D_addaeji_010176.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-4484137652909037205</id><published>2011-08-26T10:02:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:34:32.945-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Jus Kepantasan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-PBORPBl5cxk/TliefVMCnDI/AAAAAAAAADA/pikDzdXTM7k/s1600/istockphoto_405177_kiwi_juice.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-PBORPBl5cxk/TliefVMCnDI/AAAAAAAAADA/pikDzdXTM7k/s320/istockphoto_405177_kiwi_juice.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5645436394009697330" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Bismillah.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin judulnya agak aneh. Ini menandakan bahwa saya masihlah memiliki kesulitan dalam membuat judul sebuah tulisan (curcol ceritanye..). Okey, ceritanya bermula saat bapak saya membawa sekantung jambu biji. Jambu ini adalah sisa dagangan bapak yang tak laku terjual. Seperti itulah resikonya jadi pedagang. Kalo dagang makanan ya dimakan sendiri. Coba kalo dagang keset, ndak mungkin di makan juga kan?(heu..emang debus).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak menyuruh saya untuk membuat jus jambu. Lumayan bisa buat salah satu minuman buka puasa. Niatnya sih buat konsumsi keluarga aja. Tapi di tengah proses pembuatan jus, saya mikir kenapa ndak dibagiin ke mushola juga ya?! Disantap anak-anak pasti rame dan seger. Setelah diblender dan dibikin es puter. Pasti bikin ngiler. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sore itu saja berjibaku di dapur. Jambu-jambu itu saya bersihkan kedua kutubnya. Kemudian direndam di air matang beberapa waktu sebelum  dipotong-potong. Potongan dadu hijau merah muda itu masuk mulut blender. Tambah beberapa cc air dan satu dua sendok gula. Tombol on saya tekan dan mulailah proses peleburan itu. Tunggu punya tunggu, daging buah dan biji itu jadi satu. Terbentuklah konsistensi merah muda yang segar bila direguk. Slurrppp...(woi..shaum..woi!!) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sampai di situ saja, pekerjaan belumlah usai. Saya masih harus menyaring biji-biji dari konsistensi jus tersebut. Kalo ndak, bisa usus buntu nanti. Proses penyaringan ini nih yang makan waktu lama. Saya harus ngubek-ngubek saringan biar tuh biji pada bubar. Kalau untuk satu-dua jambu sih it’s okey. Tapi ini jambu sekilo boy!  Yah..nasib..tapi bukankah untuk suatu kenikmatan butuh perjuangan?! Apalagi tujuannya buat amal. InsyaAllah diganjar Allah, fren! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, cairan pink satu baskom itu siap dihidangkan. Namun ada yang mengganjal di hati. Apa rasanya udah enak? Mana belum beli gelas plastik lagi? Nanti gimana bagiinnya? Berbagai kendala berkecamuk di benak deh pokonya.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mamah punya usul, gimana kalo dibagiinya besok aja. Biar nanti pas buka puasa dijajal dulu rasanya. Enak apa ndak. Kalo belum enak masih ada kesempatan buat bikin larutan gula sebagai campuran. Biar rasanya pol. Lagian kan belum beli gelas plastik juga. Sebenernya saya kurang sependapat sama usul mamah. “Mah, kan saya niat amalnya sekarang. Apa bisa ditunda besok? Keburu ndak ikhlas ntar.”gerutu saya dalam hati. (Maaf ya mah..). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan final, akhirnya saya ikutin saran mamah. Takut kualat kalo ndak dengerin nasihat orang tua (hehe..). Tibalah waktu buka puasa. Saatnya menjajal jus bikinan saya. Slurrrrppp...bapak ambil giliran pertama. Saya langsung lihat ekspresi wajahnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Emm..kayak kurang apa gitu!”.  &lt;br /&gt;Kini giiran saya menyicipi cairan pink itu. “Emm..iyah kurang manis. Kurang gula.”.  &lt;br /&gt;“Tuh kan, untung aja belum dibagiin ke mushola. Besok ngerebus gula dulu biar manis. ” spontan mamah menimpali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokkan harinya, satu baskom jus hasil revisi itu ludes disantap para ifthar’ers di mushola. Senang melihat mereka tersenyum ceria kala menyantapnya. Maklum lapar boy!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang saya pelajari dari peristiwa ini, adalah sebuah kepantasan. Jus itu harus dipantaskan agar lebih enak dan indah dipandang. Dan ada sebuah masa dimana saat kepantasan itu sudah ada maka akan ada kebahagiaan disana.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba saja kalau saya tetep keukeuh membagikan jus saat itu, mungkin tak akan enak. Malah jadi cibiran orang. Niatnya mau beramal malah membuat orang lain menggunjing kita. Malah jadi dosa, ya ndak?! Maka saya belajar bahwa ada sebuah proses pemantasan untuk sebuah cita-cita atau impian. Istilah kerennya “Akan indah pada waktunya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu halnya dengan mencapaian impian kita. Ada proses yang mesti dijalani sebagai bentuk pemantasan diri kita. Allah pun akan memberikan apa yang kita inginkan jika kita memang sudah pantas mendapatkannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kepantasan itu identik dengan menunggu atau pekerjaan pasif? Bukan sahabat, kepantasan atau memantaskan diri itu harus dikejar alias diusahakan. Misalnya seorang mahasiswa ingin lulus kuliah, ia berusaha memantaskan diri dengan kerja keras nyari bahan studi, rajin bimbingan ke dosen, rajin ke perpus, rajin sholat malam dan usaha lainnya. Maka ganjarannya ia pantas lulus. Akan ada sebuah harga untuk setiap yang kita inginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau misalnnya ingin naik gaji. Tentu ia mesti memantaskan diri dengan meningkatkan produktivitas kerja, memperbaiki hubungan dengan atasan, bawahan dan klien, rajin sholat dhuha, rajin tahajud dan rajin sedekah. Insyaallah akan naik gaji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pengen dapet kerja ato lancar usahanya. Bisa dijajal juga ramuan sholat sunnah, dhuha, dan tahajudnya. Jangan lupa sebutin hajatnya 7 kali biar Allah timbulkan keyakinan bahwa impian kita akan diijabah-Nya. Owya, dari pengalaman yang udah-udah, perbanyak sedekah. Ubah mindset,&lt;span style="font-style:italic;"&gt; dapet kerja baru sedekah jadi sedekah dulu baru Allah akan mudahkan rezeki kita. &lt;/span&gt;InsyaAllah.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ingin dapet jodoh, memantaskan diri dengan mempersiapkan ilmu rumah tangga, memperluas pergaulan, perbaiki sholat wajibnya, dirikan sholat sunnahnya, bangun sholat malamnya, rajin istikharahnya. Bagaimanapun sholat adalah sebuah komitmen. Nah, kalo udah komitmen sama Allah insyaallah dia bisa komitmen sama pasangannya. Dan jangan lupa, obatilah penyakitmu dengan sedekah. Jomblo juga penyakit kan?! Penyakit kesepian, obatilah dengan sedekah. Hehe.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu hal yang ndak kalah penting adalah doa orang tua. Ini must be,kudu, harus jadi perhatian kita. Karena bagaimanapun doa orang tua lebih melesat dan lebih mustajab di mata Allah. Bangun hubungan baik dengan orang tua. Minta doa atas hajat kita disebutkan di tiap sholat mereka. Insya Allah, Allah akan melihat begitu gigihnya kita untuk memperjuangkan apa yang kita inginkan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu semua, tetaplah bersandar pada Kekuasaan-Nya. Kita punya rencana, Allah juga. Dan Dialah sebaik-baik sutradara. Jadikan Allah sebagai sandaran atas semua usaha dan doa yang kita perjuangkan. Selamat berjuang sahabat, selamat memantaskan diri..:) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sanggupkan hamba untuk memantaskan diri di hadapan-Mu..Amin Ya Mujibbasailin.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 18 Ramadhan 1432 H&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-4484137652909037205?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/4484137652909037205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=4484137652909037205' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/4484137652909037205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/4484137652909037205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/jus-kepantasan.html' title='Jus Kepantasan'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-PBORPBl5cxk/TliefVMCnDI/AAAAAAAAADA/pikDzdXTM7k/s72-c/istockphoto_405177_kiwi_juice.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-118732649814177526</id><published>2011-08-26T10:01:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:35:49.153-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisikupuisimu'/><title type='text'>Pertemuan Sunyi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://fazdleeisa.files.wordpress.com/2008/12/sujud.jpg?w=400&amp;amp;h=300"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://fazdleeisa.files.wordpress.com/2008/12/sujud.jpg?w=400&amp;amp;h=300" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;: Kekasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I                                        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau masih di situ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memagut rindu. memahat waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menantiku yang selalu berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau yang setia mengeja kidung masa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melukis indah pertemuan sunyi kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;purna sudah kau hidangkan sajian iman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atas nama cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku, masihlah alpa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini aku mematut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berlulut, memagut asa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kehadiranmu dalam kelamnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini aku mengemis cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memunguti serpih rindu yang senantiasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melumuri pertemuan sunyi kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku menguar rindu (lagi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terjaga dalam hening&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berteman angin dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menemanimu dalam kegelapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun tak dengan hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: terang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karna kau datang dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;singgasana kebesaran kenan membelaiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam rinai damai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cintamu seperti apa kekasih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setiamu layaknya apa kekasih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada yang menandingi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiada yang setara, serupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merindui pagi lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat kuucap kata cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiada yang serupa,kaulah yang maha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; dirimu segalanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita menanti cumbu embun pada pucuk dedaun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belai mentari pada geliat pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kerinduan dimulai (lagi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cirebon,170717&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-118732649814177526?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/118732649814177526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=118732649814177526' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/118732649814177526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/118732649814177526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/pertemuan-sunyi.html' title='Pertemuan Sunyi'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-3799648303784489249</id><published>2011-08-26T10:00:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:36:40.363-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Untukmu nan Istimewa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-JBOs5UY4dkg/TligSpdB5nI/AAAAAAAAADI/h_U78nut1hE/s1600/purple-bouquet-rose.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 276px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-JBOs5UY4dkg/TligSpdB5nI/AAAAAAAAADI/h_U78nut1hE/s320/purple-bouquet-rose.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5645438375134619250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bismillah..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namanya Rainer. Seperti hujan, ia adalah sebuah berkah untuk keluarga kecilnya. Usianya baru menginjak tahun kedua belas. Suatu siang ia datang ke tempat terapi. Usianya yang menginjak remaja kontras dengan keadaanya saat ini. Ia dibopong sang ayah. Kaki mungil dengan otot betis yang nyaris nihil. Tiada bisa berjalan bahkan berdiri. Bahkan untuk duduk tegak pun perlu dada sang ayah untuk menyangga punggung kurusnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Siang itu pasien tengah penuh. Tanpa memesan tempat terlebih dahulu, sang ayah menyodorkan kartu registrasi. Setelah melunasi biaya, ia kembali duduk. Menunggu lagi. Tak berapa lama, namanya dipanggil. Tergopoh-gopoh sang ayah membopongnya menuju kamar terapi. Beberapa jam berselang lengkingan dari bibir mungilnya memecah keheningan kamar. Jerit pilu nan menyayat. Mengundang iba para pendengarnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cerebral palsy atau biasa dikenal dengan kelumpuhan otak penyakit diderita Rainer. Hujan itu takbisa bermain sebagai anak seusianya. Alih-alih bermain, berdiri, belajar, bicara pun tak mampulah ia. Tatapan kosongnya memandang dunia. Malang, mungkin itu yang biasa kita katakan. Namun bukankah Tuhan, tak pernah sia-sia dalam menciptakan sesuatu? Bahkan seseorang?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namanya Audy. Owner perkebunan teh di Ciwidey ini memiliki kisah nan luar biasa. Terutama perjuangan ibundanya yang mencitakan sulungnya ini tumbuh sebagaimana anak normal. Audy kecil dilahirkan sebagai tuna rungu. Tanpa pendengaran yang otomatis tanpa bisa bicara. Karna tak adalah yang bisa ia dengar hingga apa yang mesti ia utarakan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Meski kenyataan begitu menyesakkan, namun terus berkubang dengan kekecewaan bukanlah solusi. Akhirnya hari-harinya diisi dengan permainan kata dalam kartu. Setiap hari sang ibu mengenalkan kosakata baru. Perlahan tapi pasti. Sang anak mengenal kata hingga kalimat lewat ingatannya. Kemudian ia mencoba melafalkan lewat lisannya. Hingga ia bisa dan biasa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Melelahkan memang namun tetes perjuangan itu menghasilkan. Ketabahan sang ibu berhasil menerobos labirin takdir anaknya. Putranya nan istimewa itu tumbuh menjadi sarjana, pengusaha, dan menikahi kekasih tercintanya yang keadaanya lebih baik darinya. Tuhan memang menciptakan yang tak sia-sia adanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namanya Hee Ah Lee. Dunia mengenalnya sebagai fourth fingers pianist. Inspirasinya menembus batas kemampuannya. Dilahirkan dengan empat jari dan tubuh sebatas lutut, bukan halangan untuk ia bisa berkarya. Keadaannya diperparah karena down syndrome yang dideritanya. Untuk menghitung angka pun sukarnya bukan main, ia rasa. Hingga untuk menghafal satu lagu, ia membutuhkan waktu satu tahun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adalah Woo Kap Sun, sang ibu sekaligus pahlawan dibalik kesuksesan He Ah. Mulanya, ia hanya berencana memberi les piano untuk melatih jari-jari Hee Ah yang lemah dan kaku. Namun ternyata dalam piano, Hee Ah menemukan hidupnya. Jatuh bangun usaha gadis berusia dua puluh empat tahun dan ibunya untuk menguasai alat musik itu. Bisa dibayangkan, setiap hari selama 10 jam, Hee Ah berkutat dengan benda berdawai, legam dan mengilat itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sempat ia down karena menghabiskan waktu dengan hal yang sama sangatlah membosankan. Sempat ia berhenti bermain piano hingga menyulut amarah. Tak jarang pukulan sang ibu bertubi-tubi mendarat di tubuh mungilnya. Sang ibu melakukannya atas nama cinta. Cintanya ingin membuktikan pada dunia yang berwajah rembulan itu ada, dan sama seperti manusia normal lainnya. Putrinya bisa berkarya. Sekali lagi, Tuhan membuktikan bahwa tiadalah hal nan sia-sia yang Dia ciptaanNya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mari kita bercermin. Mereka manusia biasa serupa dengan kita. Meski dengan keistimewaan yang mereka punya, bukanlah hambatan untuk meraih prestasi. Bagaimana dengan kita? Adakah kita masih memandang keterbatasan kita sebagai penghambat untuk berprestasi? Pilihan kita untuk terus berkutat dengan alasan-alasan tanpa ada tindakan atau menerobos ketidakmampuan untuk menghasilkan karya. Sekali lagi, sebuah tamparan kecil melesatkan sebuah kesadaran. Kesadaran akan kemuliaan Tuhan yang begitu banyak memberi kita potensi. Namun, pilihan kita untuk menyadarinya atau mengabaikannya begitu saja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maa khalqta hazaa batila.&lt;br /&gt;Tiada yang Tuhan ciptakan dengan sia-sia…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Purwakarta167, 060611&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-3799648303784489249?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/3799648303784489249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=3799648303784489249' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/3799648303784489249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/3799648303784489249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/untukmu-nan-istimewa.html' title='Untukmu nan Istimewa'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-JBOs5UY4dkg/TligSpdB5nI/AAAAAAAAADI/h_U78nut1hE/s72-c/purple-bouquet-rose.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-4265334456790344018</id><published>2011-08-26T09:59:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:30:11.612-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='esai..oh..esai'/><title type='text'>Stres, Selangkah Menuju Bunuh Diri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.manageyourlifenow.com/Portals/0/ArticleImages/no-stress-sign.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://www.manageyourlifenow.com/Portals/0/ArticleImages/no-stress-sign.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: ADE FARIYANI &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DALAM satu surat kabar nasional, saya dapati ada minimal tiga kasus bunuh diri dalam satu hari. Ini jelas menunjukkan bahwa bunuh diri tren sakit jiwa saat ini. Menurut Konferensi Nasional Jiwa (Konas Jiwa), risiko bunuh diri merupakan salah satu diagnosis penyakit jiwa. Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2003 mengungkapkan bahwa satu juta orang bunuh diri dalam setiap tahunnya. Ini sama halnya dengan dalam 40 detik terjadi satu kejadian bunuh diri. Mirisnya lagi, data tersebut diambil pada tahun 2003, bagaimana dengan kini?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Para korban tewas mengenaskan usai terjun dari lantai tertinggi sebuah mal, minum racun serangga atau gantung diri. Kita flashback sebentar. Masih ingat 'kan Heryanto, siswa kelas 6 SD yang mencoba gantung diri karena tak mampu membayar uang kerajinan sekolah atau Usep, siswa asal Cianjur yang nekat menghabisi nyawanya karena urung dibelikan televisi. Orang dewasa pun tak kalah banyak kasusnya. Pemicunya karena sakit kronis, patah hati, terlilit utang dan sebagainya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebenarnya ada perasaan malu yang menyelinap, kala melihat bangsa Jepang melakukan ritual harakiri, yakni menikam atau merobek perut sendiri. Tindakannya mungkin terlihat sama, namun motif yang melatarbelakanginya berbeda. Kebanyakan orang Jepang melakukan tindakan bunuh diri untuk kehormatan. Bagi bangsa Negeri Dewa Matahari itu, kehormatan dan nama baik adalah segalanya. Maka jika seseorang melakukan kesalahan yang mengancam kehormatan keluarganya, dengan sukarela ia akan melakukan harakiri tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;WHO pun menyebutkan bahwa dari 5 orang, 3 di antaranya diindikasikan sakit jiwa. Penyakit jiwa yang diidap bisa dari yang paling ringan hingga berat. Ini menunjukkan bahwa kesehatan jiwa (psikologis) tak kalah penting dari kesehatan jasmani (fisik). Hal ini pun dikuatkan dengan munculnya berbagai penyakit fisik yang musababnya adalah penyakit jiwa (stres).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Stres dan stressor&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setiap tindakan yang dilakukan pasti ada motifnya. Pun pada kasus bunuh diri. Adanya stressor merupakan pelarian para pelaku melakukan tindakan nekat ini. Stressor adalah segala faktor pencetus jadinya stres. Sedangkan stres merupakan keadaan ketidakseimbangan antara tuntutan dan sumber daya yang dimiliki individu (Taylor, 1997).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Stres berasal dari istilah Latin yaitu stingere yang berarti keras (stricus). Setelah penelaahan dari waktu ke waktu, istilah stres dapat diartikan sebagai kesukaran, kesusahan, kesedihan atau penderitaan. Jadi dapat disimpulkan bahwa orang yang stres adalah individu yang mengalami penderitaan, kesulitan, dan kesusahan yang tidak mampu dilewatinya. Jika kesulitan itu sudah mengancam serta mekanisme koping (kemampuan untuk menyelesaikan masalah) individu tidak efektif, maka bunuh diri salah satu pilihan untuk mengakhiri penderitaan yang ia alami.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penyebab&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar" (Q.S. 2: 155)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada banyak stressor yang bisa menyebabkan seseorang stres hingga berniat mengakhiri hidupnya. Faktor yang paling sering muncul adalah ekonomi. Hal ini merupakan alasan kuat pada anak merasa malu karena tak bisa membayar uang sekolah, atau tidak memiliki televisi. Atau juga seorang istri yang sudah putus asa dalam impitan ekonomi karena sang suami tak kunjung bekerja. Hingga lilitan utang seorang pengusaha yang mungkin terlihat kaya dan bahagia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Stressor lain yang hinggap pada remaja masa kini adalah masalah asmara. Putus cinta, tak diterima jadi pacar, pernikahan yang gagal atau tidak disetujui jadi alasan mereka mengakhiri nyawa. Dalam pikiran mereka daripada menderita sakit hati seumur-umur lebih baik mati. Alasan cekcok rumah tangga, pekerjaan, prolematika orangtua, dan masalah intrapersonal (hubungan antarpribadi) yang tidak harmonis pun mengancam timbulnya stres hingga bunuh diri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Solusi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tindakan pencegahan lebih efektif daripada pengobatan. Ungkapan ini benar adanya jika dilakukan dengan tepat. Pencegahan yang paling utama dalam stres terutama pada anak adalah peran keluarga. Keluarga merupakan organisasi pertama tempat tumbuh berkembanganya seseorang. Seringkali kasus stres atau bunuh diri ini lahir dari keluarga yang otoriter. Tindakan tersebut akan menekan anak. Hingga bila tak bisa mencapai apa yang ditargetkan, ia akan merasa menderita dan tersiksa. Ditambah lagi tekanan dan ancaman dari orangtua akan membuatnya kian tertekan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada poor parent relationship (miskin hubungan antara orangtua-anak) pun memicu stres. Setiap hari rumah hanya dibumbui sikap acuh tak acuh antara orangtua dan anak. Kondisi ini akan meniadakan rasa saling hormat, rasa sayang, dan penghargaan antar keduanya. Impian setiap orangtua adalah memiliki anak yang berbakti dan menghormati. Tujuan itu takkan terwujud tanpa adanya penghargaan, kehangatan, dan kasih sayang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedangkan stres dan risiko bunuh diri pada orang dewasa dapat diantisipasi dengan berbaik sangka pada kehendak Tuhan. Masalah kehidupan yang membuat hati kita berombak dapat kita anggap sebagai ujian yang mendewasakan. Ujian sebagai tanda kasih sayang Tuhan pada kita. Toh dengan masalah kita akan lebih dekat pada Tuhan. Dengan masalah pun ketergantungan kita pada Tuhan makin kuat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat berkeluh kesah lagi kikir, apabila ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan salat, yang mereka itu tetap mengerjakan salat."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Surat Al-Ma'arij ayat 19-23 di atas menunjukkan pentingnya salat --ibadah-- sebagai obat dari kesusahan dan masalah yang dihadapi. Salat yang berarti doa ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan jiwa seseorang. Menurut A. Carel peraih Nobel tahun 1912 untuk ilmu kedokteran, doa yang dibiasakan dan sungguh-sungguh dilakukan, pengaruhnya sangat besar terhadap kejiwaan dan keadaan somatik --fisik-- seseorang. Ketentrraman yang ditimbulkan oleh doa itu merupakan pertolongan yang besar dalam pengobatan dan kesehatan seseorang. (Penulis, alumnus Fakultas Keperawatan Unpad, anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Bandung, trainer dan terapis hipnoterapi dan praktisi EFT)** &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Galamedia, 5 Januari 2011&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-4265334456790344018?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/4265334456790344018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=4265334456790344018' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/4265334456790344018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/4265334456790344018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/stres-selangkah-menuju-bunuh-diri.html' title='Stres, Selangkah Menuju Bunuh Diri'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-1440861071603054677</id><published>2011-08-26T09:58:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:30:11.613-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='esai..oh..esai'/><title type='text'>Semangat Cinta Dewi Sartika dalam Pengasuhan Anak</title><content type='html'>Oleh: Ade Fariyani&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;SOSOKNYA mungkin tak setenar R.A. Kartini, seorang wanita dengan ide briliannya. Namun, impian Kartini yang masih sebatas ide itu bisa diwujudkannya. Ya, Dewi Sartika seorang pahlawan Bandung asli menjadi pelopor terbentuknya sekolah untuk kaum wanita. Sosoknya yang rendah hati dan membumi tak membuatnya iri akan ketenaran Kartini. Itulah karakter pahlawan sejati.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dilahirkan pada tahun 1884 dari keturunan Raden Rangga Somanegara dengan R.A. Rajapermas di Bandung. Nasibnya sebagai anak dari seorang menak membuatnya dapat mengenyam pendidikan di Eerste Klasse School. Di sana ia belajar bahasa Inggris dan bahasa Belanda. Melihat nasib anak-anak inlander yang tak seberuntung dirinya, hatinya gelisah. Sudah tampak kepekaan sosial dalam diri Dewi semasa kecil. Ia mulai mengajar anak-anak perempuan di sekitar rumahnya. Dari membaca, menulis, berhitung hingga belajar bahasa asing.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beranjak dewasa kecerdasaan sosialnya kian terasah. Melihat semakin banyaknya minat pembelajar perempuan, ia mencetuskan ide brilian. Ia memiliki impian untuk membuat sebuah sekolah khusus kaum Hawa. Sayangnya, impiannya tersebut terjegal seorang Inspektur Pengajaran Hindia Belanda bernama C. Den Hammer. Den Hammer melihat tindakan Dewi berbahaya dan patut dicurigai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tak patah arang, Dewi keukeuh dengan misinya itu. Tuturnya, "Menurut pendapat saya, barangkali dalam hal ini bagi wanita tidak akan sangat banyak berbeda dengan pria. Di samping pendidikan yang baik, ia harus dibekali pelajaran dengan sekolah yang bermutu. Perluasan pengetahuan akan berpengaruh pada moral wanita pribumi. Pengetahuan tersebut hanya diperolehnnya dari sekolah." Langkahnya kian mantap untuk mewujudkan asa, membangun sekolah untuk wanita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tahun 1904, ia mendirikan Sakola Istri. Meski sempat tak disetujui Bupati Martanegara, semangatnya tak surut. Dengan uang pribadi, ia meluluskan citanya. Dengan 60 pelajar wanita, ia melancarkan misinya. Mengajari mereka menulis, membaca, berhitung, dan berbicara bahasa asing. Pun keterampilan wanita seperti menjahit, menyulam, memasak, dan sebagainya. Semangat pembelajarnya menular hingga luar daerah. Pada tahun 1910 terbentuk Perkumpulan Kautamaan Istri sebagai cabang sekolah wanita di daerah lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Potret pola asuh orangtua masa kini&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita lihat fenomena sosial dalam lingkup yang lebih kecil, keluarga. Peran orangtua sangat vital terhadap pendidikan anak. Ibu merupakan lembaga pendidikan pertama dan ayah sebagai penunjang pendidikan, kedisiplinan serta sosok panutan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Potret pengasuhan orangtua masa kini lebih dipercayakan pada baby sitter sebagai pendamping anak-anaknya. Sementara mereka sibuk dengan urusan pekerjaan. Selama satu hari penuh mereka mempercayakan anaknya pada pengasuh yang rata-rata berpendidikan dasar. Tak sedikit, ayah ibu yang berprofesi sebagai pendidik, pengusaha sukses dengan pendidikan yang tinggi, tapi anak mereka dipercayakan pada pengasuh yang mungkin SD pun belum lulus. Lebih miris lagi, sang pengasuh malah "mempercayakan" anak majikannya pada televisi yang notabene bisa membuat anak diam dan betah berjam-jam menontonnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Fenomena unik lain, beberapa kali saya memergoki seorang ibu yang lebih asyik bermain dengan ponsel daripada bermain atau sekadar ngobrol dengan anaknya. Hingga di Jakarta seorang ibu meninggalkan anaknya bermain di balkon rumah, hanya untuk pergi ke warnet. Anaknya jatuh dan meninggal. Peristiwa ini menajdi berita utama di media.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya adalah kurang peka dan kurang siapnya ibu dalam mendidik anak. Ketiadaan waktu komunikasi antara orangtua dan anak membuat sang anak mencari katarsis lain. Tak heran jika anak lebih sering bergaul dengan kawan-kawan gengnya, berkerumun di warung internet, menyibukkan diri dengan game online, dan katarsis lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kekuatan cinta&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hal mendasar apa yang membuat Dewi Sartika memiliki impian dan kekuatan untuk menerobos keterpurukan wanita saat itu? Tak lain kekuatan cinta. Cintanya akan pendidikan. Cintanya akan terwujudnya generasi Hawa yang lebih baik. Cintanya melihat perempuan-perempuan yang beradab dan terhormat. Perempuan yang kaya akan pengetahuan, keterampilan, dan berdaya untuk memberikan kontribusi yang terbaik untuk bangsa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kekuatan cinta pulalah yang seharusnya menjadi motivasi orangtua untuk memberikan yang terbaik pada anak. Bukan hanya soal materi dan pendidikan (sekolah), melainkan kasih sayang dan panutan. Setiap anak merindukan sosok idolanya sebagai contoh. Orangtua adalah lingkungan terdekat bagi mereka. Apa jadinya jika seharian anak hanya dekat dengan pengasuh atau televisi yang tontonannya pun kita enggan melihatnya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menghadirkan anak memang mudah, namun mendidiknya bukanlah hal mudah. Sosok ibu sangat penting dalam pendidikan anak sejak dalam kandungan. Membacakan ayat-ayat suci Alquran, sesekali membacakan buku cerita, seringnya mengajak anak berbicara dan membelainya akan memberi stimulasi yang baik. Ibu pun dapat melahap berbagai ilmu tentang parenting (pola pengasuhan anak yang baik), kesehatan anak, dan lainnya. Ini semua akan berguna. Hingga saat sang anak sudah nyata ada, kita tak lagi kerepotan mengurusi karena sudah dibekali ilmu. Saat sang anak mulai bertumbuh, ini saatnya orangtua mempraktikkan ilmu yang selama ini dimiliki sehingga terbentuk proses dari "tahu" jadi "mampu".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sekali lagi, ini semua kekuatan cinta. Cinta yang membuat orang tak mampu jadi berdaya. Yang awalnya tak mau jadi mau. Cinta memiliki kekuatan tersendiri yang membuat Dewi Sartika, di tengah keterbatasannya mau dan mampu mendirikan sekolah untuk kaum Hawa. Maka dengan kekuatan cinta itulah, kita sebagai ibu memberikan waktu terbaik, kasih sayang terbaik, didikan terbaik untuk anak kita. Sebagai bapak kita memberi nafkah yang terbaik, waktu yang berkualitas, menjadi pendengar dan teman terbaik dibandingkan teman-temannya di luaran. Bukankah indah jika melihat anak kita tumbuh dengan kesuksesannya? Berkat siapa? Berkat Tuhan dan kita, orangtuanya. (Anggota Forum Lingkar Pena Bandung Trainer, terapis hipnoterapi dan praktisi EFT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galamedia, 24 Desember 2010&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-1440861071603054677?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/1440861071603054677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=1440861071603054677' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1440861071603054677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1440861071603054677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/semangat-cinta-dewi-sartika-dalam.html' title='Semangat Cinta Dewi Sartika dalam Pengasuhan Anak'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-1338685400228338145</id><published>2011-08-26T09:57:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:36:40.363-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Refleksi 22 tahun : Impian akan Kematian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-xeSK9Zxi5xo/Tlihjg_DEOI/AAAAAAAAADQ/iTWg-0CiZkU/s1600/crying-rain-water-puddle.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-xeSK9Zxi5xo/Tlihjg_DEOI/AAAAAAAAADQ/iTWg-0CiZkU/s320/crying-rain-water-puddle.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5645439764430786786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bismillah..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mungkin kita jengah dengan kata ini. Mati. Sesuatu hal yang mungkin kita enggan bahas. Bahkan kita –saya khususnya- takut jika ada yang bilang “Kalo ada umur”, dan kalimat-kalimat lain yang seolah mengingatkan kematian. Terlepas dari itu, kematian adalah kepastian. Tanpa mengalami “mati” takkan pernah kita bertemu dengan Sang Cinta yang amat kita Rindukan. Kematian adalah pasti. Tanpa melewatinya surga takkan pernah kita tahu rupanya. Begitu juga neraka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ngapain sih ngomongin kematian segala. Toh, umurmu kan baru 22 tahun. Berkisahlah tentang cita atau cinta. Berceritalah bagaimana indahnya mempersiapkan pernikahan atau indahnya impian daripada perencanaan kematian. Bukankah banyak hal lain yang lebih penting untuk dibahas, daripada kematian”. Begitu kata ego saya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya, memang benar indah jika kita bicara soal cita atau cinta. Bicara pendamping yang didamba, pernikahan yang menjadi impian kita. Tapi, bukankah itu belum pasti? Bukankah kita masih buta akan masa depan kita? Bukankah kita begitu lemah karena belumlah tahu misteri masa depan kita sendiri. Hingga untuknya pun, kita selalu meminta pada Penguasa masa lalu dan masa depan, akan kebaikannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bukan sahabat, bukan maksudku untuk meluruhkan cita, impian dan asa kalian. Seperti kata Arai, bermimpilah! Maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu. Ciptakanlah capaian yang tinggi, tapi ingatlah bahwa taksemua citamu bisa kau dapat. Saya pun punya impian. Dan salah satunya, adalah kematian yang saya cita-citakan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Betapa indahnya, saat meninggal kita tengah mengerjakan amalan yang amat kita cintai. Seperti Alm. Ustad Rahmat Abdullah. Ketika wafat beliau tengah syuro (rapat). Dan selepas berwudhu, beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Alm. Ida Kusumah yang meninggal saat melangsungkan amalan tercintanya, acting. Sahabat, ingin meninggal dalam keadaan sepeti apa? Tengah melakukan apa?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang guru saya bilang, bahwa kematian seseorang dan kehidupan setelahnya ditentukan dari ayat Al-Quran terakhir yang ia baca. Dan mengalirlah cerita darinya. Seorang ikhwan alumni ITB yang begitu aktif dan sholeh. Saat itu, ia dan ayahnya akan mudik ke kampungnnya di Jawa Tengah. Berboncengan motor, mereka melintasi jalanan. Namun, Allah berkehendak lain saat motor yang dikendarainya kecelakaan. Sang ayah tewas seketika. Dan ikhwan sholeh itu meninggal saat dilarikan ke rumah sakit. Rekan sang ikhwan pun melihat isi kantong almarhum. Betapa indahnya, saat melihat salah satu isinya adalah Al-Quran plus terjemahan. Dan dirunut, surat terakhir yang ia baca adalah At-Takwir. Subhanallah. Sahabat, surat mana yang mau sahabat pilih nanti?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Teman sejati adalah ia yang selau ada saat kita bahagia pun saat kita sedih. Guru saya bilang, teman sejati kita nanti bukan orang tua kita, bukan kakak atau adik kita, bukan kakek nenek, pun bukan pendamping kita. Sahabat sejati kita nanti adalah Al-Quran. Di bumi ia mendamaikan hati, di alam kubur ia laksana dian penerang, dan di yaumul hisab ia adalah saksi dan pembela kita. Dia pun yang akan mendekatkan kita dengan Allah dan Rasulullah. MasyaAllah, sudah terjalin seerat apa hubungan kita dengan Al-Quran??&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Milad ini adalah sarana untuk saya introspeksi diri. Sudah punya bekal apa? Mau meninggal dengan amalan baik apa? Sudah sedekat apa dengan Quran? Ah, lagi-lagi saya merasa miskin amalan dan kaya dosa. MasyaAllah..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semoga tulisan ini bermanfaat. Dan semoga sahabat berkenan memberikan kesaksian untuk saya di yaumul hisab. Ya Tuhan kami maafkanlah kami, ampuni kami, dan kasihanilah kami. Sesungguhnya hanya Engkau sebaik-baik Penolong kami…(QS. Al-Baqarah: 286)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;RBC, Saat usia 22 tahun 8 hari..&lt;br /&gt;-adenyando-&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-1338685400228338145?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/1338685400228338145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=1338685400228338145' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1338685400228338145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1338685400228338145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/refleksi-22-tahun-impian-akan-kematian.html' title='Refleksi 22 tahun : Impian akan Kematian'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-xeSK9Zxi5xo/Tlihjg_DEOI/AAAAAAAAADQ/iTWg-0CiZkU/s72-c/crying-rain-water-puddle.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-85794870245684155</id><published>2011-08-26T09:56:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:36:40.363-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Namanya Zelfan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-3aBlbUzusuU/TliihCcPfCI/AAAAAAAAADY/ivH_Hrovefg/s1600/IMG0534A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-3aBlbUzusuU/TliihCcPfCI/AAAAAAAAADY/ivH_Hrovefg/s320/IMG0534A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5645440821383625762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya Zelfan. Sama seperti bayi-bayi lain. Ia takbisa memilih dimana dan dari rahim siapa ia dilahirkan. Takkan pernah bisa. Sama seperti kita. Aku dan kau, sahabat. Zelfan takbisa meminta pada Tuhan untuk lahir di rumah sakit mewah atau rumah bersalin elite. Ia pun takpernah bisa memilih dari rahim ibu mana ia dilahirkan. Ibu yang lembut dan penuh kasih saying, atau ibu yang melahirkannya karena bentuk keterpaksaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namanya Zelfan. Sama seperti bayi-bayi lain. Ia takbisa memilih dimana dan dari rahim siapa ia dilahirkan. Ahad siang itu terik. Mentari membakar aspal terminal hingga melepuh. Seorang ibu muda terhuyung dalam angkot. Sementara penumpang lain sudah turun, ia enggan. Ia menggigit bibir menahan nyeri. Rasa mulas yang membelit perutnya. Dari pakaiannya takterlihat bahwa ia tengah hamil 38 minggu. Sudah waktunya. Tapi lihatlah, ini angkot bukan rumah bersalin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namanya Zelfan. Sama seperti bayi-bayi lain. Ia takbisa memilih dimana dan dari rahim siapa ia dilahirkan. Sang sopir angkot menghardik ibu muda itu. Benaknya bertanya-tanya mengapa sang ibu tak turun-turun. Dilihatnya keringat sebesar biji jagung mengalir dari kening sang ibu. Dipegang perutnya menahan mulas. Wah, ada yang gawat pikirnya. Sang supir berlari meninggalkan perempuan  25 tahun itu meringis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namanya Zelfan. Sama seperti bayi-bayi yang lain. Ia takbisa memilih dimana dan dari rahim siapa ia dilahirkan. Sang sopir angkot gelagapan. “Aya nu rek ngajuru! Aya nu rek ngajuru!”. Teriaknya ke seantero terminal. Kawan-kawan seperangkotan ikut merubung. “Dimana?”. Berduyun-duyun mereka mengekor langkah sang sopir. Ibu-ibu warga sekitar tak kalah heboh. Langkah mereka menyatu dengan lepuhan aspal terminal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namanya Zelfan. Sama seperti bayi-bayi lain. Ia takbisa memilih dimana dan dari rahim siapa ia dilahirkan. Takkan pernah bisa. Rombongan penasaran itu menyaksikan detik memilukan. Sang ibu yang kesakitan. Celana jinsnya yang basah. Air ketubannya sudah pecah. Biasanya tak lama akan muncul lendir darah. Sudah waktunya. “Tos weh candak ngangge taksi ka RBC!” seorang ibu memberi ide. Taklama sang ibu hamil diboyong menuju taksi. Sang ibu pencetus ide sekaligus member RBC (Rumah Bersalin Cuma-Cuma) mendampingi. Pun suaminya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namanya Zelfan. Sama seperti bayi-bayi lain. Ia takbisa memilih dimana dan dari rahim siapa ia dilahirkan. Takkan pernah bisa. Sepanjang jalan menuju RBC, sang ibu hamil makin lemas. Kepala bayi makin mendesak ingin keluar. Nafasnya sudah tersengal-sengal. RBC sudah tak terlalu jauh. “Bu, tahannya bu! Tarik nafas. Sakedap deui dugi!”. Sang ibu pencetus ide mencoba menenangkan. Suaminya yang duduk di samping supir takkalah panik. “Enggalan, pir! Tos bade babar yeuh!”.&lt;br /&gt;Namanya Zelfan. Sama seperti bayi-bayi lain. Ia takbisa memilih dimana dan dari rahim siapa ia dilahirkan. Takkan pernah bisa. Tepat di depan halaman RBC taksi itu diparkir. Sang ibu sudah kepayahan untuk berjalan. Dokter dan bidan berdatangan membantu persalinan. Taksempat ibu itu beralih ke ranjang yang lebih layak. Sang bayi ingin segera keluar. Walhasil ia dilahirkan di sebuah taksi. Tempat lahir yang takbisa ia pilih sebelumnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namanya Zelfan. Sama seperti bayi-bayi lain. Ia takbisa memilih dimana dan dari rahim siapa ia dilahirkan. Takkan pernah bisa. Sang ibu mendapatkan perawatan nifas di RBC. Taklama, ia memaksa untuk pulang. Pertanyaannya, mau pulang kemana? Bukankah dia seorang musafir. Bukankah ia tersesat di belantara terminal dalam kondisi akan melahirkan. Takmembawa barang apapun atau uang sepeser pun. Lalu mau pulang kemana? Dan bagaimana dengan bayi laki-lakinya ini?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namanya Zelfan. Sama seperti bayi-bayi lain. Ia takbisa memilih dimana dan dari rahim siapa ia dilahirkan. Bayi mungil itu berkulit putih. Hidungnya mancung. Ganteng sekali. Mirip dengan ibunya. Cantik tanpa sapuan bedak dan make up. Sejak lahir, tak setetes pun ASI ibunya berikan. Bayinya  merengek kehausan. Sebotol susu sapi meredakan tangisnya sementara. Ia lahap karena kelaparan. Sedang ibunya gusar. Ia ingin hengkang. Ia ingin pulang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namanya Zelfan. Sama seperti bayi-bayi lain. Ia takbisa memilih dimana dan dari rahim siapa ia dilahirkan. Takkan pernah bisa. Zelfan menangis kian keras. Namun taksedikit pun tangisanya menyentuh nurani sang ibu. Meski hanya sekedar pelukan atau kecupan. Taksedikit pun. Sang ibu bersikeras ingin pulang ke kampungnya. Ia ingin pulang sendirian. Padahal belum usai masa nifasnya. Ia tetap berkeras. Lalu bagaimana dengan dengan Zelfan? Bagaimana dengan bayi mungilnya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namanya Zelfan. Sama seperti bayi-bayi lain. Ia takbisa memilih dimana dan dari rahim siapa ia dilahirkan . Takkan pernah bisa. Nasibnya kian tak jelas. Ibunya tak mau membawanya pulang. “Tos weh candak. Pasihkeun ka saha weh nu hoyong.” kata sang ibu ringan. Nadanya seperti dengan ikhlas memberi barang saja. Hey, ini seorang bayi bukan barang. Bayi yang lahir membawa masa depan bukan barang mati yang bisa dibuang kapanpun dan dimanapun. Nampaknya sang ibu tak bergeming. Akhirnya setelah berembug, para sopir angkot dan pemuda setempat patungan uang. Uang ini akan dijadikan ongkos sang ibu pulang ke kampungnya. Ibu itu gegas pergi dengan santai. Lalu bagaimana dengan Zelfan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namanya Zelfan. Sama seperti bayi-bayi lain. Ia takpernah bisa memilih dimana dan dari rahim siapa ia dilahirkan. Takkan pernah bisa. Beberapa hari setelah dilahirkan, ibu angkat Zelfan datang ke RBC. Ibu angkatnya adalah sang ibu pencetus ide  itu. Bahkan nama yang Zelfan yang tersemat untuk lelaki mungil itu, ia yang memberi. Ia memutuskan untuk mengurus bayi lelaki malang itu. Batinnya terketuk. Beberapa bulan yang lalu bayinya meninggal dalam kandungan. Kehadiran Zelfan menghapus sedihnya. Kini, ia dan suaminya yang merawat Zelfan. Namun, bayi mungil itu sakit. Ia mengalami diare. Ini mungkin karena susu sapi yang dikonsumsinya. Semacam alergi laktosa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namanya Zelfan. Sama seperti bayi-bayi lain. Ia takpernah bisa memilih dimana dan dari rahim siapa ia dilahirkan. Takkan pernah bisa. Keesokan harinya sang ibu angkat membawa Zelfan kembali ke RBC. Ia meminta rujukan. Diare Zelfan menghebat. Kini ditambah turgor kulit yang menurun. Ubun-ubunnya mulai cekung. Lengkap sudah penderitaan Zelfan. Bayi merah itu ditinggal ibu kandungnya, dan kini harus dirujuk ke rumah sakit karena alergi susu sapi. Seandainya sang ibu kandung mau berbaik hati memberikan ASInya untuk darah dagingnya itu, mungkin hal ini takkan terjadi…&lt;br /&gt;Sahabat, mohon doanya untuk Zelfan ya..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam gerimis yang romantis, 6 Dzulhijah 1431 H&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-85794870245684155?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/85794870245684155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=85794870245684155' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/85794870245684155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/85794870245684155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/namanya-zelfan.html' title='Namanya Zelfan'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-3aBlbUzusuU/TliihCcPfCI/AAAAAAAAADY/ivH_Hrovefg/s72-c/IMG0534A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-6497915921070287400</id><published>2011-08-26T09:55:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:33:26.897-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepenggal cerita'/><title type='text'>Sebuah Cerpen : Flamboyan</title><content type='html'>Senja itu cuaca mendung. Awan berkumpul menbentuk kawanan hitam menaungi sepanjang jalan yang kulewati. Menjelang hujan di sore hari suatu yang indah bagiku. Berpayung dalam cuaca hujan amat kurindu. Apalagi kalau beli gorengan hangat, nikmat rasanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Angin semilir menyapa rambutku, membuat helaiannya berderai satu-satu. Ah, sore yang kurindu. Jalan terasa lengang kini. Mungkin orang-orang malas ke luar rumah saat cuaca tak bersahabat ini. Siapa bilang tak bersahabat! Suasana kala hujan kan turun ini amat kutunggu. Rasanya romantis. Apalagi kalau ditemani sang kekasih. Ah, melantur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Angin semakin bertiup kencang. Aku mulai kedinginan. Namun, badanku telah terbungkus jaket wol hitam tebal ditambah sebuah syal merah makin hangatkan leherku. Entahlah akhir-akhir ini cuaca amat dingin. Malah-malah aku sering beser karena kedinginan. Namanya juga respon fisiologis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kembali ke cerita, aku masih berjalan sendirian di atas trotoar yang pemandangannya semrawut oleh para pedagang. Beda dengan jalanan Bandung tempo dulu yang indah terawat. Penuh dengan bunga dan rimbun pepohonan. Tapi aku tak terganggu. Toh mereka juga mencari uang buat hidup dan halal pula yang mereka kerjakan. Namun pemerintah dan masyarakat seolah sangat terganggu dengan hal itu. Alasannya tak jauh dari mengganggu ketertiban, keindahan kota, dan sebagainya. Hematku, jika ingin diamankan sebaiknya sediakanlah dulu lapangan kerja pengganti untuk para pedagang itu. Jangan asal gusur, kan sama-sama cari uang buat makan. Meminjam istilah Gus Dur, gitu aja kok repot!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pandanganku dari trotoar yang semrawut kini kuganti dengan pohon-pohon yang menjulang di sepanjang jalan. Waw! pohon-pohon itu mungkin sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun. Mungkin  pohon ini yang membuat Bandung dulu dijuluki sebagai Kota Kembang. Deretan pohon itu tingginya menjulang kira-kira 12 meter. Kulit batangnya yang licin sudah banyak yang terkelupas. Warnanya coklat kelabu. Akarnya terlihat begitu kuat mencengkram trotoar jalan. Badan trotoar tampak terangkat olehnya seolah membuat retakan besar hasil gempa. Pohon dengan cabang banyak ini serupa payung raksasa. Aku dinaunginya. Daun majemuk dan rapat membuat nyaman. Warnanya hijau muda hingga hijau tua cerah, kaya akan klorofil. Bentuknya seperti pakis, ringan dan lembut. Tampak gemulai dibelai angin. Perlahan berjatuhan dari tangkainya.&lt;br /&gt;Namun yang membuatku lebih kagum, pohon itu berbunga. Bunganya besar persis seperti anggrek. Warna merah jingga hingga merah tua membuatnya makin eksotik saja. Ia mekar dalam sebuah kumpulan padat dan rapat. Kalau orang Sunda bilang raranggeuyan. Harum pula baunya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kekagumanku memuncak ketika aku tengadah. Menyaksikan lebih detail pohon nan eksotik ini. Pohon yang menjulang dihadapanku, menyuguhi pemandangan yang luar biasa. Bunga-bunga jatuh berguguran diterpa angin semilir. Melayang-layang dalam buaian angin bak selendang mayang yang turun dari kahyangan. Berserakan di trotoar dan badan jalan dengan warna jingga mencoloknya. Adegan ini persis di film India. Kala sang aktor atau aktris membenamkan tubuhnya dalam lautan bunga warna-warni. Rasanya aku mau dibenamkan juga. Sebuah romantisme yang sublim.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pohon ini seolah mengeluarkan daya magis yang amat. Menyihirku dalam romantisme yang menyengat. Romantisme yang melumuri seluruh dinding hatiku menjadi jingga warnanya. Romatisme yang membuatku mematung, membatu. Romatisme yang meracuni syaraf-syaraf di otakku seperti bisa ular yang bercampur dalam aliran darah dan membuat lumpuh akralku. Beku. Membenamkan aku dalam pusaran romantisme yang berputar dahsyat dalam otakku. Darah di ubun-ubunku terasa mengelegak. Seluruh isi kepalaku dipenuhi nuansa merah jambu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku mulai jatuh cinta pada pohon ini. Namun nama pohon ini seakan membayang berwujud pertanyaan. Rasa penasaran mulai menekan-nekan dinding hati terdalam. Pertanyaan dalam otakku berjejal-jejal ingin keluar. Isi mulutku tak kuasa untuk menyampaikan kata-kata tanya. Pohon ini membuat aku kaku. Membisu. Tak pernah kutemui pohon sesakral ini sebelumnya. Tiba-tiba seorang pak tua datang menghampiriku yang masih membatu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;            "Kenapa neng, kok diem aja?"&lt;br /&gt;            "Po-hon-nya pak ?!"&lt;br /&gt;            "Oh, ini mah pohon flamboyan, neng. Tapi sayang besok mau di tebang."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tiba-tiba romantisme yang awalnya membumbung kini melenyap. Sereset bambu serasa tercekat di tenggorokanku. Perlahan kutatap pak tua disampingku. Pandanganku kuyu, melihat pak tua itu hendak berlalu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Senja itu&lt;br /&gt;Flamboyan berguguran&lt;br /&gt;Seorang dara memandang&lt;br /&gt;Terpukau...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Satu-satu&lt;br /&gt;Daunnya berjatuhan&lt;br /&gt;Berserakan di pangkuan bumi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bunga flamboyan itu diraihnya&lt;br /&gt;Wajahnya terlihat sayu&lt;br /&gt;flamboyan berguguran&lt;br /&gt;berjatuhan, berserakan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sejak itu sang dara berharapkan&lt;br /&gt;Esok lusa kan bersemi kembali..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Bunga Flamboyan oleh Bimbo)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Dalam romantime flamboyan) Bandung, 040209&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-6497915921070287400?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/6497915921070287400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=6497915921070287400' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/6497915921070287400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/6497915921070287400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/sebuah-cerpen-flamboyan.html' title='Sebuah Cerpen : Flamboyan'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-1388824011332694278</id><published>2011-08-26T09:53:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:36:40.364-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Menciptakan Keajaiban!</title><content type='html'> “Kehidupan dapat dilihat dari dua sisi. Pertama, melihat semua kejadian sebagai hal normal adanya dan menganggapnya biasa-biasa saja. Kedua, melihat semua kejadian sebagai keajaiban-keajaiban yang Tuhan ciptakan untuk kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat quote itu, saya memilih yang kedua. Saya setuju, bahwa kejadian-kejadian yang saya alami adalah campur tangan yang Maha Kuasa. Dan saya baru sadar, bahwa saya hidup diantara keajaiban-keajaiban itu. Subhanallah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keajaiban itu bermula saat secara tidak sengaja saya bertemu guru ngaji saya. Beliau dulu yang mengajarkan saya menulis kaligrafi. Saat itu beliau sedang belanja. Saya yang sedang berjaga di kios bapak, menghampirinya. Berniat silaturahim maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir bertemu, saat saya kelas 3 SMP. Takada yang berbeda dengan fisik beliau. Kecuali badannya yang sedikit berisi. Maklum sudah jadi ayah dari 2 orang anak. Obrolan kami bergulir. Dari kegiatan kuliah saya yang baru usai, hingga rencana saya ke depan. Jujur saat itu saya sedang bingung mengenai pekerjaan. Keputusan saya untuk menunda profesi membuat saya memutar otak untuk mencari kegiatan lain selepas kuliah. Ya apa lagi kalau bukan kerja. Lulus sudah, terus tinggal kerja, dan...^^ v&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, beliau berprofesi sebagai terapis. Terapis akupuntur tepatnya. Ia mengajak saya untuk belajar akupuntur. Setelah beberapa kali konsultasi, tak hanya ilmu akupuntur yang saya dapat. Berbagai hal. Salah satunya ilmu sedekah. Amal yang sering saya dengar dari seorang ustadz kondang yang terbukti mendatangkan keajaiban. Meski dari seorang ustadz termahsyur, belum cukup membuat hati saya tergerak untuk melakukan amal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalo mau dapet kerja, sedekah geura!”. Begitu petuah ajaib itu muncul dari bibir guru saya. Saya terima dengan anggukan kepala. Kemudian mengalirlah ceritanya. Dulu beliau hanya guru ngaji biasa. Kemudian seseorang mengajaknya untuk belajar akupuntur. Ia pun belajar bermodalkan beasiswa. Walhasil kini ia sudah memiliki kurang lebih 500 pasien. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan terjal menghiasi perintisan usahanya. “Pertama, Bapak cuma dibayar 25 ribu. Malah kadang-kadang ada yang ngga bayar. Tapi Alhamdulillah dari situ, rizki mah ngalir weh..! Dulu bapak kemana-mana pake sepeda. Sekarang Alhamdulillah kebeli motor” paparnya. Saya lihat motor hitam mengilat itu bertengger di parkiran. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa rahasianya? Ternyata sedekah sahabat. Beliau tidak khawatir Allah akan menahan rizkinya. Karena menurutnya, selama manusia masih bernafas rizkinya selalu mengalir. Dan setelah tutup usia barulah rizkinya di dunia habis. Beliau pun takkhawatir jika setelah sedekah, hartanya akan berkurang. Karena dia yakin bahwa Allah akan mengganti dengan yang lebih banyak. Bahkan sepuluh kali lipat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali ia sempat menerapi pasien. Sayangnya, pasien itu kurang mampu. Maka, ia pun mengikhlaskan biaya terapi yang 30 ribu itu. Ia niatkan untuk sedekah. Nah, sebagai gantinya Allah memberikan 10 kali lipat. Uang 30 ribu itu diganti 300 ribu lewat satu pasien lainnya. Maha Suci Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ, hati saya tergerak untuk melakukan hal yang sama. Saya memulainya. Dan, percaya ngga percaya it’s work, sahabat! Saya yang saat itu galau karna tak kunjung dapat kerja, kini bisa merapat ke perusahaan yang awalnya menolak saya. Di satu siang yang ajaib menuju Jatinangor, saya ditelpon pihak HRD untuk menghadap. Tanpa ba-bi-bu sang manajer mengesahkan saya jadi bagian dari perusahaan. Subhanallah.. Nikmat Tuhan-mu yang mana yang kan kau dustakan? (QS. Ar-Rahman). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu serentetan tawaran kerja mengalir pada saya. Ada yang menawarkan magang di RS langganan belanja bapak saya, ada yang menyarankan melamar di klinik universitasnya bekerja, bahkan ada yang mengajak ke Saudi. Pun keajaiban-keajaiban lain datang bertubi-tubi. Dan saya semakin tercengang dengan apa yang Allah perbuat pada saya dan keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain keajaiban materi, non materi lebih penting. Sahabat mungkin pernah merasakan betapa bahagianya bisa menolong orang. Meski dengan uang yang tak seberapa. Tapi ketentaraman dan kebahagiaan batin takbisa dipungkiri. Memang benar apa kata Abi Pepeng. “Kebahagiaan akan terasa jika ia dibagikan”. Jika sahabat ingin bahagia maka berbagilah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah,“Belilah olehmu kesulitanmu dengan sedekah”. “Obatilah penyakitmu dengan sedekah”. Dengan sedekah semua akan berkah, insya Allah.. &lt;br /&gt;Jika kau ingin mendapatkan keajaiban-keajaiban dari Tuhan, maka ciptakanlah keajaiban itu dengan sedekah. Rizki, kesembuhan, kebahagiaan, kelapangan, bayar utang, pendamping hidup, kelancaran urusan, jemputlah ia dengan sedekah. Jangan lupa, sertai keikhlasan pula didalamnya. Jadikan sedekah sebagai tanda kesyukuran kita atas nikmat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesunggunya azab- Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim : 7).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selamat Menciptakan Keajaiban!&lt;br /&gt;Bandung, 14 Syawal 1431 H&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-1388824011332694278?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/1388824011332694278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=1388824011332694278' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1388824011332694278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1388824011332694278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/menciptakan-keajaiban.html' title='Menciptakan Keajaiban!'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-8241850436697394609</id><published>2011-08-26T09:50:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:36:40.364-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Skripsi..oh..Skripsi..</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas permintaan saudariku Indah Budiarti yang baik, dia ingin saya men-share-kan persiapan buat skripsi. Semoga bermanfaat ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah empat tahun kita kuliah, akan ditutup sama yang namanya skripsi. Sama halnya dengan KKN, skripsi juga akan menguras banyak tenaga, waktu dan uang terutama. Jadi kalo kita udah berikhtiar sekuat tenaga, masak mau hasilnya biasa-biasa aja? Kalo bisa dapet A, kenapa ngga?! (nantangin ceritanya )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emm..ada beberapa tips nih buat adik-adikku yang bakal menghadapi skripsi semester depan, cekidot!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.	Pilih tema ato masalah yang disukai. Kenapa? Karena kalo kita mengangkat tema yang kita minati, kita akan mengerjakannya dengan sepenuh hati. Perlu diingat yang kita cari adalah MASALAH bukan JUDUL. Belum tentu judul yang bagus, ternyata di lapangan ngga ada masalah tentang hal itu. So, lebih enak survey langsung ke lapangan. Gali masalah yang ada disana. Rajin-rajin main ke perpus baca skripsi orang, main ke rumah sakit, ato searching di internet (asal jangan kebanyakan main fesbuknya, hehe..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Terus, tentang jenis penelitian. Ada Kuantitatif dan Kualitatif. Pilihlah yang sesuai di hatimu. Jangan hanya ikut-ikutan temen. Misalnya ada yang lebih suka kualitatif (seperti saya). Meski beda dan jadi minoritas, karena memang pas di hati, saya melakukannya dengan riang dan sepenuh hati. Jadi tentuin pilihan hatimu (bukan masalah jodoh aja loh!)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Buat Deadline. Nah kalo udah tau apa yang mau digarap, kita buat deadline. Biasanya saya suka menargetkan satu minggu harus minimal satu kali ketemu dosen buat bimbingan. Karena percaya deh itu bakal ngaruh banget buat ngejaga semangat kita ngerjain skripsi. Terus biasakan, satu hari melakukan progress buat skripsi kita. Meskipun hal yang sepele. Misalnya hari Senin nyari masalah, hari Rabu kita studi pustaka, selanjutnya studi lapangan. Ato hanya revisi kata-kata di proposal juga, iseng-iseng bermanfaat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Silaturahim sama dosen. Yups, bina hubungan baik sama dosen juga perlu. Ngga harus dengan memberi ini itu. Bersikap baik lewat lisan dan perbuatan itu yang penting. Tunjukkan bahwa kita respek sama beliau. Dan tanpa beliau kita tak berarti apa-apa (bukan berarti bergantung sama dosen ya..tetep bergantung mah cuma sama Allah).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terkadang ngga semua orang dapet dosen yang “baik”. Nah, kalo yang dapet dosen yang kesannya “abiasa” ini merupakan tantanganbuat kita. Kalo dosennya super sibuk, kita bisa janjian lebih intens. Ini juga memacu kita untuk bekerja sesuai deadline.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terkadang kita dapet dosen (dosen utama dan dosen pembimbing) yang berbeda pendapat tentang skripsi kita. Bisa disiasati dengan di“tabayun”-kan satu sama lain. Minta pendapat satu sama lain. Baiknya gimana?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. Tantangan yang berbeda-beda. Percayalah, bahwa kita punya tanjakan dan turunan yang berbeda-beda. Satu orang dengan yang lain masalahnya pasti beda (yaiyalah orang garapannya juga beda hehe..). Contoh masalahnya : belum dapet masalah skripsi, dosennya sibuk, perizinan rumah sakit lama, penelitiannya rumit, dll.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalo dipikirin mulu masalah akan tetap ada. Masalah ada untuk diselesaikan bukan untuk dipikirkan. Jadi inget kata-kata seorang sahabat, masalah itu bukan untuk diPIKIRIN tapi diLAKUIN! Biasanya dengan action, masalah akan menyingikir. Karena terkadang kita yang memperumit masalah kita sendiri. Misalnya, belum dapet masalah buat skripsi, ya dicari bukan hanya dipikirin.&lt;br /&gt;Yang terpenting bukan masalahnya, tapi gimana solusinya. Bukankah orang sukses itu adalah orang yang melihat solusi dibalik masalah? So, kamu orang sukses kan??:)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 5. Teori “Bakar Kapal”. Saya sering menyebutnya seperti itu. Terinspirasi dari seorang khalifah panglima perang yang membakar kapal agar pasukannya tak bisa kembali. Dan mau ngga mau mereka harus menang dalam perang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nah, saya praktikkan ini biasanya saat males. Contohnya, waktu itu saya males banget ngerjain Bab 4. Ditambah lagi computer rusak.Padahal udah satu minggu saya belum bimbingan. Jadi teknik “bakar kapal” ini saya praktikkan. Saya hubungi dosen, dan minta waktu bimbingan. Mau ngga mau kan saya harus ngerjain bab 4 tuh. Pokonya harus selese ngga tau gimana caranya. Sampe berhari-hari mantengin labkom ampe minjem laptop temen saya jabanin. Percayalah, There is a will there is a way. So, Jangan Ragu untuk Membakar Kapalmu!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6. Bantuin temen. Ada hadist yang saya ngga terlalu hafal versi aslinya. Rasulullah bilang “Siapa yang membantu sudaranya, maka Allah akan membantunya”. Atau ayat Al-Quran yang memaktub “Barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan memudahkan urusannya”. (Ada yang tau surat apa??). Tapi nangkep kan point-nya??&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat skrispi kita terkadang lupa bahkan autis dengan dunia kita sendiri. Istilah kerennya mah individulistis. Terkadang ada yang sama sekali ngga aktif di organisasi dengan alibi skripsi (saya banget itu mah!). Tapi jangan sampe kita dialienasikan sama yang namanya skripsi. Perlu diingat, skripsi bukan sesuatu yang Wah! Hingga kita melupakan interaksi kita sama temen dan organisasi. Skripsi hanyalah satu fase yang harus kita jalani. Persis mata kuliah lain kayak KDM, Gadar, Kep, Jiwa dll. Jadi, kalo kuliah yang lain bisa, masak yang ini nggak?!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Owya, jangan lupa bantuin temen yang lagi kesulitan dan butuh bantuan. Misal bantuin penelitian (kuantitatif biasanya), hubungin dosen buat seminar ato sidang, penyedia konsumsi, dll. Siapa yang membantu, dia akan dibantu. Percayalah sudah jadi hukum alam kok!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7. Kuatkan Sinyal dengan Allah. Ngga bisa dipungkiri, skripsi adalah stressor. Yang bisa bikin kita Fight or Flight (hayo ini kerja system syaraf apa??). Ada yang akan berani melawan tantangan ini. Ada juga yang lari saat berhadapan yang namanya skripsi. Semua bergantung pilihanmu! Kalo saya sih pilih hadapi. Meski masalahnya terlihat besar , tapi yakinlah kita punya Yang Maha Besar. Allah Swt akan membantu kita setiap saat. Apalagi jika kita tingkatkan ibadah dan kedekatan kita padanya. &lt;br /&gt;Misalnya dengan sholat dhuha, tahajud, infak ato shodaqoh. Perbanyak doa untuk pribadi dan teman-teman kita pun jangan lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kan terasa lapang dengan kehadiran-Nya. Semua masalah akan terasa mudah jika kita hanya bergantung pada-Nya. Yakinlah setelah Tanjakan akan ada Turunan. Di setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Dan yakinlah Allah akan bersama kalian, selama kalian membersamai-Nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mungkin segitu dulu deh tips yang bisa saya kasih. Last but not least, I hope! Maaf jika ada salah-salah kata. Dan sengaja dibikn versi bahasa slebor biar ngga boring bacanya (saya harap gituh!).&lt;br /&gt;Saya yakin temen-temen bisa melalui yang namanya SKRIPSI. Kita aja bisa, masak kalian ngga?! (Sekali lagi nantangin..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa NYARI MASALAH, NGEJAR-NGEJAR DOSEN, BIMBINGAN, BIKIN PROPOSAL, SEMINAR, dan SIDANG itu terasa PAHIT??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena LULUS dengan Ipk CUMLAUDE, WISUDA dan SENYUM ORANG TUA kala melihat kita wisuda itu Begitu MANIS..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TETAP SEMANGAT ADIK-ADIKKU!!&lt;br /&gt;DOAKU BERSAMAMU…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menanti Mentari, 22 Ramadhan 1431 H&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-8241850436697394609?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/8241850436697394609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=8241850436697394609' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/8241850436697394609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/8241850436697394609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/skripsiohskripsi.html' title='Skripsi..oh..Skripsi..'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-1483956351589565320</id><published>2011-08-26T09:49:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:36:40.364-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Ramadhan Pertama</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan bercerita tentang Ramadhan saya pertama kali. Alhamdulillah (seharusnya istighfar ya..) sudah hampir 22 tahun saya hidup di dunia. Tentu sudah 22 tahun, bulan penuh rahmat ini saya lalui. Ini juga bukan tentang Ramadhan pertama saya bersama “siapa”. Karena belum ada yang mendampingi saya di bulan penuh cinta ini. Insya Allah ada masanya nanti..:)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Patut disyukuri, di awal bulan ini saya mendapatkan sebuah kesempatan. Kesempatan yang dulu saya lakukan setengah hati. Karena jujur saat kuliah hati saya terbagi, antara Bandung-Jatinangor. Kini setelah aktif lagi di Bandung, saya enggan lepas kesempatan ini (insya Allah). Kesempatan itu adalah mengisi kembali mentoring adik-adik SMA almamater saya. Saya percaya, Allah memberikan kesempatan ini untuk memuliakan saya. Pun sahabat jika memiliki kesempatan apapun itu, Jalankanlah dan Mulia-lah, insya Allah..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;First moment, bertemu lagi adik-adik, ada gugup yang hinggap. Sudah lama saya tidak mengisi mentoring. Meski setelahnya saya nyaman kembali. Suasana kembali cair. Kami berkenalan satu-persatu. Allah akan memuliakan majelis yang menyebut nama-Nya, melantunkan ayat-Nya. Dan dalam lingkaran kecil kami, ayat-ayat cinta-Nya mengangkasa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Secara keseluruhan, saya melihat ada binar antusias di mata adik-adik. Ada keinginan untuk menimba ilmu bersama. Pun saya. Dalam mentoring saya akan belajar banyak hal. Salah satunya pertemuan saya dengan seorang gadis anggota mentoring saya. Dia begitu melankolis dan kalem. Meski kadang-kadang narsis dengan humornya yang menggigit. Dia pun cantik dan lugu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seperti biasa, sebelum mentoring dimulai, kami membacakan ayat Al-Quran. Masing-masing mendapat giliran. Rata-rata bacaannya lancar. Namun lain dengan sang gadis yang satu ini. Awalnya ia mengaku belum bisa baca Al-Quran. Tanpa banyak komentar, saya pikir ya sudahlah mungkin belum begitu lancar atau malu barangkali jika diperhatikan banyak orang. Namanya juga permulaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pekan selanjutnya terjadi hal yang sama. Sang gadis belum juga mau untuk membaca saat ia dapat giliran. Saya makin berprasangka. Ya Allah,apa orang tuanya ngga pernah ngajarin anaknya ngaji ya? Kontras dengan saya yang dari umur tiga tahun, orang tua saya getol mengantar ngaji. Saya dimasukkan TKA-TPA. Belajar agama dari kecil membuat saya setidaknya mafhum. Meski saat ini saya baru sadar ilmu saya belum ada secuil pun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kembali pada sang gadis. Akhirnya di pertemuan kali itu terkuaklah misteri itu. Misteri yang awalnya saya sangkakan kesalahan orang tuanya kurang mempersiapkan ajaran agama sang anak. Ternyata eh ternyata, sang gadis seorang mualaf. Ia baru masuk Islam April lalu. Ibunya seorang muslim dan ayahnya Nasrani. Terlepas dari latar belakangnya, saya hanya memfokuskan pada keadaan sang gadis saja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jujur, saya belajar banyak dari saudari saya yang mualaf ini. Saya belajar betapa ia gigih mempertahankan agamanya di tengah keluarganya yang mayoritas non islam. Ia begitu taat menjalankan sholat, meski bacaannya belum purna. Pernah ia bercerita, “Teh, tadi saya sholat dhuha. Diajakin sama temen. Kan saya belum bisa, jadi nyontek dia aja..”. Duh Ya Allah, terkadang saya sendiri khilaf meluangkan waktu untuk bersyukur pada-Nya saat matahari sepenggalah naik itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di Bulan Ramadhan pertamanya ini, sang gadis kini rajin menjalankan sholat. Meski harus mencontek buku panduan dan membaca kalimat latinnya. Ia pun belajar membaca Quran. Masih Iqra satu sih,itu pun belum tamat. Tapi saya appreciate akan semangatnya. Dia mulai kritis dengan bertanya ini-itu seputar Islam. Guru, kakak kelas, dan teman-temannya turut membantu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sekilas saya terbersit ketaatan Nabi Ibrahim As saat ia mengetahui bahwa Allah-lah Tuhan-nya. Hanya Allah-lah Pemilik alam semesta. Semua yang ada di langit dan bumi tunduk kepada-Nya. Betapa taatnya beliau, hingga rela mengorbankan buah cintanya demi titah Tuhan.&lt;br /&gt;Saya mengurut dada melihat kesungguhannya untuk taat ajaran Allah. Saya tengok dalam diri saya. Duh, ternyata iman saya masih compang-camping. Padahal katanya sudah dari lahir beragama islam. Nyatanya ketaatan saya pada Tuhan patut dipertanyakan. Terkadang saya yang katanya “mafhum”, lebih sering tawar-menawar aturan dengan Allah. Astagfirullah, semoga Allah mengampuni..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sahabat mohon doanya untuk saudari kita itu. Semoga Allah selalu menguatkan hatinya, menjaga imanya dan melindunginya selalu di Jalan Allah. Semoga dia tetap istiqomah. Dan semoga kita selalu belajar untuk taat dan dijauhkan dari rasa ujub dan sombong yang mengerogoti rasa tunduk kepada Tuhan. Amin..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah Beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dengan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari Jalan Allah. Dan(Ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Anfal 46-47).&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bandung, 25 Agustus 2010&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-1483956351589565320?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/1483956351589565320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=1483956351589565320' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1483956351589565320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1483956351589565320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/ramadhan-pertama.html' title='Ramadhan Pertama'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-3589124456868006463</id><published>2011-08-26T09:48:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:35:49.154-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisikupuisimu'/><title type='text'>Maaf, Aku pergi! Mengejar Matahariku Sendiri</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sahabatku..setiap kita punyamatahari sendiri&lt;br /&gt;punya impian yang ingin diraih,&lt;br /&gt;punya asa yang ingin dicapai,&lt;br /&gt;meski tak akan selalu bersama&lt;br /&gt;Karena masing-masing kita punyatakdir yang berbeda&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cukuplah kebersamaan kita selamaempat tahun ini&lt;br /&gt;kusimpan rapi dalam laci memori&lt;br /&gt;agar tak tercecer apalagiterburai&lt;br /&gt;Hingga jika kuingin kalian hadir,&lt;br /&gt;Tak susahlah aku untuk sedikitme-recall dan memutar roll film&lt;br /&gt;kenangan indah kita&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sahabat, betapa aku merasa nyamandengan kau di kala dekat&lt;br /&gt;Airmataku kau ganti dengan tawayang gemuruh di selaksa jiwa&lt;br /&gt;Riuh hangat nasihatmu yang selalu mengisi rongga dadaku kala hampa&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sungguh aku pun memiliki impian sebagaimana kalian&lt;br /&gt;menggantang ilmu merawat insan lebih purna&lt;br /&gt;Namun, takdirku tak berkata demikian&lt;br /&gt;aku urung membersamai kalian menuntaskan&lt;br /&gt;satu tahun belajar di rumah kemuliaan&lt;br /&gt;Aku tak 'diizinkan' dulu untuk meraih apa yang kalian raih&lt;br /&gt;persis seperi Lintang (LaskarPelangi) yang mimpinya beradu&lt;br /&gt;dengan  kenyataan pahit seperti empedu ular&lt;br /&gt;seperti Baso (Negeri 5 Menara)yang asanya tersandung nurani hati&lt;br /&gt;mungkin Allah telah menyediakan matahari lain untukku&lt;br /&gt;matahari lain yang mungkinterbaik untukku&lt;br /&gt;matahari yang tak serupa denganapa yang kalian capai&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Matahari adalah matahari&lt;br /&gt;yang bintang&lt;br /&gt;yang tinggi&lt;br /&gt;yang mesti berlelah-lelah&lt;br /&gt;berpayah-payah untuk kitamenggapainya&lt;br /&gt;untuk kita bisa bersinarkarenanya..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sahabat berat sungguh pergi dari lingkaran kalian&lt;br /&gt;Beban sungguh tanpa tawa kalian&lt;br /&gt;tapi, doa ini akan senantiasa hadir dalam diamku untuk kalian&lt;br /&gt;semoga pun kalian tak luput membersamaiku dalam doa-doa yang kalian rapal&lt;br /&gt;sahabatku terkasih, maaf akupergi&lt;br /&gt;mengejar matahariku sendiri..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;yang tlah kau buat sungguhlahindah..buat diriku susah lupa..(Mantan Terindah- Kahitna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bandung, 040810&lt;br /&gt;Sahabatmu,&lt;br /&gt;Ade "ando" Fariyani&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-3589124456868006463?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/3589124456868006463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=3589124456868006463' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/3589124456868006463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/3589124456868006463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/maaf-aku-pergi-mengejar-matahariku.html' title='Maaf, Aku pergi! Mengejar Matahariku Sendiri'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-7229139260090057896</id><published>2011-08-26T09:47:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:36:40.365-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Astagfirullah, mereka dibilang “Ayam”!!</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad pagi saya diminta untuk mengisi pos tensi di acara Sekolah Ibu. Acara tersebut digelar di sekolah alam yang terletak di daerah Dago Pojok. Jujur saat itu pertama kali saya ke tempat tersebut. Untuk mencapai tempat tersebut biasanya memakai angkot Ciburial-Ciroyom agar satu kali naik. Ternyata setelah menunggu lama, angkot yang dinanti tak jua ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan lain untuk ke tempat tersebut, saya harus naik dua kali. Yakni angkot Sadang Serang-Caringin turun di Pasar Simpang Dago, kemudian dilanjut dengan Kalapa-Dago. Karna khawatir terlambat, akhirnya saya putuskan pilihan kedua saja. Tak lama angkot Sadang Serang-Caringin berwarna biru langit datang. Segera saya meluncur ke tempat tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lupa bahwa Ahad pagi di sepanjang jalan Dago diadakan Car Free Day. Dimana selama kurang lebih empat jam sepanjang jalan Dago ditutup untuk kendaraan. Tiap Ahad pagi, jalan tersebut digunakan untuk arena olahraga seperti jogging, jalan santai, senam, dan bersepeda. Ketika angkot yang saya tumpangi melintas di jalan Sumur Bandung kemacetan terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama setengah jam saya harus menunggu. Namun angkot yang saya tumpangi tak ada pergerakan sedikit pun. Saat itu hanya ada saya, Pak sopir, dan seorang penumpang laki-laki. Tiba-tiba dari sebrang jalan kami melihat dua orang gadis berambut panjang melintas. Perawakannya yang semampai makin aduhai dengan kaos ketat dan celana pendek yang dipakai. Di tangan mereka ada satu pak rokok putih. Saya taksir mungkin mereka adalah SPG (Sales Promotion Girls) dari produk rokok tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya dua gadis yang sensual itu mengundang pandangan lelaki. Tak terkecuali pak sopir dan penumpang angkot yang saya tumpangi. Tanpa sadar sopir angkot dan bapak penumpang berujar.&lt;br /&gt;“Eh, eh..aya ayam!”mata dua lelaki itu menyisir badan dua gadis yang aduhai.&lt;br /&gt;“Neng boleh beli rokoknya sebatang ngga??”tanya sopir angkot pada dua gadis itu. Setelahnya, mereka hanya terkekeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua gadis menghiraukan selorohan sepasang lelaki itu. Sedang saya hanya bisa menarik nafas dan mengurut dada melihat aksi dua lelaki tersebut. Ayam? Begitu rendahkan mereka hingga disamakan dengan hewan? Benak saya masih bingung, siapa sebenarnya yang harus disalahkan. Sepasang gadis atau dua lelaki genit itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya karena kemacetan yang kian menggila, saya putuskan untuk turun dari angkot dan berjalan menuju Pasar Simpang. Setelah sampai, saya naik angkot menuju Dago Pojok. Saya yang buta jalan menuju Sekolah Alam memaksa untuk bertanya pada warga sekitar. Mereka bilang “Neng jalan lurus terus, sampai mentok. Sekolah alam mah deket Curug Dago. Lurus weh terus.”&lt;br /&gt;Nyaris lunglai kaki saya mengetahui bahwa tempat yang saya tuju dekat dengan Curug Dago. Bisa dibayangkan, yang namanya curug alias air terjun jauhnya pasti minta ampun. Bakal naik-naik ke puncak gunung kayaknya, hiks..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tak seperti apa yang dibayangkan, setelah jalan lurus sampai mentok saya dapati tempat tersebut. Sekolah alam rupanya lahan dengan beberapa bangungan kelas bertingkat dari kayu dengan cat warna-warni. Sekelilingnya ada kolam ikan, sawah, ladang jagung, dan lapangan sepak bola. Ada pula ayunan, perosotan, dan mainan anak-anak lainnya. Tak seperti sekolah.Tempat ini nyaris seperti taman rekreasi yang akan membuat betah anak-anak bermain sambil belajar. Pilihan sekolah yang bagus untuk anak, pikir saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada undangan Sekolah Ibu, disana saya berkenalan dengan ibu-ibu alias ummahat. Meski ada beberapa orang yang masih lajang (termasuk saya), namun sebagian besar panitia adalah ibu-ibu. Di pos tensi saya berkenalan dengan seorang perawat lulusan SPK (Sekolah Perawat Kejuruan). Beliau sudah malang melintang di dunia keperawatan selama 25 tahun. Waw, hampir menyamai umur saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesi kami yang sama, membuat obrolan diantara kami terbuka. Beliau kini bekerja di sebuah &lt;br /&gt;puskesmas di Bandung. Darinya saya belajar banyak hal. Salah satunya beliau mengisahkan pengalamannya yang hampir sama dengan yang saya alami tadi pagi. Suatu hari ada seorang gadis yang berbodi seksi datang ke puskesmas. Mengapa dibilang seksi, karena saat datang berobat dia mengenakan tank top plus celana pendek. Otomatis dada, paha, dan betis siap jadi santapan mata orang. Dari hasil pengkajian, ternyata sang gadis berprofesi sebagai penyanyi klub malam. Pantas saja jika dia berpakaian demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu kembali berkisah,&lt;br /&gt;“Neng tau ga dia sakit apa?” saya menggeleng, “Sakit scabies, ararateul neng. Itu tangannya meuni merah-merah bengkak. Yaudah ibu kasih obat, da dokternya waktu itu ngga ada.”. Saya menjadi pendengar setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Neng tau ga pas dia pulang. Kan naik motor, pas naiknya aduh itu punggung. Mana duduknya ngegang deui. Duh, ibu teh cuma bisa istigfar weh neng sambil bilang ke petugas yang lelaki teh, “Udah yang gitu mah jangan diliat, Dosa!”” Lanjut sang ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginikah masalah umat? Tercerabutnya rasa malu dari diri. Saya tengok dalam-dalam dari saya. Adakah benar saya masih punya malu? Apakah benar saya masih punya iman? Bukankah malu sebagian dari iman? Duh, Ya Allah apa yang harus saya perbuat pada saudara saya itu, jika saya sendiri masih miskin rasa malu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Dhuha di Sekolah Alam&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-7229139260090057896?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/7229139260090057896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=7229139260090057896' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/7229139260090057896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/7229139260090057896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/astagfirullah-mereka-dibilang-ayam.html' title='Astagfirullah, mereka dibilang “Ayam”!!'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-8230420138790440992</id><published>2011-08-26T09:46:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:36:40.365-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Dari Balik Ruang Hemodialisa</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menyambung dari notes saya sebelumnya. Masih tentang skiripsi yang saya ajukan. Dan Alhamdulillah selasa kemarin sidang saya berjalan lancar. Berkat doa teman-teman semua tentunya. Kali ini saya akan berkisah tentang pelajaran apa saja yang saya serap di sana. Dari balik ruang hemodialisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, disana saya dapati seorang anak yang menggapai surga (insya Allah) dengan merawat ayahnya. Ya, ayah ibu tersebut telah menderita gagal ginjal kronis hampir satu tahun lamanya. Perjalanan cuci darah yang seminggu dua kali, cara memberi makan yang tak boleh sembarangan, memberi minum sesuai diet adalah jalan yang terjal baginya. Emosi ayahnya yang labil, kondisi yang tak stabil, harus ia lewati dengan kesabaran dan kepasrahan. Bukan hanya saat ini, tapi seumur hidup ayah beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ada lelah yang menggelayut, ada bimbang yang menganga, ada putus asa yang kerap mendera. Namun pahala Allah adalah obat mujarab penghapus deritanya. Senyum sang ayah adalah air kala dahaga. Melihat senyum tanpa rasa sakit sudah menjadi penawar saat sakit jantung sang ibu kumat. Ah, betapa indahnya birrul walidain yang ibu itu rangkai selama merawat ayahandanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, saya dapati surga pada keikhlasan para istri mendampingi suaminya kala tak berdaya. Meski kantung matanya menghitam melawan kantuk yang sangat. Raga yang sebenarnya renta untuk menghadapi masalah hidup sendiri. Namun ada keikhlasan saat mereka memapah sang suami masuk ruangan. Ada kesetiaan yang terpancar kala mereka menyeka keringat dan kotoran suaminya tersayang. Dengan ringan, tangan mereka tersedia saat suami meminta usapan kala mengeluh pegal, gatal, atau kesakitan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada telinga yang tak henti-hentinya tersedia saat keluhan meraja. Ada hati yang senantiasa lapang saat kebosanan enggan sirna. Ada samudra harapan yang terpancang dalam doa-doa. Meski tangis yang seringkali mengikis asa, namun keyakinan akan keajaiban Tuhan menghapus nestapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, saya banyak belajar dari seorang gadis yang terlalu dini mengemban sakit ini. Barulah 15 tahun usianya. Seharusnya masih duduk di bangku sekolah ia. Merancang impian dan angan hingga ke langit sana. Meski harapannya terkubur, ia tetap merasa mujur. Pernah suatu hari saya bertanya padanya, “Neng, minder ga sakit gini, ga bisa sekolah?”. Ia hanya menjawab pendek “Ngga, teh.”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ia mujur? Karena ia masih memiliki orang tua yang begitu sabar dalam duka. Ia memiliki hati yang mungkin terbuat dari permata, hingga kilaunya membuat saya belajar banyak hal padanya. Ketegarannya, ketabahannya menghadapi derita, tanpa lelah mempertahankan hidup. Kontras dengan remaja lain yang saya dapati di rehabilitasi jiwa. Hanya karena putus cinta hilang akalnya. Hanya karena patah hati, ingin bunuh diri. Gadis ini membuat mata saya terbuka bahwa mati itu pasti. Kini atau nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun, saya terinspirasi dari seorang janda beranak tiga. Sosok tabah terpancar dari sorot matanya yang ikhlas. Hampir tak ada guratan duka di wajahnya. Anak pertamanya, tumpuan hidupnya pada awalnya, divonis gagal ginjal kronis. Ketergantungan sang anak bertambah karena penglihatannya tak purna. Pembuluh darah matanya pecah. Hingga sang ibu harus memapah putranya kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegarannya meski tanpa suami disisi. Kegigihanya memperjuangkan hidup meski hanya berjualan penganan ringan ke sekolah-sekolah. Sikapnya yang supel dan ramah, membuat saya serasa menganggapnya seperti ibu sendiri. Terlebih, ia ingin dipanggil “Mamah” oleh saya. Ah, saya tak bisa mengelak permintaannya. Saya tersihir oleh kelembutan akhlak beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya wanita, lelaki pun mendapat porsi yang sama dalam menggapai surga. Saya dapati sesosok pemuda yang tetap gigih bekerja berdampingan dengan penyakit kronisnya. Meski impian untuk menikah harus ia elakan dahulu karena keterbatasannya, namun ia masih menjemput rizki Allah dengan semangat membara. Meski tubuh yang sebenarnya tak kuat bertahan lama saat sesak mendera, tak menyurutkan langkahnya untuk tetap berkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, ada para bapak yang begitu setia mendampingi istrinya. Meski sang cinta tak lagi muda, tak lagi elok wajahnya, tak kuat lagi raganya, bukan menjadi alasan untuk berpindah ke lain wanita. Sang bapak ada yang memapah istrinya yang tersedu karena belumlah menerima vonis berat itu. Ada pula yang amanah menjaga anaknya selama sang istri cuci darah tanpa gurat kecewa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling menyentuh saya, seorang lelaki paruh baya dengan gagahnya mendampingi sang istri saat anfalnya tiba. Digenggamnya tangan istrinya, didekatkannya bibirnya ke telinga pujaan hatinya sambil perlahan menalqinkan istigfar dan syahadat. Ada gurat kecemasan jika sang kekasih meninggalkannya segera. Ada kesedihan yang menggema. Meski hanya Allah-lah yang Tahu kapan waktu yang tepat untuk mengambil nyawa, ia tetap setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung,100710&lt;br /&gt;Semoga Allah memberi kemuliaan kepada mereka..&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-8230420138790440992?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/8230420138790440992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=8230420138790440992' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/8230420138790440992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/8230420138790440992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/dari-balik-ruang-hemodialisa.html' title='Dari Balik Ruang Hemodialisa'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-5890404022596408843</id><published>2011-08-26T09:45:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:36:40.366-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Yang Muda Yang Sehat (Tentunya)</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat apakah obat rindu itu? Ada yang bilang obat rindu adalah bertemu. Sejujurnya saya rindu, hingga saya ingin bertemu dengan sahabat sekalian lewat catatan ini. Ah, lama rasanya tak berbagi. Setelah menuntaskan deadline impian saya –skripsi-, saya rindu untuk menyapa sahabat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini catatan saya akan mengisahkan tak jauh dari skripsi yang saya ajukan. Tentang penyakit gagal ginjal kronis yang mewajibkan pasiennya untuk menjalani hemodialisa (HD). Hemodialisa atau dikenal dengan cuci darah adalah terapi satu-satunya sebagai pengganti fungsi ginjal yang rusak. Bayangkan sahabat, saudara kita, pasien HD menjalani ini seumur hidupnya. Subhanallah.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama bertemu lelaki itu,saat saya melakukan studi pendahuluan. Lelaki berperawakan sedang, berkulit coklat dan rambut gondrong sebahunya tengah asyik berjualan. Lelaki itu menjual pin dan mainan anak-anak di depan ruang HD. Kutaksir usianya sekitar 25 tahunan. Saya menatapnya lekat-lekat terlihat sehat walafiat. Ia khusyuk melayani pelanggan kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama, suster memanggil sebuah nama. Saya baru sadar bahwa sang lelaki adalah pasien HD juga. Padahal kutelisik dari roman mukanya ia nampak sehat. Dengan cekatan ia menuntaskan transaksi terakhir. Kemudian beringsut menuju ruangan. Dari pertemuan itu, saya tak lagi melihatnya. Hingga beberapa minggu saya kunjungi ruang HD tak ada wajah sang lelaki saya temui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba suatu masa, saat saya melakukan penelitan. Siang itu, saya asyik bercengkrama dengan pasien dan keluarga yang mengantarnya. Berbagi cerita dan pengalaman hidup yang mereka rasakan. Tiba-tiba datang dua orang pemuda. Satu orang nampak menaiki kursi roda. Badannya terkulai, pasi rona wajahnya. Sedang pemuda satunya, ternyata petugas RS yang membantu mendorong roda. Pemuda yang menaiki kursi roda, perlahan beranjak ke kursi tunggu. Tampak menopang badan sekuat tenaga dengan energinya yang tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yang saat itu tepat dihadapannya, belumlah berani menanyainya. Bukan hanya pucat, sang pemuda terlihat sulit untuk bernafas. Otot-otot pembantu pernafasan jelas terlihat. Nyaris seperti orang yang asma. Bedanya, tanpa bunyi mengi. Saya masih mengamatinya yang gusar. Perlahan direbahkan tubuhnya pada kursi putih panjang itu. Tak lama terlelap ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak saya menyelami bagaimana kehidupan pasien gagal ginjal yang tergantung dengan HD. Bagaimana saat terjadi anfal, hingga sesak nafas yang mendadak datang karena salah makan. Pasien gagal ginjal melakukan diet, sahabat. Tak ada sayuran hijau, tak ada tempe atau tahu, jika pun boleh hanya irisan kecil saja, tak boleh makan buah-buahan dan sebagainya. Yang lebih miris lagi, mereka hanya minum 500ml sehari. Mungkin hampir sama dengan 3 gelas dalam satu hari. Jika berlebih, maka tubuh akan bengkak, perut membuncit, dan nafas akan sesak oleh akumulasi cairan di paru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada sang pemuda, oh ya saya baru sadar. Ternyata sang pemuda itu adalah lelaki penjual pin yang saya temui pertama kali. Saya merasa pangling, karena rambutnya sudah rapi. Tak gondrong lagi. Kini, sang pemuda bangun dari tidurnya dan memilih untuk duduk. Saya masih tenggelam dalam pembicaraan yang mendalam. Tiba-tiba, Braaakkkk!! Tubuh sang pemuda jatuh dari tempat duduknya. Badannya terkulai lemah. Hampir saja kepalanya menyentuh lantai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para lelaki berhambur, ada juga yang panik dan memanggil suster. Kemudian dua orang suster datang dan menyuruh bapak-bapak untuk membawa sang pemuda ke dalam. Sang pria digotong menuju ruangan. Sejurus kemudian kepanikan mereda. Dan gemuruh tanya membahana di hati saya, ada apa dengan sang pemuda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisanya yang sesek, pingsan sampe ga sadar gitu mah karena banyak minum neng.” Kata lawan bicara saya seolah menjawab pertanyaan yang saya ajukan pada pikiran. “Atau juga karena makan pantangan makanan. Kalo si Aa itu mah sakitnya karena kebanyakan minum ex*** j*s*. Abis makan, minumnya itu terus, ngga minum air putih. Jadi weh ginjalnya rusak, padahal kan masih muda yah..”. Aku hanya menjadi pendengar setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, saya sengaja masuk ruangan untuk melihat kondisi sang pemuda. Belumlah siuman ia rupanya. Sedang para perawat masih sibuk memasangkan jarum di tangannya. Kemudian sambungan selangnya menuju alat hemodialisa. Perawat lain, memasang kanul oksigen karena ia kesulitan bernafas. Selama 4 jam, sang pemuda akan dicuci darahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, kejadian ini membuat saya tersadar akan betapa luar biasanya nikmat sehat itu. Terkadang saya sering telat makan, minum kalau pas haus, sering jajan junk food atau yang berpengawet, lebih senang minuman aneka rasa kemasan daripada air putih. Ah, terkadang saya lalai akan nikmat sehat ini. Betapa bersyukur itu perlu. Atas nikmat bernafas, penglihatan, pendengaran, pencecapan, perabaan, dan nikmat lain yang Allah beri dengan percuma. Seharusnya yang muda yang sehat sentosa tentunya! Semoga bermanfaat! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang subuh, 26 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-5890404022596408843?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/5890404022596408843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=5890404022596408843' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/5890404022596408843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/5890404022596408843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/yang-muda-yang-sehat-tentunya.html' title='Yang Muda Yang Sehat (Tentunya)'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-1686654221814237991</id><published>2011-08-26T09:44:00.002-07:00</published><updated>2011-10-05T07:36:40.366-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Anak-anak Luar Biasa</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bu..esnya bu..es…!!!”&lt;br /&gt;Suara seorang bocah lelaki behasil mengalihkan perhatian saya. Saya yang waktu itu sedang menunggu lapak tensi saya. Sekilas saya lihat bocah lelaki itu menawarkan es jajakannya pada sepasang suami istri paruh baya yang tengah menikmati semangkuk baso. Namun mereka mengeleng, enggan. Sang bocah tak patah arang mencari pembeli lainnya. Didekatinya seorang ibu yang tengah duduk dihamparan tikar. Kali ini bocah itu beruntung. Sang ibu membeli lima bungkus es.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rona bahagia di hati sang bocah. Mungkin karena es jajakannya laku. Maklum, Ahad itu Gasibu panas sekali. Maka, es yang dijual sang bocah pantas saja laku. Aku masih mengamatinya dari kejauhan. Berjalan dari satu orang ke orang lain. Menjajakan dagangan dengan wajah polosnya. Rasanya tak ada beban sama sekali. Jauh dari kesan gengsi yang kerap menggelayut pada wajah orang yang lebih dewasa darinya saat disuruh jualan atau mendapat pekerjaan yang kurang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bocah kecil itu, ada pula anak lelaki yang membuat saya kagum. Saya kerap bertemu dengannya sehabis pulang kuliah. Sang anak membantu bapaknya mendorong roda-gerobak baso tahu. Karena jalan yang ditempuh agak jauh dan mungkin ia takut bapaknya tak kuat barangkali jadi si anak membantunya. Saya sering menyebutnya “Anak yang berbakti.”&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika saya akan pulang dari kampus. Saya rasakan perut saya meronta, lapar. Namun saya hiraukan sejenak, berharap nanti di pangkalan damri saya akan membeli makanan. Saat saya hendak menunggu angkot gratis di depan Fikom, ada seorang anak lelaki membawa kotak-kotak makanan. Mungkin sedang menunggu angkot juga.&lt;br /&gt;“A, makanannya masih ada?”&lt;br /&gt;“Masih teh.” jawabnya bersemangat karena tahu saya akan membeli barangkali.&lt;br /&gt;“Ada apa aja?”&lt;br /&gt;“Ada bala-bala, lontong, tahu, pisang, bla..bla..”&lt;br /&gt;“Oh, ya udah saya mau lontong, tahu sama bala-bala aja. Berapa?”&lt;br /&gt;“Seribu lima ratus teh!” dengan cekatan sang anak membungkus pesanan saya.&lt;br /&gt;Saya keluarkan dompet dan membayarnya.&lt;br /&gt;“Jualannya pulang sekolah, A?”&lt;br /&gt;“Iya teh..”&lt;br /&gt;“Sekolah dimana?”&lt;br /&gt;“di MTS yang di bawah teh..”&lt;br /&gt;“Oh, ini yang bikin mamanya?” kata saya seraya menunjuk gorengan yang tersisa.&lt;br /&gt;“Iya teh” katanya sambil membereskan kotak-kotak makanan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama angkot yang kami tunggu datang. Aku dan anak lelaki itu naik. Ia lebih memilih duduk di depan dekat pak supir. Dan sejurus kemudian turun di daerah Fakultas Pertanian.&lt;br /&gt;“Mangga teh..” katanya sebelum turun padaku. Ku balas dengan senyum kekaguman. Pandanganku tak lepas saat ia turun dari mobil kemudian menyusuri jalan penuh ilalang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering berdecak kagum pada anak-anak berkemauan kuat seperti itu. Anak yang membuang egonya jauh-jauh. Terlepas dari apa motif mereka berjualan. Saya menganggap mereka anak-anak luar bisa. Yang tak melulu memikirkan kemauannya dan hanya bisa meminta pada orang tua. Yang tak malu menjajakan dagangan saat teman-temannya mengisi waktu untuk sekedar main. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saya terlempar pada memori masa kecil saya. Saat SD tepatnya, saya berjual jus mangga di depan rumah. Orang tua saya yang seorang pedagang mungkin menularkan bakatnya pada saya. Saya layani anak-anak yang membeli jus buatan mama. Keuntungannya mama berikan pada saya untuk jajan. Saya pun menjual makanan ringan di depan rumah bahkan di sekolah. Laku juga alhamdulillah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini saya tetap berupaya untuk memanfaat potensi yang saya punya, dengan mejajakan jasa tensi misalnya. Jika ditanya ada rasa malu atau tidak? Ya, malu sih, tapi bukankah malu atau gengsi tak akan menghasilkan uang? :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 10 Mei 2010&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-1686654221814237991?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/1686654221814237991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=1686654221814237991' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1686654221814237991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1686654221814237991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/anak-anak-luar-biasa.html' title='Anak-anak Luar Biasa'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-8331275315293527993</id><published>2011-08-26T09:44:00.001-07:00</published><updated>2011-10-05T07:36:40.366-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Sepotong Kata Maaf</title><content type='html'>Bismilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu saya menerima pesan singkat dari seseorang di masa lalu. Walau saya tak kenal betul siapa dia karena ia enggan menungkapkan jati dirinya. Yang pasti isi pesannya sedikit menyakitkan. Karena kata-kata yang diutaranya “kurang enak” dibaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama saya tak mendapat kata dengan nada cacian seperti itu. Dan beberapa hari yang lalu saya mendapatkanya. Cukuplah bagi saya itu bukti bahwa tak semua orang menyukai kita. Maka seharusnya pada Allah-lah digantungkan segala harap dan cemas itu. Karena hanya Dia yang mencintai kita apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saya hanya manusia biasa yang tak lepas dari dosa. Masa lalu saya yang “jahil” mungkin telah membuat orang misterius itu memendam kekesalannya pada saya. Namun ia baru ungkapkan kemarin. Dari situ, saya ungkapkan permohonan maaf saya. Maaf atas kata, laku, dan tingkah saya yang mungkin menyakiti hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang cacian yang ia muntahkan pada saya, saya jadi ingat cerita Nabi Isa. Suatu hari Nabi Isa As. melewati kaum Yahudi. Mereka lalu berkata kepadanya dengan hal yang buruk dan menyakiti hatinya. Namun beliau lalu menjawabnya dengan perkataan yang baik. Nabi Isa pun ditanya oleh seseorang,”Mereka telah mengatakan keburukan kepada Anda, lalu kenapa Anda membalasnya dengan kebaikan?” Nabi Isa pun berkata, “Setiap orang akan memberi sesuai dengan yang dia miliki”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya percakapan di atas sudahlah cukup untuk menjawab cacian yang saya terima. “Setiap orang akan memberikan apa yang dimilikinya.” Jika ia memiliki keburukan maka ia akan memberikan keburukan pada orang lain. Sedang, jika yang ia miliki adalah kebaikan, maka kebaikan pulalah yang akan ia sebarluaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, mungkin banyak kata dan tingkah laku saya yang menyakitkan, yang membuat jengah dan tak menentramkan. Maka izinkanlah saya meminta maaf setulus-tulusnya dari hati saya, agar sahabat berkenan memaafkan kesalahan saya. Karena saya tak tahu kapan umur saya berakhir. Karena saya tak tahu kapan akan pulang. Maka bukankah memaafkan adalah amalan dicintai Allah Swt?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada tiga golongan yang barang siapa yang termasuk di dalamnya, niscaya Allah akan menempatkannya dalam naungan-Nya, melindunginya dengan Rahmat-Nya, dan memasukkannya dalam Cinta-Nya. Mereka adalah orang yang bersyukur apabila diberi nikmat, memaafkan saat dia sanggup membalas, dan bila marah, dia menahannya.” (HR. Al-Hakim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih, jika sahabat berkenan memaafkan saya. Pun untuk seseorang yang misterus, terimakasih telah mengingatkan saya untuk senantiasa selalu menjaga lisan dan tingkah laku .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 12 Mei 2010&lt;br /&gt;Sahabatmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ade Fariyani&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-8331275315293527993?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/8331275315293527993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=8331275315293527993' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/8331275315293527993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/8331275315293527993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/sepotong-kata-maaf.html' title='Sepotong Kata Maaf'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-4005994125856251329</id><published>2011-08-26T09:43:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:36:40.367-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Kesetiaan Seorang Istri</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin bada magrib sekitar pukul 18.00, saya dan seorang sahabat hendak pulang dari Landmark Braga. Saat kami berada di depan pintu keluar, sahabat saya mengajak melihat lapak bros tepat 1 meter di depan kami. Aku mengiyakan. Brosnya unik berbentuk bunga yang terbuat dari bahan bening dengan berbagai warna yang indah. Sebenarnya saya tertarik pada yang warna merah, namun berhubung sahabat saya menggeleng yang artinya tanda kurang suka, maka kami berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik perhatian saya yaitu bros tersebut buatan tangan alias handmade. Seorang wanita berkerudung coklat tua sekitar usia 25-an itulah penjaja sekaligus pembuatnya. Wanita tengah hamil besar tersebut duduk beralaskan koran bersama seorang pria yang mungkin suaminya. Aktivitas sang pria pun tak jauh berbeda. Ia sibuk merangkai bros bunga jajakanya. Pemandangan yang luar biasa menurut saya, seorang istri yang tengah hamil tua menemani suaminya menjemput rizki dengan setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya pulang. Di jalan saya mendapat pertanyaan yang cukup mencengangkan dari sahabat saya. Ia bertanya “Kalo nikah itu enak ga sih??”. Sejurus saya merenung. Dalam pikiran saya nikah itu ya enak, wong semua yang dilakukan konteksnya adalah ibadah kok. Tapi, dalam pernikahan tidak akan selalu diliputi yang indah-indah saja. Akan ada rintangannya, akan ada batu kerikil bahkan batu kali juga ada hehe…Saya heran kenapa saya bisa menjawab seperti itu. Padahal kan saya belum menikah, Wew!!= =a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mengalirlah kisah. Dalam suatu arisan, ibu-ibu bebas mengungkapkan kegelisahan dan kegalauannya. Termasuk tentang suami mereka. Ada yang berkeluh, suaminya harus selalu dimasakin ini itu. Tiap 3 kali makan (pagi-siang-malam) harus dengan menu yang berbeda. Dan setelah masakan terhidang, sang suami makan tak lebih dari beberapa sendok saja. Betapa tak mengkeretnya hati sang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapula yang merasa jengkel karena suaminya selalu merasa benar. Pendapat istri dan anaknya pun salah. Hingga pertengkaran pun tak terelakkan. Mungkin dalam hati sang istri, hidup dengan anaknya pun sudah cukup tak perlulah suaminya. Namun apalah yang mau dikata, bagaimanapun sang suami membutuhkannya. Bagaimanapun ia harus setia mendampingi kala ia gagah pun saat ia lemah. Bagaimanapun cintanya telah bersemi bahkan berbuah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka benarlah kata seorang teman yang berkata bahwa cinta wanita itu hanya seujung kuku. Kecil namun tetap tumbuh dengan setia. Tetap subur walau ketika kau memotongnya. Ia akan hadir dengan segenap ketulusan. Telinganya siap mendengar keluhan. Tangannya selalu tersedia untuk memenuhi tanggung jawab. Dan hatinya selalu ada kala ingin bersandar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah selalu menuntun kita agar menjadi wanita sholehah di dunia dan akhirat kelak…amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 13 Mei 2010 &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-4005994125856251329?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/4005994125856251329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=4005994125856251329' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/4005994125856251329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/4005994125856251329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/kesetiaan-seorang-istri.html' title='Kesetiaan Seorang Istri'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-315683007804383927</id><published>2011-08-26T09:41:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:36:40.367-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Berbagi Hati</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemarin, televisi sibuk mengabarkan keberhasilan sebuah rumah sakit menjalankan operasi cangkok ginjal. Adalah Ramdhan, bocah malang yang menjalani cangkok hati itu. Seperti halnya alm. Bilqis, Ramdhan menderita kelainan congenital yaitu Atresia bilier. Penyakit ini merupakan penyakit langka (1:500.000). Namun, entah akhir-akhir ini marak muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atresia bilier atau dalam bahasa awam tak terbentuknya saluran empedu ini diderita Ramdhan sejak lahir. Dengan tak terbentuknya saluran tersebut maka tak ada yang menetralisir racun dan mengemulsi lemak dalam tubuh mungil Ramdhan. Walhasil, kerja hati menjadi ekstra keras membuat kerusakan organ semakin massif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sahabat melihat tubuh kecil ramdhan, mungkin akan miris. Badannya kecil, mata dan tubuhnya ikterik (kuning), dan perutnya buncit (ascites). Ini karena akumulasi racun dan cairan di tubuh anak tersebut. Fungsi hatinya pun tak berjalan normal. Makin lama-makin bengkak dan rusak. Akhirnya intervensi satu-satunya untuk Ramdhan selain penggunaan obat juga transplantasi hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses transplantasi hati ini yang unik. Yakni sebagian organ hati donor akan diberikan pada pasien. Perlu sahabat tahu, organ hati ini begitu unik. Ia akan tumbuh dan regenerasi. Berbeda dengan sel jantung, ginjal atau otak yang jika sekali rusak tak bisa diperbaharui lagi. Sel hati ini akan berkembang secara massif, menjadi satu organ yang utuh. Pengambilanya pun tentu dari sel hati yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah ibu Susilawati, ibu Ramdhan sang pendonor tersebut. Ia rela 20% hatinya dibagikan untuk anaknya tercinta. Jadi operasi yang dilakukan pun berlansung dua kali. Pada Ibunya yaitu pengambilan organ dan pada Ramdhan untuk menyimpan dan mengembangkan hati tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, disana kita bisa lihat betapa kasih sayang ibu begitu luas. Seperti organ hati itu, ia tumbuh dengan masifnya. Jika saya boleh berhiperbol mungkin kasihnya seluas langit dan bumi. Ia rela mengorbankan apapun untuk anaknya tercinta. Jangankan darah, keringat, air mata bahkan nyawa pun ia berikan. Jangankan uang atau tenaga, organ pentingnya pun cuma-cuma ibunda berikan untuk bisa melihat anaknya sehat kembali. Karena baginya, nafas anaknya masihlah panjang pun hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat, dahulu saat saya kecil sakit . Betapa pengorbanan ibu dan bapak saya begitu besar. Pergi ke dokter bahkan tak tanggung-tanggung dokter spesialis anak yang kerap memasang tarif tinggi pun disambanginya. Untuk apalagi, jika bukan untuk membuat saya kembali ceria. Maka betapa mulianya mereka, orang tua kita. Bahkan dalam Al-quran dijelaskan setelah menyembah Allah Swt, perintah selanjutnya adalah hormati orang tuamu. Apalagi ibu, hingga tiga kali Rasulullah sebutkan setelah itu baru ayah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang perjuangan ibu sungguh luar biasa. Saat ia mengandung kita, susah sungguh. Melahirkan kita dengan taruhan nyawa. Menyusui kita dengan begitu ikhlasnya. Mendidik kita sepenuh kesabarannya. Dalam malam-malamnya, ia mengusap airmata. Meminta pada Sang Khalik agar memberikan yang terbaik untuk kita. Ampunannya tak bertepi tiada tara saat sereset kata atau laku kita menyakitinya. Maka betullah ujaran Ust. Anis Matta yang menyebutkan bahwa cinta ibu itu Cinta NO.1. Cinta yang bisa setara dengan cinta Allah pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi yang takkan pernah saya lupakan, yaitu saat ibu saya dengan wajah bangganya menyambut saya. Kemarin seminar proposal saya alhmadulillah berjalan lancar. Mungkin itu semua karena doa dari orang tua. Dan betapa indahnya saat ibu saya mengucapkan “SELAMAT ya neng!!”. Ada rasa haru dalam kalbu. Ada rasa bangga yang menulusup halus dalam hati saya kala itu. Rasanya ingin saya mengungkapkan “Apapun akan saya berikan buat mamah, selagi itu membuatmu bahagia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, jangan tunda untuk menghubungi ibumu segera. Memeluk dan mencium tangan dan pipinya. Beruntunglah jika kita masih bisa melakukan itu. Janganlah kau tunggu nanti. Karena yang ada adalah hari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan, ingatkan aku tentang satu rindu&lt;br /&gt;Dimasa yang lalu saat mimpi masih indah bersamamu&lt;br /&gt;Terbayang satu wajah penuh cinta penuh kasih&lt;br /&gt;Terbayang satu wajah penuh dengan kehangatan &lt;br /&gt;Kau, Ibu..&lt;br /&gt;Oh, Ibu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Lagu Opick feat Amanda)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-315683007804383927?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/315683007804383927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=315683007804383927' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/315683007804383927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/315683007804383927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/berbagi-hati.html' title='Berbagi Hati'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-7452770209845662737</id><published>2011-08-26T09:40:00.002-07:00</published><updated>2011-10-05T07:36:40.368-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Terimakasih, karena telah memilihku…</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengenal lelaki ini, sejak setengah tahun yang lalu. Awal perkenalan dengannya biasa saja. Terkesan jaim alias jaga image, penilaianku dulu. Kami dipertemukan dalam suatu kelompok, dan dialah ketuanya. Perkenalan kami pun bergulir menjadi percakapan-percakapan kecil. Dari yang ringan hingga berbobot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki ini bukan seperti ikhwan yang kukenal. Hanya orang awam, walau sholat dan ibadah lain sering ia lakukan. Kebersamaan kami dalam kelompok kian akrab. Tentu aku masih memegang batas-batas yang disyariatkan agama. Kami menjadi kelompok yang solid saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedekatan kami- aku dan lelaki itu, perlahan terungkaplah sebuah rahasia. Sebuah perasaan yang selama ini ditutupinya. Kau jangan salah sangka dulu. Karena kedekatan kami itu yang membuatnya mau terbuka tentang masalahnya padaku. Terlebih, karena aku anak kesehatan. Lho, apa hubungannya? Simak kisah selanjutnya..:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sejak lama kawan lelakiku ini menderita sakit kepala berat. Migren, sering ia menyebutnya. Namun yang aku rasakan, kok ada keanehan dalam dirinya. Masak keluhannya itu sudah ia rasakan dari sejak kelas 6 SD. Aku khawatir ada apa-apa, maka kusarankan untuk ia periksakan saja keluhannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama, ia tak menggubris bujukanku untuk memeriksakan diri ke dokter. Dia terkesan cuek bebek, dan santai saja. Aku pun tak tahu apa respon keluarganya akan hal itu. Yang pasti, keluarga terdekat pastilah lebih mengetahuinya. Entahlah, saat itu aku tak tahu apa yang terjadi padanya. Pertemanan kami berjalan seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, pada saat perpisahan kelompok kami, aku menghubunginya. Bukan apa-apa karena aku harus menyerahkan lembar pertanggungjawaban dengan bubuhan tandatangannya tentunya. Namun, ternyata ia tak bisa dihubungi. Aku jadi khawatir. Karena deadline LPJ yang harus dikumpulkan segera dan tak ada kabar dari sang lelaki itu. Sampai sore hari kutunggu, ia baru membalas smsku. Dia sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata migren-nya kambuh lagi. Selama ini ia hanya mengonsumsi analgetik yang tiap hari makin bertambah dosisnya. Aku yang tahu hal itu berbahaya lagi-lagi mendesaknya. Sebagai anak keperawatan, aku hanya khawatir ada gangguan di syaraf pusatnya. Gejalanya sering migren atau nyeri kepala. Misalnya ada penyempitan atau pelebaran pembuluh darah di otak, meningitis atau radang selaput otak, apalagi sampai kanker atau tumor otak. Naudzubillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, rahasia itu akhirnya terkuak juga. Mungkin karena kejengahan sang lelaki menerima omelanku, hehe.. Dia mengungkapkan sering merasa migren sampai yang terfatal perdarahan yang keluar dari hidung dan telinganya. Aku makin mendesaknya untuk melakukan tes CT Scan. Ternyata ia pun telah melakukanya. Tak perlulah kau tahu persis penyakitnya. Yang pasti, ada yang tidak beres dengan pembuluh darah di otaknya. Pikirku, betapa begitu dini ia menderita penyakit seberat ini. Padahal, usianya tak terpaut jauh denganku, 22 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, hingga kini aku masih berkomunikasi dengannya. Jika kau lihat keadaannya sekarang, mungkin kau tak menyangka bahwa ia sakit. Ia sehat wal afiat nampaknya. Ia pun termasuk salah satu mahasiswa yang berprestasi, dan lulus cumlaude beberapa waktu kemarin. Kini ia menjadi staf pengajar di kampusnya. Sungguh, tak kuduga hal itu. Ternyata penyakit tak mengalahkan impiannya untuk selalu berprestasi. Kuakui, lelaki itu salah satu yang menginspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat kutanyakan adakah dia khawatir dengan penyakitnya itu. Dengan santai dia hanya bilang, “Mungkin, kita bertanya kenapa mesti saya yang sakit? Kenapa harus saya yang menderita? Kenapa tidak orang lain? Dan tau ngga jawabannya apa? Ya KENAPA NGGA! Allah telah memilih saya untuk lulus cumlaude kemarin. Allah telah memilih saya untuk jadi dosen saat temen-temen seangkatan saya belum lulus. Allah telah memberi saya keluarga dan sahabat yang menyayangi saya. Allah telah memberi nikmat-nikmat itu walau tanpa saya minta. Apa hanya karena Allah memilih saya untuk sakit, lalu saya mengabaikan kebaikan-kebaikan yang Dia limpahkan selama ini? Sepatutnya kita berterimakasih dan bersyukur telah dipilihkan yang terbaik menurut-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga memberi hikmah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 16 April 2010&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-7452770209845662737?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/7452770209845662737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=7452770209845662737' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/7452770209845662737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/7452770209845662737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/terimakasih-karena-telah-memilihku.html' title='Terimakasih, karena telah memilihku…'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-7343475629597749701</id><published>2011-08-26T09:40:00.001-07:00</published><updated>2011-10-05T07:36:40.368-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>SAPI !!!</title><content type='html'>Bismillah.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari seorang lelaki mengendarai sebuah truk besar. Ia adalah seorang supir sekaligus kurir yang hendak mengantar barang yang diangkutnya. Ia pergi bersama seorang kawannya yang menjabat sebagai sopir cadangan. Jika ada hal yang rusak dengan mobilnya, ia takkan kerja sendiri begitulah pikirnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat yang dituju berbeda dari biasanya. Kini ia akan mengantarkan barang ke sebuah daerah terpencil. Sebuah daerah yang berada di dataran tinggi. Truk bawaannnya besar, namun yang dilaluinya hanya jalan setapak. Hanya cukup untuk dua mobil. Itu pun sebaiknya mobil ukuran kecil. Kondisi diperparah karena disamping jalan tersebut ada jurang yang curam sekali. Jika tak hati-hati, truk bisa terperosok ke jurang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil sang supir harus mengendarai truk dengn extra hati-hati. Prinsipnya kini adalah biar lambat asal selamat (hehe..maklum, mantan sopir ^^v). Kini, jalur yang dilaluinya agak lengang. Ia meningkatkan sedikit kecepatan. Agar segera sampai ke tempat tujuan maksudnya. Karena tugas mengantar selanjutnya telah mengantri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tengah asyik mengendarai truk, dari arah yang berlawanan muncullah sebuah truk berukuran lebih kecil. Sopirnya adalah seorang pak tua yang terlihat panic, hingga mengendarai kurang hati-hati. Bisa jadi ia hampir menabrak truk besar. Ketika berpapasan dengan sopir truk besar ia berteriak, “SAPI!!!!!!”, wajahnya pias dan celingukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang sopir truk besar yang mendengar hal itu, kontan marah. Wajahnya langsung memerah. Seharusnya ialah yang marah. Karena si pak tua hampir membuatnya celaka. Bukannya minta maaf, ia malah menghinanya dengan kata “SAPI!!!”. Amarahnya kian meninggi. Tanpa sadar dia pun berteriak, “Monyet!!!”. Hina sang sopir pada pak tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Truk kecil lelaki tua itu berlalu. Kini sang sopir masih dengan amarah yang menggebu-gebu. Ia tak terima dibilang sapi, walau badannya tak bisa memungkiri. Ya, sang supir merasa gemuk barangkali. Kawan di sebelahnya berusaha menenangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Truk kembali berjalan normal. Kini hampir sampai tempat tujuan. Ketika berjalan beberapa meter dari “tempat penghinaan” itu terjadi, didapatinya bangkai sapi. Oh, mungkin ini sang dimaksud pak tua tadi. Tersadarlah ia bahwa maksud pak tua itu baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak tua itu bermaksud memberi tahu dirinya bahwa ada sapi mati yang tergeletak di badan jalan. Dan terikan tadi adalah wasiat pak tua agar dirinya waspada. Bisa jadi jika ia kaget dan tak dapat mengendalikan truk, ia akan celaka. Akhirnya ia menyesal karena telah berprasangka buruk dan menghina pak tua yang justru bermaksud baik padanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, beberapa hari yang lalu saya mendapatkan sebuah pesan sinkat. Isinya hanya satu kalimat, namun begitu menohok hati saya. Tak perlulah kau tau apa isinya. Yang pasti saat itu saya merasakan sedikit “sakit hati”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari hal itu saya berpikir lagi. Barangkali saya telah berpikir negative terhadap orang itu. Barangkali maksud orang itu baik, seperti pak tua dalam cerita di atas. Barangkali ada yang salah dengan hati saya. Karena seringkali hati yang kotor, akan berimbas pada pikiran dan perasaan yang menjadi kotor pula. Ibarat sebuah kaca buram yang tak pernah dibersihkan. Secantik atau setampan apapun wajah yang ditampilkan, tak akan kelihatan elok dipandang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yang harus dilakukan adalah membersihkannya. Mengenyahkan debu yang menempel di permukaannya. Begitu pula hati kita. Prasangka akan membuatnya buram, tak tembus cahaya. Bisa dibayangkan jika ia kotor, buram yang berdebu, sebanyak apapun cahaya kebaikan yang Allah beri, akan terpantul lagi. Jika tak ada cahaya kebaikan dalam hati kita, maka untuk melakukan aktivitas kebaikan pun bukan main susahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah pun telah berfirman, untuk kita menjauhi prasangka. Karena kebanyakan dari prasangka itu adalah dosa (Al-Hujurat: 12). Yuk, kita sama-sama benahi, menata, dan membersihkan hati kita dari prasangka. Agar cahaya hidayah dan kebaikan dari Allah berpendar dalam hati kita. Jaga ia dengan amalan kebaikan yang kita rangkai dalam detak kehidupan kita. Iringi dengan keikhlasan untuk mendapat Ridha dari-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam bisshowab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung,13 April 2010 &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-7343475629597749701?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/7343475629597749701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=7343475629597749701' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/7343475629597749701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/7343475629597749701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/sapi.html' title='SAPI !!!'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-9050603508730117560</id><published>2011-08-26T09:39:00.001-07:00</published><updated>2011-10-05T07:36:40.368-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>DEFINISI CINTA</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari seorang istri meminta pada suaminya tercinta untuk memetik sebuah bunga untuknya. Ya, sebuah bunga mawar yang indah sebagai bukti cinta. Namun letaknya di tebing jurang. Dan sebagai resikonya bisa jadi sang suami meninggal saat ia mengambil bunga itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami dengan santainya menjawab, “Tidak, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu.”. Kontan istrinya marah dan berkata, “Jika kau tak mau berkorban dengan mengambil mawar itu untukku, maka ceraikan aku sekarang juga”. Sang istri yang kesal segera meninggalkan suaminya yang mematung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami akhirnya mengemasi barang-barangnya untuk segera pergi. Namun sebelumnya, ia meninggalkan sepucuk surat untuk istrinya. Dan sang istri yang menggetahui hal itu segera membaca surat dari suaminya. Masih dalam keadaan marah ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Istriku tercinta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, mungkin engkau marah karena aku tak mau mengambilkan bunga mawar itu untukmu. Kau malah langsung pergi tanpa mendengarkan alasanku dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintaku, ada tiga alasan mengapa aku tak mau mengambilkan mawar itu. Pertama, jika nanti aku mengambilkan mawar itu dan dan aku mati maka siapa yang akan bekerja mencari uang untuk anak-anak sekolah? Siapa yang akan membiayai kehidupan sehari-hari kau dan anak-anak kita nanti?Aku tak mau melihatmu bekerja membanting tulang seperti itu. Belum lagi kau harus mengurus anak-anak. Aku tak mau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan yang kedua, jika aku mati setelah mengambil mawar itu untukmu. Tak akan ada lagi yang akan memijati kakimu jika kau capai setelah bekerja di rumah seharian. Tak akan ada lagi yang mendengar keluhmu karena tekanan yang berat tiap harinya. Dan tak ada lagi yang akan mengecupmu, membelaimu, dan menghapus air matamu saat kau dilanda kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan alasan yang terakhir, aku tak mau melihat kau menangis saat aku mati. Aku tak ingin airmata dari matamu yang indah itu menetes. Aku tak mau melihatmu bersedih karna kematianku sayang…sungguh aku mencintaimu dan ingin selalu membuatmu bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangku, setelah kau mendengar alasanku itu, masih maukah kau kupetikkan mawar itu untukmu? Jika ya, maka aku bersedia kalau kau siap kehilaganku. Jika tidak maka aku menunggumu di depan untuk kau bukakan pintu untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Airmata sang istri membuncah. Begitu bodohnya dia hanya untuk setangkai mawar rela melepas suaminya tercinta. Dengan tergesa ia menuju pintu depan. Dan mendapati suaminya yang telah menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa kau lama sekali membuka pintu?” kata sang suami.&lt;br /&gt;Istrinya terdiam dan masih menangis. Kemudian ia memeluk erat kekasih tercintanya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, begitu indahnya cinta. Hingga akhirnya ia memiliki definisi tersendiri. Dari cerita diatas, definisi cinta bagi sang wanita adalah setangkai bunga, kecupan atau pelukan mesra, atau candle light dinner yang romantis mungkin. Namun bagi sang pria, cinta adalah pengorbanan, kerja keras, dan uang untuk membiayai keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, lihatlah kamus bahas Indonesia jika berkesempatan. Dan kan kau dapati kata cinta adalah sebuah kata kerja. Bukan kata sifat yang sering diungkapkan apalagi kata benda yang bisa dipindah-tangankan.&lt;br /&gt;Sahabat dapat ditarik kesimpulan, bahwa cinta adalah perbuatan. Perbuatan apapun tentunya yang sesuai dengan kebaikan. Jika cinta adalah memberi maka memberi yang mana dulu yang bisa disebut baik dan benar. Cinta adalah memberi tanpa pamrih. Seperti seorang pahlawan yang rela tak dibayar demi sebuah kemerdekaan. Tapi jika memberi kesucian (sebelum pernikahan) apakah itu sebuah kebaikan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah perbuatan. Jika cinta adalah menjaga. Menjaga sang belahan hati agar tak terkotori hatinya atas tingkah kita. Menjaga sang belahan jiwa agar tetap terjaga fitrahnya. Menjaga sang kekasih agar selalu dekat dengan Penciptanya. Itulah cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah perbuatan. Jika cinta adalah membiarkannya bertumbuh. Bertumbuh dalam lingkungan yang baik dan terjaga. Bertumbuh dalam area yang mengembangkan sesuai dengan potensi dan minatnya. Pun tugas kita adalah memupuknya dengan doa, menyiraminya dengan semangat dan ketulusan jiwa. Jika kita mengekangnya, maka rusaklah ia. Dan tak akan ada cinta yang tumbuh tulus didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 27 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-9050603508730117560?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/9050603508730117560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=9050603508730117560' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/9050603508730117560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/9050603508730117560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/definisi-cinta.html' title='DEFINISI CINTA'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-1448728387930265581</id><published>2011-08-26T09:37:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:36:40.369-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Doa Indah</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah. Ini. Lelaki ini yang kutunggu. Yang kudamba dalam setiap doa dan sujudku. Yang kelak menjadi imam dunia akhiratku. Tentu seizin-Mu. Lelaki di hadapanku, wajahnya yang teduh saat memaparkan materi tentang masa depan ini. Tatapannya, kesederhanaannya, semua aku suka. Walau tak setampan kecengan-kecenganku dulu, namun keshalehanya, kecerdasannya, visinya akan menuntunku ke surga-Mu. Kan kucintai kekurangan kelebihannya pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah. Ini. Lelaki ini yang kutunggu. Yang kudamba dalam setiap doa dan sujudku. Yang kelak menjadi imam dunia dan akhiratku. Tentu seizin-Mu. Lelaki yang menjadi guruku. Aku masih ingat caranya mengajar, yang riang dan penuh semangat. Tak jarang guyonannya membuat kawan sekelas terbahak. Terkadang membuat kami manyun karena tak bisa menjawab soal yang ia berikan. Pun ku ingat saat ia jadi penguji ujian praktikku waktu itu. Saat itulah aku jatuh hati padanya. Terkesan galak, tapi lebih tepatnya ia tegas menurutku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah. Ini. Lelaki ini yang kutunggu. Yang kudamba dalam setiap doa dan sujudku. Yang kelak menjadi imam dunia akhiratku. Tentu seizing-Mu. Telah hampir satu tahun ia meninggalkan kampus dan mengejar impiannya sekolah di negri sebrang. Kini ia kembali. Untuk melanjutkan baktinya pada kampus ini. Masih kuingat perpisahan dengannya satu tahun lalu. Air mataku membuncah disitu. Pun ia. Entahlah mengapa seperti itu. Aku sangat mengharapkannya. Disini. Disisiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah. Ini. Lelaki ini yang kutunggu. Yang kudamba dalam setiap doa dan sujudku. Yang kelak menjadi imam dunia akhiratku. Tentu seizin-Mu. Ibuku pasti akan bahagia sekali memiliki menantu yang sholeh, bertanggung jawab, dan mapan sepertinya. Pastilah ibuku tak keberatan melepasku, karena telah lama hatiku terpaut padanya. Ibuku telah lama tahu perasaanku padanya. Tentulah beliau kan bahagia jika aku bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah. Ini. Lelaki ini yang kutunggu. Yang kudamba dalam setiap doa dan sujudku. Yang kelak menjadi imam dunia akhiratku. Tentu seizin-Mu. Pun ayahku, kan setuju saatku berada pada orang yang tepat. Yang kan mejagaku sepenuhnya. Penujuk jalan tuk bersama surga-Mu kelak. Fondasi agama yang matang kan jadi tumpuan menjalani mahligai. Ayahku pasti akan mudah bergaul dengannya. Beliau tak akan kesepian saat mancing karena akan ada partner baru dalam keluarga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, ini. Lelaki ini yang kutunggu. Yang kudamba dalam setiap doa dan sujudku. Yang kelak menjadi imam dunia akhiratku. Tentu seizin-Mu. Tanpa terasa dari tadi aku memadangnya. Terpaku. Malu hatiku saat seorang kawan menyikut tanganku. Ku tersadar dalam lamunan. Seketika kuingat ilmu ghadhul bashor yang diajarkan teteh mentorku. Hah, nyatanya tak boleh berangan-angan. Seharusnya pada-Mu semata lah kegantungkan semua impian. Ya Rabb, Maafkan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah. Ini Lelaki ini yang kutunggu. Yang kudamba dalam setiap doa dan sujudku. Yang kelak menjadi imam dunia akhiratku. Tentu seizin-Mu. Tiba-tiba sang moderator bertanya pada lelaki indahku itu. Kapan mau menggenapkan setengah dien? Dengan santai lelaki indahku menjawab, “InsyaAllah, secepatnya. Masalah dengan siapanya, biarlah Allah yang menjawab.”. Tegas dan jelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku berdesir. Lirih. Ya Allah, jika ia baik untukku pun aku baik untuknya, maka Dekatkan. Namun jikalau ia buruk untukku pun aku buruk untukknya, Jauhkanlah. Dan berilah kami yang terbaik. Nun, jauh di langit sana, malaikat mengamini doa indah itu. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk : irandnushadni “Bidadari Sanguinis” ^^. &lt;br /&gt;Kuatkan sinyalnya, dan Semoga Allah memberkahi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 18 Maret 2010 &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-1448728387930265581?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/1448728387930265581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=1448728387930265581' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1448728387930265581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1448728387930265581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/doa-indah.html' title='Doa Indah'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-3728555785343709368</id><published>2011-08-26T09:36:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:44:47.609-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Ngga Perlu Iri !!</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat saya hanya ingin berbagi cerita seorang teman karib saya. Beliau seorang gadis yang energik, periang, punya semangat untuk belajar yang tinggi tapi agak sedikit slebor (hehe..piss ^^v). Ia aktif di beberapa kegiatan kemahasiswaan dan di luar dia ikut beberapa organisasi dan training-training motivasi. Namun suatu hari ia mengeluhkan sesuatu hal pada saya. Entahlah mungkin saat itu semangatnya sedang drop. Padahal biasanya saya yang malah banyak diingatkan olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata “Kenapa hidup gue gini-gini aja ya de? Terkadang gue sering iri sama teman gue si x yang lebih cantik, pintar, dan berasal dari keluarga yang berada. Atau si y yang lebih jago ngomong, banyak temannya, dan sebagainya. Bla..bla..bla.”. Kemudian saya tanya dia tau darimana si x atau y itu begini dan begitu? Dia hanya menjawab “Kayaknya sih gitu..” jawabnya santai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keluhanya saat itu saya cuma bilang “Terkadang apa yang kita lihat belum tentu yang sebenarnya. Mereka juga pasti punya masalah kok, lu ngga perlu iri.”(ikutan slebor mode on ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian karena aktivitas kami masing-masing beberapa minggu tak bertemu. Sampai akhirnya dia mengirim mesej, “De, kapan kita bisa ketemu? Gue udah tau jawabannya sekarang.” Ucapnya dengan semangat. Oke saat itu akhirnya kami bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menuturkan jawaban dari pertanyaan yang ia keluhkan waktu itu. Begini ceritanya:&lt;br /&gt;“Gini de, waktu itu gue naik bis ke Bandung. Di suatu jalan ada beberapa cewek anak Sma yang naik bis yang gue naiki. Kemudian salah satunya duduk di samping kursi gue. Anak itu kecil kayak anak SD, pakai jilbab putih walau masih kelihatan poni-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Trus gue tanya, sekolah dimana, kelas berapa, dll. Sampai akhirnya gue nanya nanti mau masuk mana-universitas. Gue cerita ngasih rekomendasi maksudnya. Tapi yang diajak ngobrol malah diem aja. Terus gue tanya “kalo orang tua nyuruhnya masuk mana?”. Lha, dia tambah diem terus nunduk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pelan anak itu bilang “Emm..saya ga tau mau masuk mana teh. Saya sekarang tinggal di panti bersama 34 temen saya. Walau ada teman yang kuliah di unpad tapi saya belum tahu ingin masuk yang mana. Saya juga ga tau bakal meneruskan atau tidak”. Spontan gue langsung kaget de. Haduh! Gue ngerasa nyesel banget nanya gitu. Langsung aja gue minta maaf sama anak itu. Dan kita lanjutin ngobrol seputar anak-anak di panti itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beneran de, gue dah tau jawabanya. Gue ga akan ngerasa puas kalo liat ke atas mulu. Padahal ada yang lebih kekurangan dari gue. Gue sering ngeliat temen-temen gue banyak yang demen, tajir, pinter, dan lain-lain. Gue ngiri akan hal itu. Tapi setelah gue mikir lagi, ngapain juga harus ngiri. Bener kata lu, toh mereka pasti punya masalah juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena hidup ga selamanya mulus. Pasti mereka lewatin jalan berbatu juga. Sekarang gue tau kalo gue ngerasa iri sama seseorang, gue inget lagi anak panti itu. Mereka ga punya keluarga untuk bernaung, boro-boro untuk bermimpi masuk universitas, untuk bekel sehari-hari aja susah katanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya banyak belajar dari sahabat saya itu. Belajar untuk bersyukur akan apa yang dimiliki. Belajar untuk melihat ke bawah jika suatu saat kita iri akan keberhasilan orang lain. Walau sesekali kita perlu melihat ke atas hanya untuk memicu diri agar menjadi lebih baik lagi. Bukankah semua burung awalnya tidak bisa terbang? Tapi Allah menitipkan potensi untuk ia bisa terbang. Pun kita manusia, perlu kita yakini bahwa setiap kita dititipi potensi, lalu mengapa mesti iri? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 13 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-3728555785343709368?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/3728555785343709368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=3728555785343709368' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/3728555785343709368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/3728555785343709368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/ngga-perlu-iri.html' title='Ngga Perlu Iri !!'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-2214956852249149434</id><published>2011-08-26T09:35:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:42:40.335-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepenggal cerita'/><title type='text'>Cerpen : Memori Pagi</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menaiki bis itu perlahan. Jilbab merah mudanya melambai. Dicarinya tempat duduk yang memadai. Ya, barisan paling depan tepat di pojok kiri. Ia sandarkan punggungnya. Perlahan membenarkan rok katun hitamnya yang terlipat. Angin pagi menyelusup dari balik jendela menyentuh pipinya yang kemerahan. Membuka tas cangklong coklat tua di pangkuannya. Lalu mengeluarkan buku mungil bertuliskan al-ma’tsurat. Semenit kemudian mulutnya bergumam-gumam. Kerjapan matanya tak lepas dari buku bersampul merah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Permisi neng, kosong?”&lt;br /&gt;“Iya pak, mangga.”&lt;br /&gt;Seorang pria tambun dengan kemeja kuning izin untuk duduk di sebelahnya. Dengan senyum simpul sang gadis mengabulkan. Bus mulai melaju. Lagi-lagi angin yang menyerah dihantam deru bus menyibak pipi sang gadis pelan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan itu terburai diselang suara kondektur yang menagih ongkos. Sengaja ia goncangkan uang recehan di genggaman. Terpaksa kualihkan pandanganku pada dompetku yang nampak cekak isinya. Sesekali kuberpaling pada sang gadis. Sama, ia pun tengah merogoh koceknya mengeluarkan tiga lembar uang ribuan dan dua koin logam. Diberikanya pada kondektur plus senyum simpul sebagai bonus. Sang kondektur tersipu sejurus kemudian ia menuju arahku. Segera kuberikan uang ongkos tak lupa senyum simpul tak kalah manis dengan sang gadis berikan. Bukannya membalas sedekahku, ia malah melengos begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukembali melihat paras sang gadis. Dipejamkanya kedua matanya. Mulutnya masih bergumam-gumam. Tampak seperti menghafal. Mungkin ya, karena sebuah Al-Quran mungil tak lepas dari genggaman. Tak mau kalah aku pun membuka bukuku. Wah, buku yang telah seminggu kubaca namun belum khatam juga. Judulnya ‘Untukmu Kader Da’wah’ karya almarhum Ustadz Rahmat Abdullah. Buku dahsyat sang memicu semangat jihadku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkenal alim di kampus. Sering kuikuti kajian islam di sana-sini, serasa tertampar dengan paparan dalam buku ini. Bahwa da’wah, sholat, puasa, atau amal apapun namanya harus menyertakan kesempurnaan niat dan kemurnian hati. Ya, semua amal yang dilakukan hendaknya hanya bermuara pada Yang Maha Kuasa, Allah Swt. Hanya untuk-Nyalah amal, hidup, mati, jiwa serta raga kita. Sebab bila bukan karena-Nya semua kan tersia. Seperti asap yang membumbung di udara. Nampaknya begitu agung namun dalam sekejap hilang diterpa udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi ikhlas rasanya tak mudah. Karena memurnikan niat hanya untuk Allah Azza Wa Jalla banyak godaannya. Seringkali ku terjebak pada amal yang melenceng dari niat. Seperti halnya saat ku sholat agar dibilang anak sholeh. Atau aku rajin hanya untuk mendapat perhatian dari orang tua. Pun saat ku jatuh hati pada sang gadis dihadapanku, ikhlas seakan bukan hal yang mudah dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anganku, nafsuku, terkadang lebih menuntunku dari pada hati nuraniku sendiri. Memang rasa suka adalah hal yang fitrah. Rasa ingin menjadikan sang gadis pendamping hidup tak mudah dienyahkan. Angan ingin mempersuntingnya menjadi bidadari dunia akhiratku pun bukan perkara gampang untuk dilenyapkan. Hah, mungkin ini gara-gara ku tak menjaga pandangan. Hingga dengan mudah panah-panah setan menghujam hati dan melambaikan bendera kemenangan. Terbayang ia menyeringai dengan senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah, lagi-lagi ku hanya menyerah pada nafsu. Matanya, pipinya, bibirnya semuanya indah. Rahman, ada apa dengan aku ini?? Puasa telah kulakukan untuk menahan nafsuku. Namun apalah artinya itu jika godaan datang mendera-dera seperti ini. Aku berada diantara persimpangan di kiriku wajah sang gadis dengan pesonanya berteman setan-setan yang menyeringai senang. Di kananku jurang menghujam namun dibawahnya terdapat surga yang menawan. Ampuni aku Tuhan!!&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Dengan tergesa ku percepat langkahku. Nafasku masih tersengal. Sesekali kupalingkan wajah kebelakang berharap sang gadis telah menghilang dari pandangan. Ya, mulai sekarang aku ingin melupakannya. Melupakan ingatan tentang mata, pipi, wajah dan semua pesonanya. Aku mau tobat. Mau menyempurnakan niat. Semua ingin kulakukan karna Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan tersirat awal perkenalannya di situs pertemanan itu. Pura-pura kubertanya tentang kelas sastra yang diketuainya. Bagaimana jika ku bergabung, kapan, dimana, hingga ku berjanji untuk menghadirinya. Ya ini salahku. Meniatkannya hanya untuk lebih mengenalnya. Dan meminta ia untuk membalas perasaanku akhirnya. Tidak, tidak, lupakan, lupakan!! Ayo Eza kamu bisa melupakannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kang Eza, Kang Eza !!!”&lt;br /&gt;Suara seorang perempuan memanggilku. Ku biarkan dan berusaha mempercepat langkah.&lt;br /&gt;“Kang Eza tunggu!!” suaranya mengeras.&lt;br /&gt;Dengan terpaksa ku balikkan badan melihat siapa yang memanggilku. Oh ternyata Hani adik kelasku. Tapi bersama siapa ia? Mataku hanya bisa melihatnya samar dari kejauhan. Perlahan mulai mendekat. Hani berjalan berbarengan dengan seorang gadis. Tas cangklong coklat, kelebat jilbab merah muda. Pipinya. Bibirnya, mulai terang.&lt;br /&gt;“Kang Eza, ini Teh Dea ketua kelas sastra tea yang waktu itu ditanyain. Katanya mau kenalan, bla..bla..bla..” Hani nyerocos tiba-tiba. Sang Gadis melipat tangannya di depan dada, salam. Tatapannya lembut nian.&lt;br /&gt;Ya Rahman, Kuatkan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung,020110&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-2214956852249149434?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/2214956852249149434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=2214956852249149434' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/2214956852249149434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/2214956852249149434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/cerpen-memori-pagi.html' title='Cerpen : Memori Pagi'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-1404009729568627757</id><published>2011-08-26T09:34:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:44:47.609-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Kisah Seorang Bocah dan Mobil Merahnya</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari seorang anak membawa mainan mobil merahnya. Sebut saja namanya Yusuf. Rencananya Yusuf akan mengikuti lomba mobil-mobilan. Sesampainya di tempat perlombaan, ternyata sudah banyak anak-anak sebayanya yang berkumpul. Masing-masing tengah mempersiapkan mobil jagoannya agar menjuarai lomba ini. Ada yang sedang mengganti ban, ada yang tengah memasang baut dan lain-lain. Sedang panitia lomba tengah sibuk membenahi track tempat lomba mobil itu akan dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kalah dengan peserta lain, Yusuf pun menyiapkan mobil jagoannya se-prima mungkin. Hingga tibalah saat lomba dimulai. Seorang pria dewasa yang merupakan panitia lomba segera memberi aba-aba agar para peserta siap-siap. Namun, Yusuf meminta izin untuk berdoa terlebih dahulu. Ia mengangkat tangannya, menutup mata dan mulutnya bergumam-gumam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus kemudian selepas berdoa, perlombaan pun dimulai. Adu gesit dan adu cepat mobil pun tak terelakkan. Mobil merah Yusuf salip-menyalip dengan mobil lawannya. Ada yang mulus melaju dan ada juga yang terpental. Mobil merah Yusuf memimpin di depan. Dan akhirnya mobil merahnya-lah pemenangnya. Girang sekali hati Yusuf .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sang lelaki dewasa menghampirinya dan bertanya pada Yusuf, “Nak, bukankah sebelum lomba tadi kamu berdoa, pantaslah jika kamu pemenangnya.”. Kemudian Yusuf menjawab., “Betul pak tadi saya berdoa. Dalam doa saya tadi, saya meminta kekuatan dari Tuhan agar saya tidak menangis jika saya tidak menang dalam perlombaan ini.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat adakah sahabat mengambil hikmah dari kisah di atas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita meminta terlalu banyak bahkan mendikte Allah Swt. Allah, saya ingin ini dan itu tanpa mengetahui baik tidaknya hal itu untuk kita. Padahal tanpa diminta pun Allah selalu akan memberi apa pun yang kita butuhkan. Percayakah hal itu sahabat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, tanpa kita minta jantung ini berdetak, ia akan berdetak walau kita tak menghendakinya.Tanpa harus meminta, air, udara, waktu, kesehatan kita nikmati dengan cuma-cuma. Apa lagi dengan suatu permohonan yang kita harap dan dambakan. Tentu Dia akan Mendengarnya. Masalah dikabulkan atau tidakknya itu adalah Kekuasaan-Nya semata. Cukuplah kita percaya akan kebaikan yang diberikan-Nya pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perlu pula siapkan mental kita dengan takdir-Nya yang tak sesuai keinginan kita. Bukankah Allah menurut prasangka hambanya? Maka berprasangka baiklah akan segala Ketetapan-Nya. Percaya saja, apa yang Allah Berikan adalah sumber kebaikan untuk kita. Jika belum kita rasakan dampaknya tunggu sampai Allah Nampakkan kebaikan di dalamnya. Atau terkadang malah hati kita yang terlalu pekat hingga sulit untuk menangkap sinyal kebaikan-Nya. Maka marilah kita sama-sama membenahi hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti bocah lelaki bernama Yusuf tadi yang sudah mengantisipasi permohonannya jika tak menang maka jangan buat menangis. Pun saat doa kita tidak atau dikabulkan maka mintalah pada Allah pengganti yang lebih baik dari yang kita harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih. Semoga bermanfaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 11 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-1404009729568627757?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/1404009729568627757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=1404009729568627757' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1404009729568627757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1404009729568627757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/kisah-seorang-bocah-dan-mobil-merahnya.html' title='Kisah Seorang Bocah dan Mobil Merahnya'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-1385519058348117378</id><published>2011-08-26T09:33:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:44:47.610-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Restoran Siap Saji dan Sebuah Pengorbanan</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, pernahkah makan di warung nasi atau restoran siap saji? Bagaimana rasanya? Adakah perbedaan saat kita mengisi perut lapar kita dengan makan di warung nasi dengan di restoran siapa saji? Pertama, dari tempatnya sudah bisa terlihat yang mana yang paling cozy, bersih dan enak buat hang out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua dari makanannya. Kalau yang satu ini tergantung selera dari sahabat sendiri. Ada yang lebih suka dengan makanan rumahan, karena serasa makan masakan ibu sendiri. Adapula yang memilih makanan yang cepat saji, “enak”, dan praktis. Namun dahulu saat saya masih usia remaja, makan di sebuah restoran adalah suatu yang bergengsi. Bahkan sering dengan bangganya saya menenteng kantong plastik transparan berisi burger di hadapan tetangga. (pamer mode on ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi disamping itu semua, ada hal yang tak kalah penting dan bisa kita ambil hikmahnya. Yakni tentang system pembayarannya. Saat kita makan di warung nasi, pertama yang kita lakukan adalah memesan, lalu makanan diantar, kemudian kita makan, dan setelahnya kita baru membayar. Coba bandingkan dengan yang terjadi di restoran siap saji. Kita memesan makanan, makanan datang, lalu kita bayar , sejurus kemudian baru kita bisa menikmati makanan yang telah kita bayar. Sahabat bisa bedakan nikmat yang mana? Makan sebelum kita membayarnya, atau lebih tenang setelah kita bayar di muka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah sahabat menangkap maksud saya? Ya, sebuah hikmah yang bisa kita petik, betapa lebih NIKMATnya jika kita menikmati sesuatu yang telah kita BAYAR terlebih dahulu. Ada Pengorbanan yang telah kita Lunasi untuk sesuatu yang ingin kita capai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, pengorbanan dan keberhasilan sudah menjadi hukum alam. Ingatkah sebuah hadist “Man Jadda Wa Jadda” yang artinya Siapa yang bersungguh-sungguh Ia pasti dapat. Maka kita bisa melihat kesungguhan seorang pria yang mencintai wanita pujaannya setelah ia “berkorban” untuk menikahinya dan memberi mahar yang sesuai. Atau pengorbanan para pahlawan yang menginginkan negaranya merdeka kemudian mereka bayar dengan darah, harta dan nyawa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah sahabat mendengar pepatah cinta adalah pengorbanan. Maka untuk mendapatkan cinta Allah butuhlah suatu pengorbanan yakni sholat, zakat., serta amal lainnya. Pun jika sahabat memimpikan sesuatu apapun itu, jika benar sahabat mencintainya maka sahabat akan rela berkorban untuknya. Baik itu waktu, tenaga, harta atau apapun yang membuat sahabat bisa memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sahabat indahnya sebuah pengorbanan untuk sesuatu yang kita damba. Seperti saat kita naik kelas, ada satu kepuasan yang terbayar saat kita naik tangga-tangga keberhasilan secara perlahan. Dan makin nikmat jika itu hasil dari kerja keras dan pengorbanan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk memperbesar gairah pengorbanan kita, temukan alasan yang tepat untuk menyulut semangat juang kita. Dan alasan yang paling tepat untuk kita berjuang adalah Cinta. Saat kita mencintai sesuatu, energi gaib yang begitu kuat akan mendorong dan memacu semangat. Pun saat kita lemah dan kehilangan daya untuk mengejar impian kita, lihatlah kembali impian yang kita cintai itu. Maka tanpa sadar gairah itu akan muncul kembali. Mungkin ia akan semakin kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apabila gairah itu meredup meski telah disulut oleh impian yang kita cintai itu, maka patut dipertanyakan. Apakah kita sungguh-sungguh mencintai Impian kita itu? Ataukah hanya sebatas keinginan saja? Untuk itu, galilah lagi alasan yang menjadi “hot button” untuk kita berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, Selamat Berjuang dan Berkorban untuk apa yang sahabat cita-citakan. Temukan alasan tepat agar gairah perjuangan itu makin kuat berkobar. &lt;br /&gt;Semoga memberi hikmah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks to: Pak Bayu Maulana, Bu Dewi Nur Fiana, Bu Sarah Nasution. Terimakasih, bersama kalian adalah salah satu fase terindah dalam hidupku..:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 5 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-1385519058348117378?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/1385519058348117378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=1385519058348117378' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1385519058348117378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1385519058348117378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/restoran-siap-saji-dan-sebuah.html' title='Restoran Siap Saji dan Sebuah Pengorbanan'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-8966503321742314784</id><published>2011-08-26T09:32:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:44:47.610-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Cinta Seorang Gadis Buta</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari kawan lama saya yang seorang dokter, mengirimkan sebuah kisah ini pada saya. Ia tak memaparkan sedikit pun bagaimana hikmahnya. Bisa dikatakan open ending. Memberi ruang kosong bagi pembacanya untuk menafsirkan apa yang ia tangkap dari tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang kisah ini sangat menginspirasi saya. Maka sesudah saya membaca kisah ini, tanpa sadar air mata saya berlinang. Entah apa yang saya rasakan. Apa yang anda rasakan tentu akan berbeda dengan apa yang saya. Maka bacalah dengan perlahan.&lt;br /&gt;Amati, hayati, dan rasakan.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ada seorang gadis buta yang sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadis itu kalau ia sudah bisa melihat dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadis itu. Yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya itu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yang selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik kedua mata yg telah aku berikan kepadamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Entah sadar atau tidak, seringkali kita berlaku seperti gadis buta itu. Kita berlaku egois memaksakan kehendak kita sendiri. Padahal ada orang-orang di sekelilang kita yang berkorban sekuat tenaga untuk membuat kita bahagia. &lt;br /&gt;Orang tua kita contohnya. Entah telah berapa besar pengorbanan yang mereka curahkan untuk kita. Bukan saja uang, bahkan keringat, darah dan airmata mereka bersimbah agar kita dapat hidup layak. &lt;br /&gt;Mungkin disini kita rasakan begitu nyamannya kuliah, jajan, belanja, nonton, dan sebagainya. Sedang orang tua kita sibuk memikirkan besok makan apa. Bagaimana dengan anak saya jika uang kuliahnya terlambat. Seakan pikiran orang tua hanya tersita tentang kita, anaknya.&lt;br /&gt;Teman – temanku, kini adalah satu momentum pengorbanan kita untuk berupaya sekuat tenaga untuk membahagiakan mereka, orang tua kita. Bayangkanlah wajah bahagia dan senyum bangga mereka kala melihat anaknya di wisuda dan bergelar sarjana. Tetes air matanya, peluhnya, kerja kerasnya seakan terbayar sudah dengan menyaksikan kita kala memakai toga dan maju sebagai wisudawan-wisudawati. &lt;br /&gt;Maka maukah kita berkorban sedikit pikiran dan waktu kita untuk skripsi yang kita hadapi ini? Maukah kita bersabar dengan tantangan yang menghadang di depan? Maukah kita bangkit dari keterpurukan yang menjelang? Maukah tema-teman berkorban sedikit untuk kebahagian orang tua?&lt;br /&gt;Seorang yang sukses adalah yang melihat solusi dibalik masalah. Dan yang gagal, adalah mereka yang melihat masalah dibalik solusi. Mari kita bertekad untuk mebahagiakan kedua malaikat kita tercinta. Dan pastikan Agustus 2010 adalah salah satu momen bahagia itu. Dimana kita lihat senyum bangga bapak dan tangis bahagia Ibu kita. Selamat Berjuang Kawanku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smangat untuk kita semua!! &lt;br /&gt;Bandung, 1 Maret 2010 &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-8966503321742314784?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/8966503321742314784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=8966503321742314784' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/8966503321742314784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/8966503321742314784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/cinta-seorang-gadis-buta.html' title='Cinta Seorang Gadis Buta'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-8282160178948976338</id><published>2011-08-26T09:30:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:44:47.611-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Menyadari Malaikat</title><content type='html'>Menyadari Malaikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mah, tadi malaikat izrail ke sini!!” &lt;br /&gt;Teriak sepupu saya dari arah kamar mandi. Kami – aku, mamah, dan bapak- segera menuju kearah suara. Tersirat pertanyaan , apa maksudnya ada malaikat izrail ke sini? ada yang meninggal berarti. Benar saja ada yang meninggal. Sepupu saya yang masih sekolah dasar itu, tengah berdiri memegang gayung yang berisi bangkai ikan. Ya, ada 6 ikan yang kami pelihara di bak dan semuanya mati satu persatu. Jadi benar adanya kalau tadi Malaikat maut “mampir” ke sini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam seperti biasa saya menuju rumah anak didik les saya. Saat itu ia tengah ada tugas Pendidikan Agama. Di LKS (Lembar Kerja Siswa) telah terhidang soal-soal tentang Iman kepada Malaikat yang siap kami lahap. Kami baca soalnya satu persatu dari mulai pilihan ganda hingga esai. Dan Akhirnya beres juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya membagikan petikan hikmah dari cerita di atas, saya ingin bertanya sesuatu pada sahabat. Kapan terakhir kali sahabat membaca materi tentang malaikat? Adakah yang masih ingat rukun iman kepada malaikat rukun ke berapa? Juga jumlah malaikat yang wajib diketahui ada berapa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan maksud saya untuk bermain pintar-pintaran. Tapi itulah pertanyaan anak didik saya saat itu. Dan Ya Allah, saya pun lupa-lupa ingat ingat saat menjawabnya. Mungkin karena tumpukan memori yang kian bertambah tiap harinya (he..ngeles mode:ON). Karena memang materi ini mungkin terakhir kali kita baca saat SD atau SMP. Berapa tahun lalu tuh? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat yang hendak saya bagikan dalam tulisan ini adalah betapa kita sering mengabaikan kehadiran malaikat. Tak menyadari adanya ia dalam segala aktivitas kita selain Allah Swt Yang Maha Melihat. Siapakah ia Malaikat Rakib dan Atid. Malaikat Rakib setia mencatat amal-amal baik kita. Pun ada Malaikat Atid yang tak pernah alpa menuliskan amal-amal keburukan kita. &lt;br /&gt;"Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang bmengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu). Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Infithar 10-12) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini Bandung kerap diguyur hujan. Tahukah itu “kerjaan” siapa? Ya tentu “kerjaan” Allah Swt yang dititahkan pada Malaikat Mikail. Malaikat tersebut tak henti-hentinya mengantarkan rizki pada manusia. Mungkin malaikat yang tiap pagi hari mengetuk pintu rumah kita untuk menyampaikan rizki ya dia. Karena rizki manusia pada dasarnya sudah ada yang mengatur, bukankah ada yang mengantar tiap hari yaitu Malaikat Mikail tadi. Urusan siapa yang mau menjemput atau tidaknya rizki itu ada di tangan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu yang diberikan pada nabi-nabi Allah adalah tugas Malaiat Jibril. Yang dikenal juga dengan nama Ruhul Qudus. Wahyu-wahyu ini dikirim fresh langsung dari Allah Ta’ala melalui malaikat-Nya ini pada manusia-manusia pilihan-Nya. Jadi sebenarnya tidak ada alasan bagi kita untuk menolak mentah-mentah ajaran Allah yang disampaikan melalui manusia pilihan-Nya tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat yang paling difavoritkan yaitu Malaikat Ridwan. Terbayang wajah putih bercahaya yang begitu ramah mempersilakan kita masuk ke dalam surga Allah. Pasti hati kita berbunga saat itu tiba, seolah tak sabar menanti jamuan Allah yang sebenarnya. Sedang Malaikat yang mungkin dihindari adalah Malaikat Malik. Yang dengan muka bengis dan judesnya siap menyambut kita dalam kobaran api neraka. Terdengar pula seringai setan sebagai pertanda kita kan masuk kawanannya. Naudzubillah. Semua itu adalah pilihan kita mau masuk yang mana. Jika ingin masuk surga tentu harus disesuaikan dengan amal yang harus diperbuat. Begitu pula sebaliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir malaikat yang akan mengantarkan kita pada jamuan atau siksa Allah. Ya, Malaikat Izrail. Malaikat Pencabut Nyawa. Hendaknya perlulah kita waspada akan segala tindak tanduk kita. Kenapa? Karena tak ada yang tahu kecuali Allah kapan kita dijemput olehnya. Dan lagi-lagi itu adalah pilihan kita. Hendak mati dalam keadaan seperti apa dan bagaimana. Husnul khotimah atau su’ul khotimah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekianlah petikan hikmah yang bisa saya bagiakan kali ini. Tak bermaksud untuk mengecilkan tugas malaikat yang lain, namun saya hanya berusaha mengulas sedikit malaikat yang lekat dalam kehidupan kita. Pun bukan maksud saya menggurui sahabat sekalian, karena saya tahu sahabat adalah manusia yang Luar Biasa bisa menentukan pilihan-pilihan terbaik dalam kehidupan sahabat. Insya allah.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 120110 &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-8282160178948976338?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/8282160178948976338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=8282160178948976338' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/8282160178948976338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/8282160178948976338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/menyadari-malaikat.html' title='Menyadari Malaikat'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-7815879794926542419</id><published>2011-08-26T09:28:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:44:47.612-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Tahu Pop dan Sebuah Potensi</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan-hujan enaknya makan yang hangat-hangat. Dan seorang teman mengajak saya untuk membeli tahu pop. Terus terang saya belum tahu rupa tahu pop itu seperti apa. Apalagi rasanya. Yang saya tahu cuma ayam pop yang sering dijual di restoran padang. Hehe.. maka dari itu saya ingin tahu seperti apa dan bagaimana rasanya tahu pop itu. Pun terdorong rasa lapar saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami datangi sebuah kedai di depan gerbang kampus. Kedai itu bertuliskan Tahu Pop Aneka Rasa. Saya pun memilih rasa sapi lada hitam. Pikirku biar cuma tahu tapi berasa daging sapi.hehe..Setelah menunggu berapa menit. Sang penjual memberikan satu bungkus tahu pesanan saya yang masih mengepul asapnya. Pun saya berikan selembar uang lima ribu rupiah padanya. Saya berlalu untuk segera menyantap tahu ini hangat-hangat Hwa..enak nih kayaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya buka bungkusannya. Ah, ini tak ubahnya tahu sumedang yang dibalur tepung. Bedanya hanya ini pakai bumbu dan rasanya lebih kriuk. Rasanya pun tak jauh beda dari tahu biasa. Bahkan dari bentuknya, masih lebih besar tahu sumedang. Tapi apa yang membedakan tahu pop ini dengan tahu biasa? Bentuknya lebih mungil tapi kok harganya beda, lebih mahal dari harga tahu biasa. Padahal belum tentu rasanya lebih enak dari tahu yang sering dikonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat mungkin amat akrab dengan tahu. Atau mungkin tiap hari makan tahu (piss..^o^v). Tapi kenapa tahunya sama tapi harganya beda? Ada tahu yang dijual di pasar tradisional ada yang di supermarket. Perbedaannya hanya satu karena sang penjual tahu mengetahui Potensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu kan banyak mengandung protein, isoflavon sebagai anti oksidan. Harganya juga terjangkau. Namun karena harganya yang murah ini seringkali tahu diremehkan. Tapi sang penjual tahu pop tahu potensinya serta memaksimalkannya dengan membuat satu produk baru. Dengan memberikan variasi yang berbeda. Dipoles sana-sini menjadi tahu dengan nilai tambah. Yakni lebih kriuk dan beragam rasa. Karena nilai tambah itu maka harganya pun berbeda. Lebih mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan tahu, manusia pun seperti itu. Sering kali merasa kecil dan tak berharga. “Ah, saya mah ga bakat!”, “Ah, da saya mah jelek, ga pinter, ga pede.”, dan ah, ah lainnya. Yups, sering kali kita mengabaikan potensi yang kita miliki. Padahal Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (Surat At-Tin : 4). Tapi terkadang kita lebih focus dengan kekurangan diri dari potensi yang kita punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, orang yang berharga atau punya harga diri adalah orang yang tahu dan sadar akan potensinya dan berusaha memaksimalkannya. Untuk mengetahui apa potensimu, sediakanlah waktu untuk merenung dan galilah apa kelebihan yang kita punya. Setelah kita dapatkan maka pikirkan ke depannya kita mau seperti apa atau mau jadi apa dengan potensi yang kita punya itu. Setelah kita sadar akan potensi kita, maka tunjukkanlah dengan karya nyata. Berilah polesan agar semakin berhaga caranya dengan menambah ilmu, dan mencari lingkungan yang positif dan mendukung potensi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi dan tindakan yang kita lakukan selama itu baik (amal baik) lama-kelamaan akan membangun harga diri kita. Baik di depan orang lain maupun dihadapan Allah Ta’ala. Jika anda telah mendapatkannya hendaklah selalu dijaga dengan keikhlasan dan rendah hati. Percayalah, itu membuatnya semakin indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah sahabat, Selamat menggali potensi terbesarmu dan Tunjukkanlah pada dunia bahwa Anda Luar Biasa!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 040110 &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-7815879794926542419?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/7815879794926542419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=7815879794926542419' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/7815879794926542419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/7815879794926542419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/tahu-pop-dan-sebuah-potensi.html' title='Tahu Pop dan Sebuah Potensi'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-8330985400523774122</id><published>2011-08-26T09:24:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:44:47.612-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi hati'/><title type='text'>Belajar Bergaul dari Dukuh</title><content type='html'>Liburan ini saya berkesempatan menjaga kios bapak. Ya, bapak saya seorang pedagang buah-buahan di salah satu pasar di bandung. Lama tak menyambangi pasar, ternyata memang banyak hikmah yang saya petik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu bapak menyuruh saya membereskan dukuh. Ia minta untuk memisahkan buah-buah mungil yang sudah tampak hitam dan basah itu dari dukuh yang masih bagus. Saya nurut saja. Lalu saya pindahkan dukuh busuk itu pada sebuah piring plastik untuk segera dibuang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran saya tanya pada bapak, kenapa dukuh-dukuh itu harus dipisahkan. Dia hanya bilang “Biar ngga nular!”. Dari jawaban bapak tersebut kita bisa mengambil hikmah. Pertama, ternyata lingkungan menentukan siapa dan bagaimana kita ke depannya. Maksudnya, kita bisa menilai diri kita dari teman karib yang kita punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya kita sering bergaul dengan seseorang yang males masuk kuliah. Lama kelamaan “penyakit” itu bisa nular pada kita. Atau banyaknya temen kita ga pede-an missal, maka kita pun ga akan jauh dari itu. Bukankah ada ungkapan “untuk melihat masa depan seseorang, tengoklah dengan siapa ia berteman dan buku apa yang sering ia baca.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita tak selektif menentukan lingkungan kita, maka nasib kita tak akan jauh berbeda dengan dukuh kualitas bagus dan manis namun karena sering bercampur dengan dukuh kualitas rendah –busuk akhirnya akan busuk juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran kedua yang bisa diambil adalah dalam memilih dukuh terkadang kita senang dengan dukuh kinclong tanpa cacat. Nampaknya enak untuk dilihat pun dimakan hehe..Tapi bagaimana rasanya? Rata-rata rasanya masam. Coba bandingkan dengan dukuh yang rupanya agak hitam. Mungkin rasanya lebih legit dari yang kinclong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya “Don’t judge the book from it’s cover”. Terkadang kita silau denang kecantikan, ketampanan, kekayaan, dll tanpa melihat akhlaknya. Sesekali saya miris dengan seorang teman yang secara fisik enak dipandang tapi tak pernah bisa menghargai orang. Atau yang pintar namun enggan berbagi kepintarannya dengan sesama. Semoga kita jauh dari sifat itu ya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran terakhir,kata bapak dukuh itu buah yang sensitive. Gampang hitam dan busuk apalagi kalo sering dipegang-pegang. Tapi memang bener lho, buah ini hanya bertahan 2-3hari saja. Lebih dari itu &lt;br /&gt;bisa hitam dan busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saya berpesan khususnya untuk kaum hawa hendaklah hati-hati menjaga diri. Jangan sembarang orang bisa pegang. Bukankah Al-Quran sudah menerangkan dalam An-nur:31 coba buka lagi deh (he..nyuruh). Percayalah, perintah Allah itu tak ada yang memberatkan. Justru malah untuk kebaikan kita. Pasti teman-teman tak mau jadi seperti dukuh yang sering dipegang-pegang dan akhirnya busuk terus dibuang kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sekianlah petikan hikmah ini. Semoga bisa jadi renungan. Adapun kekurangan milik saya semata. Dan kelebihan berasal dari Allah yang menciptakan anda dengan Luar Biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 190110 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-8330985400523774122?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/8330985400523774122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=8330985400523774122' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/8330985400523774122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/8330985400523774122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2011/08/belajar-bergaul-dari-dukuh.html' title='Belajar Bergaul dari Dukuh'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-6496093515147450384</id><published>2009-10-15T21:43:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:38:49.372-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisikupuisimu'/><title type='text'>Mencari asma</title><content type='html'>: Lelaki biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;taukah kau pandanganku terpaku &lt;br /&gt;pada wajah indahmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memancar sinar biru  dalam bis tua itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wajahku temaram dalam &lt;br /&gt;tatapan bening sorot mata &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang belum kutemukan &lt;br /&gt;namanya dalam buku hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Labkom FIK, 161009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-6496093515147450384?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/6496093515147450384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=6496093515147450384' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/6496093515147450384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/6496093515147450384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2009/10/mencari-asma.html' title='Mencari asma'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-8606114964890742880</id><published>2009-05-12T22:04:00.000-07:00</published><updated>2009-05-12T22:06:31.412-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisikupuisimu'/><title type='text'>Metamorfosa</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/SgpVQSGvQ-I/AAAAAAAAAB0/KHbf_KsQm0I/s1600-h/Water+lilies.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/SgpVQSGvQ-I/AAAAAAAAAB0/KHbf_KsQm0I/s320/Water+lilies.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335170446800143330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;: end sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengus keluhmu menderu bersama bis tua berkarat&lt;br /&gt;hati yang dulu rapuh kini membatu.Takjub aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puzzle-puzzle itu mulai tersusun rapi dalam etalase biru atas nama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedewasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah,jika kiranya tangismu tak teraba&lt;br /&gt;Bahuku selalu tersedia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bdg,151208)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-8606114964890742880?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/8606114964890742880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=8606114964890742880' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/8606114964890742880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/8606114964890742880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2009/05/metamorfosa.html' title='Metamorfosa'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/SgpVQSGvQ-I/AAAAAAAAAB0/KHbf_KsQm0I/s72-c/Water+lilies.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-2801924121790004269</id><published>2009-03-24T21:47:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:42:40.335-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepenggal cerita'/><title type='text'>Di antara Dilema</title><content type='html'>   	&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt; 	&lt;title&gt;&lt;/title&gt; 	&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.4  (Linux)"&gt; 	&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 		H1 { margin-top: 0in; margin-bottom: 0in } 		H1.western { font-family: "Nimbus Roman No9 L", serif; font-size: 12pt; font-style: italic; font-weight: medium } 		H1.cjk { font-family: "DejaVu Sans"; font-size: 12pt; font-style: italic; font-weight: medium } 		H1.ctl { font-family: "DejaVu Sans"; font-size: 12pt; font-style: italic; font-weight: medium } 		H3 { margin-top: 0in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%; text-align: justify } 		H3.western { font-family: "Nimbus Roman No9 L", serif; font-size: 12pt } 		H3.cjk { font-family: "DejaVu Sans"; font-size: 12pt } 		H3.ctl { font-family: "DejaVu Sans"; font-size: 12pt } 		H2 { margin-top: 0in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%; text-align: justify } 		H2.western { font-family: "Nimbus Roman No9 L", serif; font-size: 12pt; font-style: italic; font-weight: medium } 		H2.cjk { font-family: "DejaVu Sans"; font-size: 12pt; font-style: italic; font-weight: medium } 		H2.ctl { font-family: "DejaVu Sans"; font-size: 12pt; font-style: italic; font-weight: medium } 	--&gt; 	&lt;/style&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Melbourne, 1 Maret 2007&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Australia itu amat jauh untukku, dua hari yang lalu kusimpan belahan hati ini di kota nan indah, Bandung tercinta. Sebelum kuberangkat, telah kupinang gadis pujaan yang kukenal saat perjalanan pulang ke kampung halaman. Parasnya yang hitam manis tak bisa lekang dari ingatan, budi lembut ia tampakkan dalam perbuatan, bibirnya makin manis dengan kata-kata menyejukkan yang ia utarakan. Ah, Anggi yang manis.. Pertemuan di bis siang itu tak disangka membawaku ke hadapan orang tua sang gadis, kumeminangnya dan jika Tuhan mengizinkan, dua tahun lagi akan kusunting ia tuk jadi bidadari surgaku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;h1 class="western" style="line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;Melbourne, 12 September 2007&lt;/b&gt;&lt;/h1&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;	Waktu terasa cepat bagiku, setengah tahun sudah kutinggalkan jantung hatiku di kota dingin itu. Aku dan ia saling menunggu satu sama lain, aku menunggunya tuk ia selesaikan kuliah S1 keperawatannya di Bandung, dan ia menungguku tuk selesaikan studi beasiswa S2 teknik-ku disini. Rindu rasanya akan wajah sendunya, senyum mawar yang mekar di bibirnya, rindu ucap santun saat ia membalas sapaku kala itu. Aku rindu ia..enam bulan berlalu kutetap rindu dirinya, dan kutahu ia kan setia..&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3 class="western"&gt;&lt;i&gt;Melbourne,25 September 2008&lt;/i&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;	Entah imel ke berapa ini, tak terhitung lagi. Kutulis kabar dan kerinduanku akan dirinya lewat surat elektronik ini dan mempercayakan listrik dan udara menyampaikan ini padanya, Anggi-ku tersayang. Satu tahun berlalu, Anggi juga pasti rindu akanku. Ah, geer sekali aku ini.. Dan kabar ini akan membuat Anggi belonjak gembira, senyum mawarnya kan mekar, karena saat libur musim panas ini aku akan pulang, aku pulang dan menginjakkan kaki kembali ke pangkuan pertiwi. Aku akan pulang untuk keluargaku, dan spesial untuknya gadis bermata jeli yang kutemui satu setengah tahun yang lalu. Kan ku lewati Iedul Fitri tahun ini di tengah orang-orang yang kucintai. Rasanya tak sabar diri ini tuk segera terbang ke kampung halaman. Satu tahun terasa berabad-abad kulewati hari tanpa bersamanya di sisi. Imel yang kukirim belum juga menghapus gelisahku, mungkin hanya bersua dengannya kan jadi pelipur lara ini. Dan beberapa hari lagi ku kan dapati sosok wajah yang kurindu, ya, ia kan  tepat dihadapanku.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2 class="western"&gt;&lt;b&gt;Garut, 1 Oktober 2008&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;	Hari lebaran datang, hari ketika dosa-dosa berguguran dan badai maaf yang menyejukkan dilelang. Manusia lahir kembali bak reinkarnasi menjadi pribadi-pribadi fitri yang kan arungi hari baru kini. Sungkeman ba’da sholat Ied berlangsung khidmat, aku bersimpuh di kaki bundaku, kucium tangannya, hormat. Begitu pula pada ayahku. Lebaran hari yang gembira, kala kulihat keceriaan menggelayut di wajah sepupu dan keponakanku. Wajah ceria itu kan mampir pula pada paras bidadariku, Anggi. Jika Tuhan mengizinkan, pada hari lebaran kedua, aku kan menemuinya, diri ini akan menjadi kado lebaran terindah untuknya..&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 2.5in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; ***&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 2.5in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “&lt;i&gt;Assalamu’alaikum..Anggi, saya Nurul, istri sahnya A Wira. Sudah 2 bulan kami resmi menikah. Saya mohon Anggi tidak mengganggu suami saya lagi. Terimakasih..”- Nurul.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Pesan singkat itu membuat Anggi terguncang, tanpa sadar airmatanya pun berlinang. Ia bingung kemana mencari kebenaran yang selama ini Wira tutupi dengan rapi, mungkin ini alasannya tak memberi kabar 2 bulan terakhir. Lelaki pujaannya kini telah jadi imam orang lain, bukan dia yang selama ini menunggunya setia. Takkan ada pernikahan yang ia asa-kan satu tahun mendatang, hatinya hancur tak terperikan..&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Tiba-tiba ponselnya berbunyi lagi..&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “&lt;i&gt;Assalamu’alaikum..Anggi saya minta maaf atas ketidakjujuran saya selama ini. Saya sudah menentang pernikahan itu, tapi apa daya, ibu dan kakak-kakak saya terus mendesak. Kejadiannya begitu cepat dan saya tak bisa lagi mengelak. Tapi sungguh saya tak menghendaki pernikahan ini. Jika Anggi mau menunggu, Aa akan ceraikan Nurul!!”- A Wira.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Mesej itu kian membuatnya tersedu, ia bimbang, galau, atau entah apatah namanya. Hatinya seakan tersayat sembilu berkarat, sakit nian. Di satu sisi, ia begitu mencintai A Wira namun di sisi lain, tak mungkin ia tuk sakiti Nurul, keluarga A Wira, termasuk orang tuanya sendiri. Hatinya kian ngilu, jika orang tuanya digunjingkan lantaran anaknya merebut suami orang. Anggi kalut, ia hanya bisa pasrah akan semuanya, hanya pada Tuhan ia meminta kekuatan..&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Butuh waktu berhari-hari tuk menguatkan hati, namun hari ini ia beranikan diri tuk katakan :&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;   “&lt;i&gt;Assalamu’alaikum..A Wira yang baik..Insya Allah saya terima ini semua dengan ikhlas, mungkin memang kita bukan jodoh. Saya ingin A Wira bahagiakan teh Nurul, sekarang dia bidadarimu. Dan tolong jangan ceraikan Teh Nurul hanya untuk menikahi saya. Saya tak mau sakiti hati siapapun. Terimakasih dan semoga berbahagia..”- Anggi.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Di sebrang sana, ponsel Wira bergetar..&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Ia membacanya. Tiba-tiba jantungnya bak berhenti berdegup, tenggorokannya tercekat seketika. Hatinya hancur, dan asa-nya tercerabut satu per satu..&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; True story (Kokoro No Tomo, Rea chan),15-17 Oktober 2008&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 2.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;b&gt;Ade Fariyani (adefariyani_03@yahoo.com)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 2.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 2.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;b&gt;	&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-2801924121790004269?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/2801924121790004269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=2801924121790004269' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/2801924121790004269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/2801924121790004269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2009/03/di-antara-dilema.html' title='Di antara Dilema'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-876078893943078660</id><published>2009-02-17T23:44:00.000-08:00</published><updated>2011-10-05T07:42:40.336-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepenggal cerita'/><title type='text'>"Pak Hasan, Guruku..."</title><content type='html'>&lt;table style="text-align: left; margin-left: auto; margin-right: auto; width: 680px; height: 1861px;" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr align="justify"&gt;&lt;td style="font-size: 15pt;" height="30"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;              &lt;tr align="justify"&gt;               &lt;td height="15"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;              &lt;/tr&gt;                &lt;tr align="justify"&gt;                &lt;td class="konten"&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;              &lt;tr align="justify"&gt;               &lt;td height="15"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;              &lt;/tr&gt;                             &lt;tr align="justify"&gt;               &lt;td&gt;               &lt;span class="konten"&gt;&lt;b&gt;AKU&lt;/b&gt; masih ingat  pertama kali aku masuk SD, Pak Hasan sebagai kepala sekolah menyambutku dengan  wajah berseri-seri. Beliau menyalami ayah dan ibu yang mengantarku sekolah untuk  pertama kalinya. Beliau amat gagah dengan seragam dinas hijau kelabu yang  dipakainya, rambutnya begitu rapi disisir ke belakang, kumisnya yang tipis  serasi dengan wajah bulatnya. Sementara kulitnya yang cokelat gelap dengan  leher pendek tak membuatnya kehilangan wibawa. Juga lesung pipi yang tampak kala  tersenyum, begitu manis. Pak Hasan adalah guru senior di SD Senyum Mentari, be liau juga pemrakarsa sekolah yang kini telah berusia 20 tahun ini. Wajahnya yang  ramah pada semua orang membuat murid serta para guru mudah becengkerama dengan  beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih  ingat ketika suatu hari ibu terlambat menjemputku, aku berdiri di depan kelas  dan menangis keras-keras. Saat itu sosok gagah Pak Hasan datang dan membuat  tangisku reda dengan sekotak susu. Ia mengajakku duduk di ruangannya selama  menunggu ibu yang beberapa jam kemudian datang. Bukan itu saja, Pak Hasan,  kepala sekolah kami, selain pintar dalam bidang agama, juga mengurus masjid dan  madrasah di depan sekolah. Tak tanggung-tanggung, beliau sendiri yang selalu  turun tangan dalam pengelolaan masjid, dari mengurus kurban atau zakat sampai  mengepel lantai dan membersihkan kamar mandi pun beliau kerjakan. Padahal tak  sepeser pun uang ia peroleh darinya. Kala itu Pak Hasan idola kami, aku dan  Adine, teman sebangkuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Hasan yang  seorang lulusan MTs selalu mengajarkan kami tentang ibadah pada Allah, bukan  hanya saat kita sedang membutuhkan-Nya. Tapi juga saat dilanda rasa senang dan  gembira, kita justru harus bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak-anak,  ingatlah Allah saat kalian sedang berada dalam keadaan senang maka Allah akan  mengingat kalian saat kalian sedih. Sebentar lagi ujian nasional, bapak tahu ini  hal yang berat buat kalian. Tapi percayalah, dengan belajar sungguh-sungguh dan  berdoa, meminta kemudahan dan kelancaran pada Allah, bapak yakin kalian akan  sukses menjalaninya. Bapak percaya kalian bisa. Begitu beliau menyemangati kami  suatu hari menjelang ujian nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu hujan  amat deras mengguyur kota, aku yang belum sampai rumah setelah turun dari bus  kota terpaksa berteduh pada sebuah halte kecil di seberang jalan tempatku  diturunkan dari bus tadi. Tampaknya hujan besar hari ini, air hujan dengan kasar  menampar-nampar dedaunan pohon angsana di seberang jalan, membuat daun dan  rantingnya berjatuhan. Angin menerpa wajahku, alhamdulillah aku membawa jaket  untuk melindungi tubuhku dari terpaan angin. Jalanan begitu lengang kini,  mungkin orang-orang malas bepergian pada musim hujan kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di halte  tempatku bernaung, hanya ada aku dan seorang lelaki tua yang tampak kedinginan,  bajunya yang lusuh dan celana yang coreng-moreng oleh tanah memperlihatkan bahwa  ia habis menggali tanah di seberang jalan yang memang sedang ada perbaikan  galian kabel. Wajahnya tenggelam dalam topi khas tukang becak, sehingga aku tak  bisa begitu jelas melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lagi &lt;i&gt;neduh&lt;/i&gt;  juga ya Pak?" ujarku membunuh keheningan. Yang ditanya malah celingukan, mungkin  ia takut aku berbicara dengan orang lain, bukan dia. Setelah mengamati sekitar  yang tak ada sesiapa, ia mendongakkan kepala melihat ke arahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, Neng".  Wajahnya kulihat samar, terasa tak asing. Kumis yang tampak lebih tebal, rambut  yang kelabu acak-acakan, mata yang ramah, kulit yang semakin legam, mungkin  karena paparan teriknya mentari, dan leher pendeknya. Kurasa aku mengenalnya.  Tapi kenapa ia di sini? Berpakaian lusuh bermandikan tanah, tak gagah seperti  saat mengenakan seragam dinasnya. Namun senyum ramah itu tak bisa kumungkiri  hanya dimiliki idola masa kecilku, Pak Hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bapak, Pak  Hasan?" tanyaku penasaran. Ia lebih jelas menatapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Betul. Maaf,  Neng siapa ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa sih  yang tidak tau Bapak, sekelurahan pun pasti kenal Bapak". Senyum berlesung pipi  itu terbit dari bibirnya yang kering. "Saya Vira Pak, murid Bapak dulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, Neng Vira.  Maaf bapak sudah tua. Sudah pikun, Neng".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibu apa kabar,  Pak? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibu baik Neng,  alhamdulillah. Oh, iya Neng dari mana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya pulang  kuliah, berkat nasihat bapak alhamdulillah saya bisa menggapai mimpi saya untuk  kuliah di Unpad. Terima kasih ya Pak," ujarku dengan sesungging senyum  termanis yang langka kuobral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah  bapak juga senang Neng Vira biasa mewujudkan impian.". Senyum yang tadi  mengembang, sekarang perlahan pudar, Pak Hasan mengatupkan mulutnya. Seketika  kami diterpa keheningan. Keheningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin rasanya  kutanyakan alasannya di sini, kenapa tak mengajar lagi di sekolah yang ia bangun  dengan tetes keringatnya. Aku penasaran, apa yang terjadi pada Pak Hasan dan  keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah, Neng  sekarang bapak tak lagi mengajar di Senyum Mentari, bapak sudah pensiun. Jadi  bapak mencari pekerjaan lain, ya beginilah jadi tukang gali. Sebenarnya bapak  sudah capek dan lelah, bapak inginnya istirahat. Tapi, kalau bapak istirahat,  siapa yang &lt;i&gt;ngasih&lt;/i&gt; makan keluarga? Sedangkan mengandalkan uang pensiunan  yang tidak seberapa tak cukup untuk kebutuhan keluarga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Emang&lt;/i&gt;  anak-anak bapak ke mana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semuanya  sudah menikah Neng, sekarang mereka dibawa sama suaminya masing-masing. Yang  pertama si Lastri di Cirebon, Yeni, yang kedua di Jakarta, yang terakhir si Tia  di Yogya. Neng tahu 'kan anak bapak perempuan semua, setelah bapak nikahkan  mereka semua, ya selesailah tugas bapak, tanggung jawab mereka ada pada suami.  Jadi sekarang bapaklah yang jadi tulang punggung keluarga. Selain jadi tukang  gali, bapak masih &lt;i&gt;nyambi&lt;/i&gt; di masjid. Alhamdulillah bapak masih diberi  kesehatan sama Gusti Allah..." kisahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi amat kagum pada Pak Hasan, meski usianya renta dan dunia telah mengecewakannya, beliau tetap bersyukur atas apa yang Tuhan berikan. Pak Hasan guruku, beliau tetap guruku, guru kehidupanku. Pak Hasan guruku dan akan terus menjadi idola masa kecilku dan hingga kini ia masih pahlawanku. &lt;span class="kotalengkap"&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                  Galamedia, Sabtu 6 Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;              &lt;/tr&gt;              &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-876078893943078660?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/876078893943078660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=876078893943078660' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/876078893943078660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/876078893943078660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2009/02/pak-hasan-guruku.html' title='&quot;Pak Hasan, Guruku...&quot;'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-4921446694762286669</id><published>2009-02-08T20:11:00.000-08:00</published><updated>2011-10-05T07:38:49.373-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisikupuisimu'/><title type='text'>Negri Kami..</title><content type='html'>Jika kau cium negri kami..&lt;br /&gt;Negri kami wangi oleh anyir darah&lt;br /&gt;yang meleleh dari onggokan daging muda tak berdosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau tengok negri kami&lt;br /&gt;Negri kami kaya akan istana-istana bunga bermahkotakan surga&lt;br /&gt;walau awalnya keping-keping bangunan lantak dimemana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau dengar negri kami dari layar kaca&lt;br /&gt;Jangan kau cucurkan air mata untuk kami yang tlah dijemput bidadari surga&lt;br /&gt;bermandikan cahaya, menjadi syuhada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kau tangisi negri kami sia-sia&lt;br /&gt;Tangisi saja jiwa kalian yang papa&lt;br /&gt;yang belum jelas kemana pulangnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                            &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Buat saudaraku di negri Palestina) Bandung,110109&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;                                                              Ade Fariyani (adefariyani_03@yahoo.com)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-4921446694762286669?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/4921446694762286669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=4921446694762286669' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/4921446694762286669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/4921446694762286669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2009/02/negri-kami.html' title='Negri Kami..'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-5421709420657202342</id><published>2008-11-30T20:09:00.001-08:00</published><updated>2011-10-05T07:32:42.319-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepenggal cerita'/><title type='text'>Memo Hanny</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Badan Dio masih bermandi peluh, seragam bolanya pun belum ia lepaskan,ia duduk kelelahan dan segelas es jeruk tersaji di atas meja yang menjawab rasa hausnya, juga sebuah memo : &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;“Mas Dio pasti capek,ini es jeruk buat kakakku tercinta. Diminum ya Mas..aku yang bikin sendiri lo..Abis itu mandi trus ganti baju,oke?!”-adikmu tercinta Hanny.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dengan sesungging senyum ia sambut segelas es itu dan meneguknya sampai habis, maklum selesai latihan bola dan udara diluar panas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Dio tendang bolanya keras-keras!! &lt;/span&gt;Gimana kamu ini?!” tegur Pak Indra.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Iya pak!!”jawab Dio.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Seusai latihan..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Lu kenapa Di?” tanya Sandi penasaran &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Ga papa,cuma agak kepikiran Hanny aja. Dia dah seminggu di Bogor,lagi terapi pita suara. Tapi sumpah gua kangen banget, dia cuma ninggalin kata-kata sayang dari memonya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Ditinggal seminggu kayak ditinggal setahun, Dio..Dio..Tapi gua juga ngerasa gitu, hidup tanpa arti saat Ita ninggalin gua setahun yang lalu.”air muka Sandi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;berubah keruh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Udahlah San,lu jangan sedih.Lu ga mau kan kalo adik lu sedih juga disana?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Andai kecelakaan itu ga terjadi.” tanpa sadar bulir bening itu menetes, Dio lekas merangkul sahabatnya, pundak Sandi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berguncang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dua minggu berlalu tanpa Hanny, Dio lebih sering melongo menatap memo terakhir yang ditulis Hanny sebelum ia pergi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Mas Dio jangan terlalu sibuk latihan dan jaga kesehatan. Jangan lupa makan suplemennya,dah Hanny siapin di meja makan! Hanny pergi dulu ya mas..maaf hanya lewat memo, abis Tante Ira jemputnya mendadak sih.Owya doain biar operasi pita suara Hanny lancar,dan jangan nangis gitu dong!!hehe..Salam kangen selalu.”- Hanny.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Hari-hari Dio kian hampa tanpa Hanny tercinta,ia tak bisa menahan rindunya terlampau lama dengan nekad ia menyusul adiknya ke Bogor walau harus bolos latihan. Akhirnya ia jumpai adiknya sehari sebelum operasi..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Mas Dio,latihan kemaren gimana,lancar?” tanya Hanny lewat isyarat tangannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Lancar sayang..”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Minggu depan ada tanding lagi? Lawan mana?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Iya,minggu depan tim Mas Dio akan melawan tim Pelitapura.Hanny nanti datang ya..”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Insyaallah..Mas Dio doain Hanny supaya operasinya lancar, Hanny pengen bisa teriak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saat pertandingan Mas Dio nanti.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Iya sayang. Hanny pasti bisa.” jawab Dio sambil mengecup kening Hanny dengan lembut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Beberapa minggu kemudian..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;“Yes…Gol!!Mas Dio menang lagi…!!” teriak Hanny lantang. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 180pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, 2007&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 180pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Ade Fariyani(adefariyani_03@yahoo.com)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-5421709420657202342?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/5421709420657202342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=5421709420657202342' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/5421709420657202342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/5421709420657202342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2008/11/memo-hanny-badan-dio-masih-bermandi.html' title='Memo Hanny'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-1938348300065665515</id><published>2008-09-08T22:51:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:38:49.373-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisikupuisimu'/><title type='text'>MAHLIGAI</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Loncati suatu dimensi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Diman kuukir mahligai suci&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Bersama sang abi..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Dimana iman pada Alloh SWT. fondasinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Rasulullah bertindak menjadi tauladannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Tiangnya kecintaan,kesetiaan,penghargaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Dengan ataptaqwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Membuat indah seisinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Mahligai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Itu impianku..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Dimana bercumbu jadi ibadah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Bak pahala kala umrah di Makkah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dimana memasak jadi sedekah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Awal dari kehidupan itu berasal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mahligai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kudapati bidadari-bidadara kecil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Buah hati kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang kelak kan jadi jundi-jundi-Nya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mahligai..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saling mengisi dan saling berbagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Itu kunci sakinahnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mawaddah,marahmah menyusul pula&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Wadda’wah itu jangan lupa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Mahligai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Yang didasari kecintaan pada Ilahi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Membuat hati sejuk bak meneguk segelas air murni&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Membuat peluh ini kerinjg akibat semilir angin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Membuat pikiran kembali cerah ibarat berlian yang baru digosok pandai intan..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Mahligai..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Indahnya sampan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Menuju ke tepian...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                            &lt;/span&gt;Bandung,080808&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-1938348300065665515?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/1938348300065665515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=1938348300065665515' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1938348300065665515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1938348300065665515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2008/09/mahligai.html' title='MAHLIGAI'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-6661152933878572038</id><published>2008-09-08T22:49:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:38:49.374-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisikupuisimu'/><title type='text'>Senja di Cileunyi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Pohon cemara bersambung rapi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Pohon wungu menjejali..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mentari tersipu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Awan kumuklus putih menghinggapi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Senja yang malu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Di Cileunyi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Menemani sepinya bis kami &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;melewati sawah-sawah yang terjepit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;beton serupa bangunan rapi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Seakan menjerit ,”Mau diapakan kami ini??”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Mungkin mereka bingung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Orang-orang makin kaya juga makin sesak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Buktinya sawah berganti fungsi menjadi petak kamar tidur,dapur dan kamar mandi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kalau dipikir-pikir kejam kali manusia ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sawah yang tak salah apa-apa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kami babati,betoni,dan banguni&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sawah yang malang..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Mataku perlahan terpejam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;Lelah akan rutinitas seharian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kulihat senja yang tersipu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Di Cileunyi..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                            &lt;/span&gt;Cileunyi,060808&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-6661152933878572038?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/6661152933878572038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=6661152933878572038' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/6661152933878572038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/6661152933878572038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2008/09/senja-di-cileunyi.html' title='Senja di Cileunyi'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-5856487828032854879</id><published>2008-09-08T22:47:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:32:42.320-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepenggal cerita'/><title type='text'>IDOLA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                         &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Hingar-bingar suara musik masih meggema di sekitar halaman &lt;i style=""&gt;Ciwalk&lt;/i&gt;, Kamis malam itu.Terdengar musik pop,&lt;i style=""&gt;hip-hop,rock,atau R&amp;amp;B&lt;/i&gt; atau entahlah aku tak tahu, pastinya yang kudengar saat itu suara musik yang tak keruan. Mas Deni tengah berbincang dengan pacarnya, kelihatannya asyik sekali,sampai-sampai mereka lupa padaku. Akupun menghela nafas sambil meneguk teh kemasan yang katanya rasa jeruk,dan kurasakan hawa dingin menembus celah-celah kerudung dan kaus kaki-ku. Kini kududuk dibawah naungan pohon cemara yang dihiasin lampu-lampu mungil yang berkelap-kelip menggantikan sinar bintang-bintang di langit.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“De,ini keripiknya !”tawar teh Mila.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Iya makasih teh.. ”jawabku sambil menggosok-gosokkan kedua tanganku tanda kedinginan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Dingin de,pakai jaket mas aja!”sambung Mas Deni yaqng melihatku kedinginan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;“Ehm..gak usah mas.”elakku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;”Gimana mau minjemin jaket wong sendirinya ga tahan kedinginan”gumamku dalam hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Heh nyesel aku ikut,buang-buang waktu,kalu di rumah mungkin aku bisa menghafal B.Indonesia yang besok mau ulangan atau belajar fisika,istirahat juga bisa setelah bercapek-capek ria karena tes lari 2 keliling gasibu. Nyesel,nyesel,nyesel!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;“Ya Alloh..Dea pengen pulang aja daripada disini kedinginnan mana dicuekkin lagi.” Pintaku dalam hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Kini para pengunjung Ciwalk tengah dimanjakan oleh penampilan Ebith Beat A dengan musik &lt;i style=""&gt;Rap&lt;/i&gt;-nya.Dan halaman Score! saat ini kuliah anak-anak muda sedang nongkrong , ada muda-mudi yang tengah memadu kasih seperti Teh Mila dan Mas Deni,kakakku. Juga ada pula yang sendirian menunggu,termasuk aku yang menunggu-nunggu kapan aku pulang.Tiba-tiba...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Pim..pim..sebuah mobil Kijang biru bersama minibus abu-abu berhenti di halaman Score! malam itu dan tepat di depanku,tepat sekali didepanku,,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Ya Alloh..Kang Haris vokalis grup band kesukaanku bersama teman-temannya muncul tepat di depanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Coba tebak apa yang terjadi ??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku menghampirinya dengan maksud meminta tanda-tangan mereka? Anda keliru..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang kulakukan hanya menyedot habis teh kemasan yang kubeli bersama Teh Mila tanpa mempedulikan grup band kesukaanku berlalu dari pandanganku, kupikir buat apa aku minta tandatangan, toh kita semua sama manusia, apa hebatnya dia?Apa dia mampu menjamin masuk surga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ada perasaan menyesal,kenapa aku tak membawa kaset album solo Kang Haris dan memintanya untuk menorehkan tanda-tangannya,hah sudahlah..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Wah,Haris tuh!!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Iya,kenapa yah Haris pake baju pink terus?!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Lagi &lt;i style=""&gt;Valentine&lt;/i&gt;-an kali!!”percakapan Mas Deni dan Teh Mila ini hanya menyisakan senyum kecut di bibirku.Dari jauh Kang Haris menolehkan kepalanya ke arah kami, kutangkis ras geer-ku,mana mungkin kang Haris menoleh untuk melihatku..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;*&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;* &lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Wah masa? Terus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gimana de??”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;”Iya de,gimana?” tanya Iva dan Ulfa tertubi-tubi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;“Iya situ aja. Dea ngeliat Kang Haris pas banget di depan Dea, tapi Dea mah diem aja.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Bukannya minta tandatangan!”,lanjut Asta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;”Yeh,orangnya gak bawa kertas sama pulpen gimana mau minta tandatangan .”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;”Ngelit Rio ngga??”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;”Ngeliat.Rio kan sempet ngobrol sama Mas Deni terus minta foto. ”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;”Emmm..Pengen kesana ih!!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;”By the way ,mereka nyayi berapa lagu?” tanya Asta&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Yang Dea liat sih Cuma 2 lagu soalnya keburu pulang sih.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Hah,pengen kesana ih nyesel..nyesel ga ngeliat!!” rengek Ulfa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Dea aja nyesel banget ikut,udah kedinginan ,kelaparan,mana dicuekkin lagi,ini malah ngebet banget pengen ikut.Ulfa..Ulfa..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Sepulang sekolah…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Huh..teriknya matahari ini,ups..maaf Ya Alloh bukan maksudku tuk menghujat-Mu. Emmm..rasanya kalo beli es krim enak nih. &lt;span style="" lang="FI"&gt;Kususuri jalan ada tempat anak-anak SMANSA biasa makan siang. Aku &lt;/span&gt;pun diam dan berjalan bersama lamunanku..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Pim..Pim..mobil kijang biru semalam..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Jendelanya terbuka perlahan ..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;“Emm..permisi,yang pake kerudung coklat semalem &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;??”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Aku pun mengangguk tak percaya,”Ya Alloh..Kang Haris!!”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 144pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-5856487828032854879?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/5856487828032854879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=5856487828032854879' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/5856487828032854879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/5856487828032854879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2008/09/idola.html' title='IDOLA'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-1842882253353562567</id><published>2008-08-19T01:44:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:38:49.374-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisikupuisimu'/><title type='text'>Rindu (ifa..)</title><content type='html'>Rindu wajah imut nan lugu,rindu senyum yang menyapu segala gundahku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rindu ocehan yang mengundang tawa bahagia,rindu tangis tatkala kulepas dari gendongan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rindu ucapan "mamam" atau 'nenen" dari mulut mungilnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rindu akan aksi manyunnya yang dengan segera ia majukan bibir kecil walau tak tahu apa maksudnya..tapi dengan polos ia lakukan jua..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku rindu dia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku rindu ifa ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Puisi buat ifa sayang..mba ando kangen....!!!!!!)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-1842882253353562567?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/1842882253353562567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=1842882253353562567' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1842882253353562567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1842882253353562567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2008/08/rindu-ifa.html' title='Rindu (ifa..)'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-1358221433832940151</id><published>2008-08-01T00:04:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:38:49.374-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisikupuisimu'/><title type='text'>It Takes Three..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/SJK51YB3I8I/AAAAAAAAABA/X3EgC6WPd_8/s1600-h/ist2_1638751-will-you-marry-me.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/SJK51YB3I8I/AAAAAAAAABA/X3EgC6WPd_8/s320/ist2_1638751-will-you-marry-me.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229446443965031362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;I can't  honestly say that&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;I was looking for you&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;and I doubt that you were looking for me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;But as Alloh SWT has planned it to happen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;You and me an here we are&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Two people not sure where we are going&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;But happy just to know that where is it&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;It's Alloh SWT 's will and we're going there together&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;I Love you not as I want to&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;If you seek love on me  alone&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;You will find nothing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;But if you seek Alloh SWT 's love&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;You will find everything&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Because it takes three&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;To makes a true and perfect love&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Alloh SWT.,you and me..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;                                                                                                                                                                                                                                                       Bandung,310708&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Puisi tercinta untuk seseorang yang kelak halal untukku...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;     &lt;span style="font-family: webdings;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Who will marry me???&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-1358221433832940151?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/1358221433832940151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=1358221433832940151' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1358221433832940151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/1358221433832940151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2008/08/it-takes-three.html' title='It Takes Three..'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/SJK51YB3I8I/AAAAAAAAABA/X3EgC6WPd_8/s72-c/ist2_1638751-will-you-marry-me.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3615508867286450079.post-8175506119083209124</id><published>2008-07-31T23:45:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T07:38:49.375-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisikupuisimu'/><title type='text'>Anak Malam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/SJK0uZ5Y1yI/AAAAAAAAAAw/XcCR8tZNXy4/s1600-h/sad.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 220px; height: 177px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/SJK0uZ5Y1yI/AAAAAAAAAAw/XcCR8tZNXy4/s320/sad.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229440826649138978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.blogger.com/www.istockphoto.com"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www.blogger.com/www.istockphoto.com" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Client-c/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Client-c/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Client-c/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-3.jpg" alt="" /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Merentas kehidupan malam&lt;br /&gt;Yang dinginnya tak terp&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;erikan&lt;br /&gt;Kurelaka tubuh indahku tergadai&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Client-c/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-4.jpg" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;Demi sejumput harapan yang tersimpan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukangkangi malam,sahabat yang kejam&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Client-c/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;Yang merampas kesucian&lt;br /&gt;ditangan pria bercerutu itu&lt;br /&gt;nan bengis,kaya,dan kesepian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugadai semua harapan indahnya mahligai&lt;br /&gt;Kujunjung asa pelitaku tercinta&lt;br /&gt;Semoga kesholehannya nanti&lt;br /&gt;dapat menghapus noda dosa berkarat tubuh ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelita-ku lahir tanpa tuan..&lt;br /&gt;Tanpa kekasih didekapan&lt;br /&gt;Tanpa cinta bapak tersayang..&lt;br /&gt;Semua terbirit  saat pelita-ku bertanya&lt;br /&gt;Siapa ayahku ma??&lt;br /&gt;Tanpa ayah kita hidup sendirian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan ibu nak..maafkan..&lt;br /&gt;                                                                                                                          Bandung,280708&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi dari novel Gola Gong dengan judul yang sama.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3615508867286450079-8175506119083209124?l=adandosayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adandosayang.blogspot.com/feeds/8175506119083209124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3615508867286450079&amp;postID=8175506119083209124' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/8175506119083209124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3615508867286450079/posts/default/8175506119083209124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adandosayang.blogspot.com/2008/07/anak-malam.html' title='Anak Malam'/><author><name>Ade Fariyani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13792150708886990317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/Szw4DpiH_oI/AAAAAAAAAB8/dabB2EvzFuA/S220/10129_1187255975277_1644648727_470352_739213_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_yP7SczazqO0/SJK0uZ5Y1yI/AAAAAAAAAAw/XcCR8tZNXy4/s72-c/sad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
